Logo Ramah Sampah, platform edukasi lingkungan

Logo Ramah Sampah, platform edukasi lingkungan

Ramah Sampah, platform edukasi lingkungan. (Sumber: Linktree Ramah Sampah)

 

Jatinangor, WartakemaAjakan untuk bersikap ramah terhadap lingkungan bukan perkara yang jarang digadangkan. Pasalnya, segala sesuatu yang dilakukan manusia memang tak pernah terlepas dari bumi sebagai latarnya. Berbagai media tak henti mewartakan mirisnya kondisi planet ketiga di tata surya tersebut, tetapi gerakan nyata tak pernah semarak berita

Meskipun begitu, bukan berarti cita-cita menyelamatkan lingkungan cukup dibiarkan mati. Berangkat dari mimpi dan kecintaan terhadap lingkungan yang tertanam sejak belia, Hasna memulai perjalanannya untuk mempromosikan kesadaran terhadap lingkungan.

Nabila Hasna Citra, mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran angkatan 2019, berbagi ceritanya tentang kontribusinya terhadap lingkungan kepada Warta Kema. Ketertarikannya pada isu lingkungan ketika SMA membawa Hasna untuk bergabung pada suatu organisasi lingkungan hidup di sekolahnya. Di tahun kedua, Hasna terpilih menjadi ketua di organisasi tersebut, dengan tanggung jawab dan ambisi untuk merealisasikan program yang dirancang bersama. Namun, perjalanannya tak pernah mulus akibat pihak sekolah yang selalu menganggap remeh program yang diusungnya. Belum lagi ejekan dari teman sebaya dan minimnya peminat organisasi turut andil dalam menambah tantangan Hasna dan kawan-kawan di organisasi. 

Beruntung, rentetan perkara yang mewarnai masa kepengurusannya di organisasi lingkungan hidup tersebut tak lantas membuat semangat Hasna padam. Justru lewat pengalamannya tersebut, ia semakin tergerak untuk memberikan kontribusi lebih di bidang ini. 

“Karena dari awal aku punya misi besar yang sayangnya nggak tercapai, akhirnya aku kepikiran buat bikin platform yang bisa ngasih edukasi ke orang-orang tentang permasalahan lingkungan. Soalnya aku greget isu-isu kaya gini masih sering dianggap sebelah mata dan nggak penting, padahal kita juga bisa berperan,” tuturnya.

Ramah Sampah merupakan suatu platform yang ditujukan untuk memberikan edukasi terhadap khalayak ramai terkait permasalahan lingkungan hidup. Sebagai obat dari rasa bersalah akibat ketidakmampuannya mewujudkan beberapa misi organisasi, Hasna berani mengambil langkah besar untuk memulai misi barunya yang lebih masif. Hasna bercita-cita untuk menyadarkan semua orang akan pentingnya kelestarian lingkungan. Dirancang sejak akhir 2018, Ramah Sampah akhirnya mulai dapat mempublikasikan konten mereka di tahun berikutnya. Ramah Sampah eksis di Instagram dengan akun @ramahsampah yang telah memiliki lebih dari seribu pengikut, juga di aplikasi Twitter dengan username yang sama. Selain memberikan konten edukasi berupa unggahan di akun tersebut, platform ini juga pernah mengadakan webinar, dengan mendatangkan narasumber dari Kertabumi Recycling Center.

 

Contoh konten edukatif Ramah Sampah

Contoh konten edukatif Ramah Sampah. (Sumber: Instagram @ramahsampah)

 

Kisah Ramah Sampah tak selesai sampai di situ. Hasna memahami betul bahwa membangun platform tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tak hanya waktu dan tenaga, tetapi biaya turut menjadi aspek yang tidak dapat disepelekan. Ditambah lagi, gerakan yang dibangun Hasna tidak bisa jika hanya berjalan dengan prinsip sukarela. Pada awalnya, modal pengembangan Ramah Sampah ditanggung sepenuhnya oleh Hasna dan co-founder. Namun, seiring berjalannya waktu, anggaran khusus untuk mendukung program perlu dialokasikan secara khusus. Dari situ, Rumah Sampah Shop lahir.

