Menjaga Nyala Eksistensi Minum Jamu

Jamu Keliling di Jatinangor
Jamu Keliling di JatinangorJamu Keliling di Jatinangor (Sumber: Warta Kema/Andi Tiara) 

Jatinangor, Warta Kema – Jamu merupakan bagian dari pengobatan tradisional yang sampai saat ini masih digemari oleh masyarakat Indonesia. Dilansir dari National Geographic, jamu adalah local genius dan local wisdom (kearifan lokal) dari Indonesia yang menjadi bukti bahwa manusia mengamati alam, memiliki ilmu pengetahuan, dan menggunakan manfaatnya. Jamu juga sering diartikan sebagai simbol pahit manisnya kehidupan manusia (Muhammad, 2020).

 

Minum jamu merupakan salah satu warisan budaya yang dahulu hanya ditemui pada masyarakat di pedesaan. Namun, kini budaya minum jamu tengah menjamur pada masyarakat di perkotaan, salah satunya pada kalangan mahasiswa. 

 

Mahasiswa memiliki latar belakang serta alasannya tersendiri di balik kebiasaan minum jamu tersebut. Salah satunya, Nathan, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2019, mengaku belakangan ini minum jamu sebagai cara dirinya menerapkan pola hidup sehat.

 

“Karena aku menerapkan pola hidup sehat dan belakangan ini (pola hidup sehat) lagi ‘in‘ lagi, jadi aku nggak menolak atau bahkan justru nyari sesuatu yang naturebased untuk tubuh aku digest (cerna). Jamu salah satunya,” ucap Nathan pada Warta Kema (16/07).

 

Lantaran sedang menerapkan pola hidup sehat, Nathan juga menghindari minuman yang mengandung gula. Jamu pun dianggapnya sebagai minuman yang sehat dan tidak membahayakan seperti minuman sugarbased dalam kemasan.

 

Kebiasaan minum jamu ini Nathan terapkan setelah ia melakukan workout. Ditambah lagi, keberadaan tukang jamu langganannya berdekatan dengan lokasi gym.

 

“Di dekat gym (langganan) aku ada tukang jamu. Setiap postworkout (setelah workout) aku beli di situ. Biasanya 3–4 kali tergantung jadwal gym,” jelas Nathan.

 

Nathan juga menggemari jamu pegal linu yang dianggapnya dapat meredakan nyeri otot bahkan menjadikannya ramuan rutin selepas gym.

 

“Karena jamu yang aku minum itu ada kata ‘pegal’-nya, aku mengasosiasikan itu sebagai ramuan rutin untuk postworkout-ku. Itu jadi semacam bagian dari gym-nya juga,” ungkap Nathan lagi.

 

Selain Nathan, terdapat mahasiswa lain yang gemar mengonsumsi jamu. Retno, mahasiswi tingkat akhir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini juga memiliki kebiasaan minum jamu saat dirinya di kala menstruasi.

 

“Biasanya sih kalo aku lagi haid. Kadang kalo (haid) lagi sakit-sakitnya atau gak keluar-keluar, yang aku cari adalah jamu. Sebenernya ada kan kayak K*r*nt* gitu, cuma aku belum pernah nyobain sih karena takut aja, kayak minuman kemasan gitu,” ungkap Retno kepada Warta Kema (13/07).

 

Kebiasaan minum jamu ini sudah Retno lakukan sejak kecil karena kegemarannya terhadap minuman rempah.

 

“Soalnya dari kecil udah minum jamu, terus enak menurut aku. Dari kecil tuh, kalo mamah aku beli jamu, aku ikutan. Biasanya minum buyung upik, diseduhnya pake beras kencur, itu enak banget,” ucap Retno.

 

Menurut Retno tidak semua orang bisa menerima rasa jamu yang asam atau pahit. Maka dari itu, tukang jamu gendongan seringkali memberikan air jahe yang rasanya manis sebagai penetralisir rasa jamu utama.  

 

Tukang jamu gendongan yang Retno temui di Jatinangor pun turut melakukan hal yang sama. Biasanya, Retno membeli jamu langganannya dari penjual jamu keliling di area Ciseke. Harganya pun terjangkau, yakni Rp4000,00/gelas.

 

Sebagai penggemar jamu, Retno meminum banyak variasi jamu. Mulai dari kunyit asam, asam sirih, beras kencur, atau campuran ketiganya. Menurutnya, jenis-jenis jamu ini adalah semacam obat atau suplemen yang digunakan tiap ada orang yang sakit. Lantaran, di lingkungan keluarganya kerap kali menggunakan jamu sebagai obat tradisional.

 

“Setiap ada yang sakit di keluargaku, pasti selalu, ‘ya udah bikin ini aja’, dan itu menjurusnya selalu ke jamu,” ungkap Retno.

 

“Mamaku tuh dulu sering bikin beras kencur tapi bubuknya aja. Nanti diseduh pake air, itu tuh dingin. Waktu itu mamaku sakit, nanti diolesin di bagian yang sakitnya biar adem, tapi bukan jamu yang cair ya, (bentuknya) bubuk beras kencurnya gitu,” terang Retno lagi.

