
Warta Kema – Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru – Penerimaan Raya Mahasiswa Baru (PKKMB – Prabu) 2026 berlangsung selama tiga hari dengan berbagai rangkaian kegiatan untuk menyambut mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (Unpad). Mulai dari kuliah umum dan pengenalan lingkungan kampus pada hari pertama, parade yang kembali digelar, hingga pagelaran budaya pada hari terakhir. Mahasiswa baru yang biasa dipanggil Padjadjaran Muda (Pramuda) mengikuti berbagai kegiatan sebagai bagian dari rangkaian awal mereka di Unpad. Kegiatan yang berlangsung memberikan kesempatan untuk mengenal lebih jauh fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Badan Semi Otonom (BSO), dan lembaga kemahasiswaan yang ada di lingkungan Unpad.
Prabu 2026 kembali Diisi oleh Kang Dedi Mulyadi
Hari pertama Prabu 2026 dimulai dengan kedatangan dan mobilisasi Pramuda menuju GOR Jati. Setibanya di lokasi, Pramuda diarahkan untuk berkumpul berdasarkan kelompok dan mengikuti geladi sebelum upacara penyambutan. Setelah upacara, rangkaian dilanjutkan dengan kuliah umum yang diisi oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Namun, tidak seluruh mahasiswa baru mengenakan jas almamater (almet) karena masih terdapat mahasiswa yang belum mendapatkannya, terutama akibat keterbatasan ukuran. Salah satu mahasiswa baru, Agnia, mengatakan dirinya baru memperoleh almet pada malam sebelum pelaksanaan Prabu.
“Katanya stoknya habis. Ukuran kecil kayak S terus dari XL ke atas (yang tersedia). Jadinya, upacara nggak pakai almet semua, gara-gara belum dapat semua,” ujarnya.
Aluna, salah satu mahasiswa baru, memberikan tanggapan positif terhadap pendampingan panitia selama kegiatan. Menurutnya, panitia memberikan arahan yang jelas kepada Pramuda, termasuk mengenai informasi kegiatan dan kebutuhan selama berada di lokasi. Informasi mengenai rundown juga dapat dipantau melalui kanal Unpad sehingga mahasiswa baru dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan lebih mudah.
“Panitianya super duper baik, welcome, dan ngarahinnya jelas. Terus kalau rundown bisa dilihat di link Unpad. Jadi, kita sambil mantau juga,” ujarnya.
Kembalinya Parade di Tahun ini
Memasuki hari kedua Prabu 2026, parade kembali menjadi bagian dari rangkaian acara setelah sebelumnya tidak digelar. Salman, salah satu panitia, mengatakan bahwa kembalinya parade tahun ini tidak terlepas dari Prabu 2024 sebagai acuan dalam pelaksanaan Prabu 2026. Menurutnya, pelaksanaan Prabu 2025 berada di bawah rektorat, sementara tahun ini penyelenggaraannya kembali dipegang oleh Keluarga Mahasiswa (Kema) Unpad sehingga konsep Prabu 2024 menjadi salah satu referensi.
“Parade kali ini patokannya Prabu 2024. Tahun kemarin itu bisa dibilang dipegang oleh rektorat. Karena sekarang udah dipegang Kema, jadi acuannya tetap 2024,” ujarnya.
Parade diikuti oleh berbagai fakultas, UKM, dan organisasi kemahasiswaan yang memperkenalkan identitas masing-masing kepada Pramuda. Salman menjelaskan bahwa parade dikemas dalam bentuk pertunjukan dan arak-arakan yang turut memperkenalkan identitas organisasi kepada mahasiswa baru. Sementara itu, Pramuda menyaksikan parade dari sisi kanan dan kiri jalur yang dilalui. Dengan format tersebut, parade menjadi kesempatan bagi Pramuda untuk melihat secara langsung beragam fakultas dan organisasi yang ada di Unpad. Rute parade dimulai dari belokan Geofisika, kemudian mengitari Jalan Saintek Dalam hingga Jalan Soshum.
“Parade Prabu menurut gue jadi pengenalan atau wajah dari berbagai fakultas ataupun UKM dan organisasi yang ada di Unpad,” ujarnya.
