ES dan TF sedang melayani pelanggan di Masjid Raya Unpad (Warta Kema/Marcello Lintang Drestanta)
ES dan TF sedang melayani pelanggan di Masjid Raya Unpad (Warta Kema/Marcello Lintang Drestanta)

Warta Kema – Berbeda dengan banyak institusi pendidikan yang membatasi akses publik, Universitas Padjadjaran (Unpad) dikenal dengan kebijakan kampus yang terbuka. Kondisi ini menciptakan lingkungan akademik sekaligus ruang interaksi bagi masyarakat, termasuk para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mayoritas duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Mereka berjualan gorengan setelah pulang sekolah, sekitar pukul 12.00 WIB hingga sore. Menunya bervariatif, menyesuaikan selera mahasiswa, mulai dari yang asin seperti martabak telur dan tahu crispy hingga yang manis seperti keju aroma, donat gula, dan pisang cokelat.

ES, siswi kelas 5 SD berjualan pisang coklat selalu ditemani kakaknya, TF (kelas 1 SMP), kadang bersama sepupu mereka, SI (sekolah TK). ES mengaku bahwa pisang coklat yang ia jual dibuat langsung oleh ibu dan neneknya. 

“Ini buatan mama sama nenek, aku sama kakak yang jualin” ujar ES.

Berbeda dengan ES yang berjualan bersama keluarga, SB (11 tahun), berjualan donat gula sendirian. Meskipun berjualan sendiri, SB memiliki teman bermain, yaitu sepupunya GN, penjual keju aroma. Keduanya sering menghabiskan waktu bersama di area Masjid Raya Unpad (MRU) sambil menunggu jualannya habis. SB tidak memproduksi jualannya sendiri, ia mendapatkan pasokan dari teman ayahnya dan mengambil upah dari setiap donat yang terjual, seperti bisnis reseller

“Ini dari temen ayah, aku jualin lagi terus ngupahin,” ujar SB.

Keduanya memilih berjualan di Unpad karena dinilai memiliki basis pelanggan yang besar. Interaksi dengan pembeli juga menjadi daya tarik, sebab mayoritas mahasiswa dikenal ramah dan baik.

“Aku jualan di Unpad karena banyak yang beli, terus pada baik mahasiswanya,” ujar ES.

“Apalagi di Vokasi. Soalnya di Vokasi gak ada yang jualan nasi,” tambah SB, menunjukkan strategi kekosongan pasar.

Tidak hanya mahasiswa, ES mengatakan bahwa konsumennya menjangkau kalangan yang lebih luas. Para dosen dan masyarakat umum di sekitar area MRU juga meminati jualannya, meski tidak sesering mahasiswa..

“Dosen sama masyarakat umum di MRU juga suka beli, tapi kadang-kadang,” kata ES.

Meskipun sibuk berjualan, mereka tidak menomorduakan kewajiban belajar. Sebelum tidur, mereka mengaji dan mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) terlebih dahulu.

“Belajar dulu, ngerjain PR. Ngajinya bukan di masjid, tapi sama mama di rumah,” ucap ES.

Menariknya, di waktu senggang berjualan, SB secara sukarela mengumpulkan anak-anak yang lebih kecil darinya (kelas satu sampai dua SD) untuk belajar bersama di rumahnya. SB bercerita, hal ini dilakukan atas dasar keinginan dan inisiatifnya sendiri.

“Pulang ngaji masih ada waktu, aku pake buat ngerjain PR. Tapi aku sambil ngajar anak – anak juga. Itu aku ngajak belajar bareng – bareng, ngaji, muroja’ah, ngerjain hafalan,” cerita SB.

Dari hasil jerih payah berjualan, mereka mampu membiayai sendiri perlengkapan pendidikannya, seperti baju pramuka, sepatu, tas, buku, dan berbagai alat tulis lainnnya. 

“Aku udah beli baju pramuka, tas, sepatu sekolah, buku, pensil sama penghapus,” papar SB dengan bangga.

Pencapaian yang paling mengharukan adalah saat Hari Ayah, 12 November lalu, di mana penjual donat gula berhasil memberikan hadiah istimewa berupa sebungkus rokok, serenceng kopi, dan sejumlah uang untuk ayah tersayang.

“Waktu tanggal 12 November, ‘kan Hari Ayah. Terus, aku ngasih rokok sebungkus, kopi serenceng, sama uang. Aku bilang kayak gini, ‘tadaaaa, selamat Hari Ayah,’” dengan penuh semangat SB bercerita.

Di Hari Ibu mendatang, ia bertekad menghadiahi ibunya dua buah daster dan celana. Ia juga menyiapkan hadiah manis berupa dua batang cokelat dan minuman herbal sebagai penawar sakit kaki ibunya.

“Nanti, pas Hari Ibu aku mau beli daster dua sama celana, soalnya (celananya) udah sobek-sobek. Aku mau ngasih cokelat dua biji sama minuman pereda sakit kaki, Mahkota Dewa namanya,” tambah SB.