 

Pada masyarakat Jawa, konsep sehat ditandai oleh adanya keseimbangan antara dunia, fisik, dan batin seseorang (Onda, 2020). Terlepas dari penggunaan pengobatan modern yang sudah ada, penggunaan obat tradisional pada masyarakat merupakan hal yang sangat lumrah terjadi guna menjaga adanya keseimbangan tersebut (Anwar, 2020).

 

Pada umumnya, konsumsi jamu dalam tradisi masyarakat Jawa hanya dianjurkan untuk kaum lansia dan perempuan. Namun, menurut Geertz (1961), obat tradisional tersedia pula untuk laki-laki serta anak-anak dan bukan semata-mata hanya untuk perempuan (Zulaikha et al., 2021).

 

Jamu memberikan pengalaman pada setiap orang yang mengonsumsinya. Bagi mahasiswa, jamu digunakan sebagai penunjang untuk mendapatkan pola hidup sehat dan juga sebagai obat demi derajat kesehatan yang lebih baik. 

 

Jamu juga turut memperhatikan aspek spiritual, psikologis, dan sosial tertentu dari orang yang menggunakannya. Oleh sebab itu, jamu sebagai pengobatan tradisional dapat dilakukan berdampingan dengan pengobatan modern yang cenderung luput memperhatikan aspek sosial.

 

 

Referensi 

Anwar, S. (2020). PENGOBATAN TRADISIONAL PERSPEKTIF ANTROPOLOGI KESEHATAN. Tawshiyah, 15(1), 1–13.

Muhammad, F. (2020, April). Renungan Hidup dari Jamu dan Perdebatan Persepsinya di Masyarakat. https://nationalgeographic.grid.id/read/132077942/renungan-hidup-dari-jamu-dan-perdebatan-persepsinya-di-masyarakat?page=all

Onda, L. (2020). Jamu (Pusaka Penjaga Kesehatan Bangsa Indonesia). Umbara, 3(1), 59.

Zulaikha, S., Hadi, N., & Gita Purwasih, J. H. (2021). Melemahnya Budaya Jamu Cekok Di Kelurahan Pare. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 23(1), 47. https://doi.org/10.25077/jantro.v23.n1.p47-57.2021

 

 

Penulis: Andi Tiara

Editor: Khansa Nisrina Pangastuti

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

118000731

118000732

118000733

118000734

118000735

118000736

118000737

118000738

118000739

118000740

118000741

118000742

118000743

118000744

118000745

118000761

118000762

118000763

118000764

118000765

118000766

118000767

118000768

118000769

118000770

118000771

118000772

118000773

118000774

118000775

118000776

118000777

118000778

118000779

118000780

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

138000461

138000462

138000463

138000464

138000465

138000466

138000467

138000468

138000469

138000470

138000471

138000472

138000473

138000474

138000475

138000476

138000477

138000478

138000479

138000480

138000481

138000482

138000483

138000484

138000485

138000486

138000487

138000488

138000489

138000490

138000491

138000492

138000493

138000494

138000495

158000361

158000362

158000363

158000364

158000365

158000366

158000367

158000368

158000369

158000370

158000371

158000372

158000373

158000374

158000375

158000376

158000377

158000378

158000379

158000380

158000381

158000382

158000383

158000384

158000385

158000386

158000387

158000388

158000389

158000390

158000391

158000392

158000393

158000394

158000395

208000381

208000382

208000383

208000384

208000385

208000386

208000387

208000388

208000389

208000390

208000391

208000392

208000393

208000394

208000395

208000396

208000397

208000398

208000399

208000400

208000401

208000402

208000403

208000404

208000405

208000406

208000407

208000408

208000409

208000410

208000411

208000412

208000413

208000414

208000415

208000416

208000417

208000418

208000419

208000420

228000136

228000137

228000138

228000139

228000140

228000141

228000142

228000143

228000144

228000145

228000146

228000147

228000148

228000149

228000150

228000151

228000152

228000153

228000154

228000155

228000156

228000157

228000158

228000159

228000160

228000161

228000162

228000163

228000164

228000165

228000166

228000167

228000168

228000169

228000170

228000171

228000172

228000173

228000174

228000175

228000176

228000177

228000178

228000179

228000180

228000181

228000182

228000183

228000184

228000185

228000186

228000187

228000188

228000189

228000190

228000191

228000192

228000193

228000194

228000195

228000196

228000197

228000198

228000199

228000200

228000201

228000202

228000203

228000204

228000205

228000206

228000207

228000208

228000209

228000210

228000211

228000212

228000213

228000214

228000215

228000216

228000217

228000218

228000219

228000220

228000221

228000222

228000223

228000224

228000225

228000226

228000227

228000228

228000229

228000230

228000231

228000232

228000233

228000234

228000235

238000230

238000231

238000232

238000233

238000234

238000235

238000236

238000237

238000238

238000239

238000240

238000237

238000238

238000239

238000240

238000241

238000242

238000243

238000244

238000245

238000246

238000247

238000248

238000249

238000250

238000251

238000252

238000253

238000254

238000255

238000256

news-1701