Poster Salah Satu Lini Pakaian yang Menggunakan Model Perempuan. Sumber: instagram.com/@jennierubyjane
Poster Salah Satu Lini Pakaian yang Menggunakan Model Perempuan. Sumber: instagram.com/@jennierubyjane
Poster Salah Satu Lini Pakaian yang Menggunakan Model Perempuan. Sumber: instagram.com/@jennierubyjane

 

Warta Kema – Iklan pada dasarnya dibuat untuk mempromosikan produk yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Selain memanfaatkan berbagai media untuk memasang iklan, perusahaan seringkali menjadikan perempuan sebagai model agar menarik perhatian orang untuk melirik produk mereka. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa iklan merupakan salah satu produk hasil objektifikasi terhadap perempuan.

Virliya Putricantika selaku manajer multimedia sekaligus fotografer di BandungBergerak.id, menjelaskan bagaimana fenomena objektifikasi perempuan dalam media dapat terjadi Pada Rabu (03/04), dalam webinar bertema women empowerment yang berjudul “Pemahaman Kritis Terhadap Objektifikasi Perempuan dalam Media”, ia mengatakan bahwa media atau pers di Indonesia masih jauh dari pemahaman yang menggunakan sudut pandang perempuan. Oleh karena itu, fenomena objektifikasi perempuan tidak dapat dihindarkan. Salah satu alasan media melakukan hal tersebut ialah karena media terfokus pada algoritma dan akan memilih kata kunci yang paling digandrungi masyarakat. Dalam iklan komersial pun objektifikasi perempuan telah dilakukan sejak lama.

Iklan pakaian seperti Calvin Klein, otomotif seperti Porsche, bahkan iklan makanan cepat saji seperti Carl’s Jr bertahun-tahun yang lalu pernah membuat iklan yang melakukan objektifikasi perempuan secara terang-terangan. Perempuan ditampilkan dengan pakaian minim dan pose yang erotis. Pola yang sama dapat ditemukan dalam iklan-iklan tersebut, yaitu menempatkan perempuan sebagai sebuah objek yang dapat dinikmati, dimiliki, bahkan dipamerkan seperti produk yang mereka tawarkan. Perusahaan tentu mengerti bahwa perempuan menjadi suatu hal yang dapat menarik target pasarnya.

Pandangan bahwa perempuan hanyalah sebuah objek yang tidak memiliki perasaan dan tidak dapat melakukan perlawanan lahir dari stereotip yang menganggap perempuan adalah makhluk yang tidak berdaya. Selain harus melawan tubuh yang dieksploitasi untuk kepentingan komersial, perempuan juga harus melepaskan stereotip yang melekat pada diri mereka. Dalam sebuah iklan, perempuan yang menjadi model memiliki tampilan yang hampir sama. Mereka harus cantik agar menarik perhatian dan “menjual”. Berkulit putih, berbadan langsing, dan memiliki payudara yang besar. Artinya, perempuan dengan ciri selain yang telah disebutkan tidak bisa dikatakan cantik.

Objektifikasi perempuan dalam iklan komersial meresahkan perempuan lain yang menjadi audiens iklan tersebut. Rasa tidak nyaman dapat muncul secara naluriah setelah melihat bagian tubuh yang sama dipertontonkan. Karena itu, perempuan harus melakukan upaya agar cukup berdaya untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman. 

Dalam forum diskusi Women Lead Forum 2021 yang diadakan media daring Magdalene dan IBCWE (Indonesia Business Coalition for Women Empowerment), tiga narasumber wanita mengatakan bahwa kurangnya pemahaman soal gender mengakibatkan representasi buruk soal perempuan masih banyak dijumpai dalam media, termasuk iklan. 

Editor in Chief Magdalene, Devi Asmarani, berbicara dalam forum, “Ada juga representasi buruk soal perempuan, masih mengobjektifikasi, menseksualisasi perempuan. Perempuan masih digambarkan lewat male gaze atau perspektif maskulin.” Oleh karena itu, dialog dan diskusi soal perspektif gender penting dilakukan. 

Namun, upaya untuk mengatasi berbagai macam isu perempuan termasuk objektifikasi tidak cukup sampai di situ. Perempuan harus diberikan kesempatan untuk mengambil peran dan perempuan harus mau mengambil kesempatan itu. Percaya dan menghargai diri sendiri akan menumbuhkan keyakinan bahwa semua orang mampu mengambil kesempatan yang tersedia tanpa melihat gender. Lingkungan yang mendukung juga diperlukan agar tercipta perubahan untuk perempuan dan media. Di sisi lain,yang dapat dilakukan oleh media dan perusahaan ialah memperbaiki cara mereka menggambarkan perempuan seperti dalam artikel atau iklan komersial. Dengan begitu, kedepannya diharapkan media dan perusahaan dapat melakukan promosi tanpa mengobjektifikasi perempuan.

 

Reporter: Astrid Ridzkyani
Editor: Intan Firdauza

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

118000646

118000647

118000648

118000649

118000650

118000651

118000652

118000653

118000654

118000655

118000656

118000657

118000658

118000659

118000660

118000661

118000662

118000663

118000664

118000665

118000666

118000667

118000668

118000669

118000670

118000671

118000672

118000673

118000674

118000675

118000676

118000677

118000678

118000679

118000680

118000681

118000682

118000683

118000684

118000685

118000686

118000687

118000688

118000689

118000690

118000691

118000692

118000693

118000694

118000695

118000696

118000697

118000698

118000699

118000700

118000701

118000702

118000703

118000704

118000705

118000706

118000707

118000708

118000709

118000710

118000711

118000712

118000713

118000714

118000715

118000716

118000717

118000718

118000719

118000720

128000681

128000682

128000683

128000684

128000685

128000686

128000687

128000688

128000689

128000690

128000691

128000692

128000693

128000694

128000695

128000710

128000711

128000712

128000713

128000714

128000715

128000716

128000717

128000718

128000719

128000720

128000721

128000722

128000723

128000724

128000725

128000726

128000727

128000728

128000729

128000730

128000731

128000732

128000733

128000734

128000735

128000736

128000737

128000738

128000739

128000740

138000421

138000422

138000423

138000424

138000425

138000426

138000427

138000428

138000429

138000430

138000431

138000432

138000433

138000434

138000435

138000431

138000432

138000433

138000434

138000435

138000436

138000437

138000438

138000439

138000440

138000441

138000442

138000443

138000444

138000445

138000446

138000447

138000448

138000449

138000450

138000451

138000452

138000453

138000454

138000455

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

208000361

208000362

208000363

208000364

208000365

208000366

208000367

208000368

208000369

208000370

208000386

208000387

208000388

208000389

208000390

208000391

208000392

208000393

208000394

208000395

208000396

208000397

208000398

208000399

208000400

208000401

208000402

208000403

208000404

208000405

208000406

208000407

208000408

208000409

208000410

208000411

208000412

208000413

208000414

208000415

208000416

208000417

208000418

208000419

208000420

208000421

208000422

208000423

208000424

208000425

208000426

208000427

208000428

208000429

208000430

228000051

228000052

228000053

228000054

228000055

228000056

228000057

228000058

228000059

228000060

228000061

228000062

228000063

228000064

228000065

228000066

228000067

228000068

228000069

228000070

228000071

228000072

228000073

228000074

228000075

228000076

228000077

228000078

228000079

228000080

228000081

228000082

228000083

228000084

228000085

238000211

238000212

238000213

238000214

238000215

238000216

238000217

238000218

238000219

238000220

238000221

238000222

238000223

238000224

238000225

238000226

238000227

238000228

238000229

238000230

news-1701