Salah satu fakultas yang turut meramaikan parade adalah Fakultas Psikologi (Fapsi). Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fapsi, Hezki, mengatakan persiapan mereka dilakukan dengan memanfaatkan properti yang sudah dimiliki dari kegiatan sebelumnya serta mengajak mahasiswa untuk turut menyambut mahasiswa baru Fapsi. Mereka juga menampilkan chants yang telah dipersiapkan dan dilatih sebelumnya.
“Kita udah siapin chants sendiri dan sempat latihan dikit-dikit. Selama berjalan di parade, kita ketemu banyak maba (mahasiswa baru) Fapsi dan kita bakar semangatnya lewat chants,” ujarnya.
Selain fakultas, organisasi mahasiswa seperti Girl Up juga turut mengambil bagian dalam parade. Najwa, perwakilan Girl Up, menjelaskan bahwa kehadiran parade tidak hanya membuat rangkaian Prabu lebih meriah, tetapi juga menjadi bagian yang dinilai penting dalam memperkenalkan organisasi kepada Pramuda. Menurutnya, parade yang kembali diadakan dapat meningkatkan euforia mahasiswa baru dan membuat pengenalan organisasi terasa lebih hidup.
“Seru banget, karena tahun 2025 nggak ada parade, menurut aku ada yang kurang gitu dari struktur-nya. Parade itu salah satu hal yang ditunggu-tunggu sama maba. Jadi, dengan adanya parade tahun ini, bisa meningkatkan euforia dari maba-mabanya,” ujarnya.
Dari sisi mahasiswa baru, rangkaian hari kedua mendapat respons positif. Intan, salah satu mahasiswa baru menilai parade menjadi salah satu kegiatan yang menarik karena memperlihatkan berbagai fakultas dan UKM melalui penampilan masing-masing. Ia juga menilai keberadaan booth membantu Pramuda mengenal lebih jauh UKM dan fasilitas yang tersedia di Unpad.
“Untuk paradenya sangat luar biasa, hanya saja penampilannya kayak sebentar. Mungkin karena sangat menikmati. Kalau booth, secara lokasi itu sangat strategis, kita bisa berkeliling sesuai dengan tujuan kita, mencari tahu tentang UKM dan fasilitas di Unpad. Kalau dari segi hiasan, semuanya sangat kreatif dan menarik perhatian,” ujarnya.
Pagelaran Budaya, Talkshow dengan Xaviera, hingga Menlu Sugiono
Memasuki hari terakhir Prabu 2026, Pramuda mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan yang meliputi talkshow bersama Xaviera, pengenalan fakultas, serta orasi dari perwakilan fakultas. Menteri Luar Negeri Sugiono juga mengisi talkshow Prabu tahun ini, meski kehadirannya sempat mendapat penolakan dari beberapa kelompok mahasiswa. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan agenda dari sponsor dan pertunjukan musik. Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan Pagelaran Budaya Gerbang Cakrawala yang menampilkan berbagai pertunjukan dari mahasiswa Unpad.
Meski secara umum rangkaian Prabu 2026 mendapat tanggapan positif, beberapa mahasiswa baru masih menemukan hal yang perlu dievaluasi pelaksanaannya. Lutfi, salah satu mahasiswa baru, menyoroti beberapa hal terutama dalam aspek mobilisasi dan koordinasi antara pihak. Menurutnya, masih terdapat sejumlah miskomunikasi antara panitia, Fasilitator dan Mentor (Fasmen), dan pihak keamanan yang berdampak pada kelancaran mobilisasi mahasiswa. Selain itu, pengaturan waktu juga menjadi perhatian, khususnya terkait waktu ibadah yang dinilai perlu lebih diperhatikan dalam penyusunan rangkaian kegiatan Prabu berikutnya.
“Banyak miskom, banyak bikin keputusan tanpa koordinasi dulu dari panitianya. Dari fasmen ke keamanan, keamanan antar keamanan. Apalagi kalau mobilisasi waktu datang. Terus masalah jam sholat, waktu day one gue nggak bisa sholat Maghrib. Banyak jam yang harus diperhatikan lagi buat masalah sholat, terutama Maghrib,” ujarnya.
Penulis : Muhammad Yudhistira Magis Widiawanto
Editor : Fernaldhy Rossi Armanda, Anindya Ratri Primaningtyas, Rofi Roudhiatin Dwi Andini