Meskipun menjalani hidup sebagai penjual gorengan, semangat belajar mereka tetap tinggi. Mata pelajaran kesukaan ES adalah matematika. Ia menganggap matematika pelajaran yang menyenangkan karena memerlukan logika perhitungan. Kecintaannya pada angka ini linier dengan cita-cita mulianya, seorang guru.

“Matematika itu tinggal menghitung, seru. Bisa pusing, bisa juga enggak. Kalau udah besar, cita-citaku mau jadi guru matematika,” ucap ES. 

Sedangkan, SB menyimpan ambisi besar di bidang kesehatan, cita-citanya menjadi seorang dokter. Kelak, ia akan mewujudkan mimpi tersebut di universitas tempatnya sekarang berjualan, Unpad.

“Aku mau jadi dokter. Nanti juga mau kuliah di sini, di Unpad,” ucap SB.

Dibandingkan dengan bermain, mereka lebih memilih berjualan karena menganggap lebih bermanfaat. Bagi mereka, berjualan dan berinteraksi langsung dengan mahasiswa adalah sebuah pengalaman yang lebih berharga dibandingkan bermain dengan teman sebaya.

“Aku lebih suka jualan soalnya lebih bermanfaat. Mending kayak gini, sambil main juga sama mahasiswa. Aku, sih mending main sama mahasiswa daripada sama temen-temen, soalnya temen-temen, mah  gampangan,” oceh SB.

ES menunjukkan manajemen waktunya antara berjualan (Senin sampai Sabtu) dan bermain (hari Minggu). Namun, ia lebih tertarik berjualan karena memberikan pengalaman, sekaligus kesempatan bermain dan bersosialisasi dengan teman.

“Aku jualan dari Senin sampai Sabtu. Jadi, Minggu itu emang khusus buat main. Tapi, lebih seru jualan. Selain dapat pengalaman, bisa sambil main-main juga, jadi seru, ” ungkap ES.

Penulis : Rofi Roudhiatin Dwi Andini

Editor : Fernaldhy Rossi Armanda, Alifia Pilar Alya Hasani

Fotografer : Marcello Lintang Drestanta

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

maujp

maujp

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

118000616

118000617

118000618

118000619

118000620

118000621

118000622

118000623

118000624

118000625

118000626

118000627

118000628

118000629

118000630

118000631

118000632

118000633

118000634

118000635

118000636

118000637

118000638

118000639

118000640

118000641

118000642

118000643

118000644

118000645

118000646

118000647

118000648

118000649

118000650

118000651

118000652

118000653

118000654

118000655

118000656

118000657

118000658

118000659

118000660

118000661

118000662

118000663

118000664

118000665

118000666

118000667

118000668

118000669

118000670

118000671

118000672

118000673

118000674

118000675

118000676

118000677

118000678

118000679

118000680

118000681

118000682

118000683

118000684

118000685

118000686

118000687

118000688

118000689

118000690

128000676

128000677

128000678

128000679

128000680

128000681

128000682

128000683

128000684

128000685

128000686

128000687

128000688

128000689

128000690

128000691

128000692

128000693

128000694

128000695

128000696

128000697

128000698

128000699

128000700

128000701

128000702

128000703

128000704

128000705

128000706

128000707

128000708

128000709

128000710

128000711

128000712

128000713

128000714

128000715

128000716

128000717

128000718

128000719

128000720

128000721

128000722

128000723

128000724

128000725

128000726

128000727

128000728

128000729

128000730

138000421

138000422

138000423

138000424

138000425

138000426

138000427

138000428

138000429

138000430

138000431

138000432

138000433

138000434

138000435

138000431

138000432

138000433

138000434

138000435

138000436

138000437

138000438

138000439

138000440

208000341

208000342

208000343

208000344

208000345

208000346

208000347

208000348

208000349

208000350

208000351

208000352

208000353

208000354

208000355

208000356

208000357

208000358

208000359

208000360

208000361

208000362

208000363

208000364

208000365

208000366

208000367

208000368

208000369

208000370

208000371

208000372

208000373

208000374

208000375

208000376

208000377

208000378

208000379

208000380

208000381

208000382

208000383

208000384

208000385

208000386

208000387

208000388

208000389

208000390

208000391

208000392

208000393

208000394

208000395

208000396

208000397

208000398

208000399

208000400

208000401

208000402

208000403

208000404

208000405

208000406

208000407

208000408

208000409

208000410

208000411

208000412

208000413

208000414

208000415

208000416

208000417

208000418

208000419

208000420

208000421

208000422

208000423

208000424

208000425

208000426

208000427

208000428

208000429

208000430

228000051

228000052

228000053

228000054

228000055

228000056

228000057

228000058

228000059

228000060

238000211

238000212

238000213

238000214

238000215

238000216

238000217

238000218

238000219

238000220

238000221

238000222

238000223

238000224

238000225

238000226

238000227

238000228

238000229

238000230

news-1701