“Akhirnya kita coba bikin bisnis juga, buat backup modal jalanin platform. Soalnya dulu uangnya bener-bener dari aku dan co-founder, kita nggak mau repotin ortu pokoknya. Ya udah, akhirnya tercipta Ramah Sampah Shop. Tapi selain buat cari modal, sebenarnya tujuan Ramah Sampah Shop itu juga ngajak orang-orang biar beralih ke produk-produk yang eco-friendly, sih,” terang mahasiswi jurusan agroteknologi tersebut. 

Sejauh ini, Rumah Sampah Shop telah memiliki lebih dari seribu pengikut di laman e-commerce mereka. Produk-produk yang mereka jual antara lain tote bag, reusable cotton, dan compostable brushes mulai dari sikat dapur, sikat toilet, hingga sikat sedotan. Rentang harga yang dipatok juga relatif terjangkau, mulai dari Rp300,00 – Rp30.000,00. Hasna mengaku bahwa ide dari produk-produk yang dijualnya berasal dari kejeliannya melihat kebutuhan masyarakat. Menariknya, Hasna melibatkan perajin lokal dan UMKM dalam proses produksi Rumah Sampah Shop. 

 

Laman e-commerce Ramah Sampah

Laman e-commerce Ramah Sampah. (Sumber: Shopee @ramahsampah)

 

“Kalau ide sebenarnya lihat kebutuhan masyarakat, kira-kira apa aja yang bisa digantiin sama eco-friendly products. Buat produksi, nggak semuanya mandiri, beberapa ada yang ambil dari perajin lokal dan UMKM,” jelasnya.

Adanya bisnis di bawah platform peduli lingkungan yang diciptakannya terbilang mampu mencukupi kebutuhan pengembangan platform.

“Sebenarnya kalau sejauh ini (penghasilan dari bisnis) udah mencukupi. Soalnya kita juga menyesuaikan jumlah karyawan dengan penghasilan rata-rata per bulan,”

Tak hanya itu, sebagian penghasilan Ramah Sampah juga dialokasikan untuk tujuan mulia, antara lain untuk korban bencana alam dan street feeding.

Meski usaha yang dilakukan terhadap lingkungan seringkali dianggap tidak berguna, komitmen dan optimisme Hasna membuktikan adanya dampak yang linear dengan tujuan awalnya. Beberapa testimoni pelanggan di e-commerce merasakan kebermanfaatan dari langkah yang diinisiasi Hasna tersebut.

“Kalau dampak yang kita lihat berdasarkan testimoni konsumen di e-commerce, alhamdulillah beberapa ngerasa terbantu buat substitute (dari) barang sekali pakai ke yang reusable, jadi lebih hemat dan lebih ramah lingkungan. Cuma kalau dari angka pasti misal mengurangi sampah berapa persen gitu, kita belum punya datanya. Kalau dampak buat perajin lokal juga kita rasain banget, ekonomi mereka bener-bener jadi kebantu. Ini aku bisa tahu soalnya mereka yang bilang sendiri,”

Ramah Sampah diketahui juga beberapa kali sempat diberi tawaran kerjasama oleh media dan beberapa label besar, seperti Tempo. Akan tetapi, dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia dan modal, hanya beberapa penawaran saja yang diterima. Hasna yang kini berada di semester akhir perkuliahannya juga memiliki segudang kesibukan lain yang cukup memotong waktunya untuk mengembangkan Ramah Sampah secara optimal. Meski begitu, Ramah Sampah tak henti bermimpi dan menggalakkan misi-misi pelestarian lingkungan.

“Banyak, sih, sebenarnya (misi yang sedang dikejar), tapi yang paling deket pengen bikin produk baru. Mungkin, semacam pembalut yang bisa dipakai berkali-kali,”

Hasna juga sempat menyebutkan tentang rencana mengadakan sejumlah workshop seperti workshop membuat sabun, workshop membuat yogurt, dan kegiatan lainnya untuk mendukung bisnisnya dan sejalan dengan tujuan pelestarian lingkungannya.

Kedepannya, Hasna berharap platform yang diciptakannya dapat memberikan manfaat untuk banyak orang, terutama dalam menyadarkan akan pentingnya menjaga lingkungan. Mahasiswi tersebut juga menyampaikan harapannya untuk orang-orang yang mulai peduli terhadap lingkungan untuk dapat terus konsisten.

“Kalau kata orang upaya kecil kita sesimpel milih minum es (minuman dingin) langsung dibanding pakai sedotan itu nggak berguna, nggak usah didengerin. Nggak ada hal baik yang sia-sia, hal kecil yang dilakuin bareng-bareng dan konsisten pasti bakal ada efeknya,” pesannya.

Bersikap ramah terhadap lingkungan merupakan suatu kewajiban yang bersifat niscaya. Sebagai satu dari sekian miliar manusia yang tinggal di bumi, setiap individu memiliki porsi dan peran masing-masing untuk melestarikan alam di sekitar. Terlepas dari anggapan bahwa langkah yang dilakukan merupakan hal sepele dan tidak berdampak, yakinlah bahwa setiap usaha kecil yang dilakukan akan selalu lebih baik daripada tidak memberikan kontribusi sama sekali. 

 

 

 

Reporter : Intan Firdauza 

Editor : Khansa Nisrina Pangastuti

 

 

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000631

article 138000632

article 138000633

article 138000634

article 138000635

article 138000636

article 138000637

article 138000638

article 138000639

article 138000640

article 138000641

article 138000642

article 138000643

article 138000644

article 138000645

article 138000646

article 138000647

article 138000648

article 138000649

article 138000650

article 138000651

article 138000652

article 138000653

article 138000654

article 138000655

article 138000656

article 138000657

article 138000658

article 138000659

article 138000660

article 138000661

article 138000662

article 138000663

article 138000664

article 138000665

article 138000666

article 138000667

article 138000668

article 138000669

article 138000670

article 138000671

article 138000672

article 138000673

article 138000674

article 138000675

article 138000676

article 138000677

article 138000678

article 138000679

article 138000680

article 138000681

article 138000682

article 138000683

article 138000684

article 138000685

article 138000686

article 138000687

article 138000688

article 138000689

article 138000690

article 138000691

article 138000692

article 138000693

article 138000694

article 138000695

article 138000696

article 138000697

article 138000698

article 138000699

article 138000700

article 138000701

article 138000702

article 138000703

article 138000704

article 138000705

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 228000316

article 228000317

article 228000318

article 228000319

article 228000320

article 228000321

article 228000322

article 228000323

article 228000324

article 228000325

article 228000326

article 228000327

article 228000328

article 228000329

article 228000330

article 228000331

article 228000332

article 228000333

article 228000334

article 228000335

article 238000336

article 238000337

article 238000338

article 238000339

article 238000340

article 238000341

article 238000342

article 238000343

article 238000344

article 238000345

article 238000346

article 238000347

article 238000348

article 238000349

article 238000350

article 238000351

article 238000352

article 238000353

article 238000354

article 238000355

article 238000356

article 238000357

article 238000358

article 238000359

article 238000360

article 238000361

article 238000362

article 238000363

article 238000364

article 238000365

article 238000366

article 238000367

article 238000368

article 238000369

article 238000370

article 238000371

article 238000372

article 238000373

article 238000374

article 238000375

article 238000376

article 238000377

article 238000378

article 238000379

article 238000380

article 238000381

article 238000382

article 238000383

article 238000384

article 238000385

article 238000386

article 238000387

article 238000388

article 238000389

article 238000390

article 238000391

article 238000392

article 238000393

article 238000394

article 238000395

article 238000396

article 238000397

article 238000398

article 238000399

article 238000400

article 238000401

article 238000402

article 238000403

article 238000404

article 238000405

article 238000406

article 238000407

article 238000408

article 238000409

article 238000410

sumbar-238000336

sumbar-238000337

sumbar-238000338

sumbar-238000339

sumbar-238000340

sumbar-238000341

sumbar-238000342

sumbar-238000343

sumbar-238000344

sumbar-238000345

sumbar-238000346

sumbar-238000347

sumbar-238000348

sumbar-238000349

sumbar-238000350

sumbar-238000351

sumbar-238000352

sumbar-238000353

sumbar-238000354

sumbar-238000355

sumbar-238000356

sumbar-238000357

sumbar-238000358

sumbar-238000359

sumbar-238000360

sumbar-238000361

sumbar-238000362

sumbar-238000363

sumbar-238000364

sumbar-238000365

sumbar-238000366

sumbar-238000367

sumbar-238000368

sumbar-238000369

sumbar-238000370

sumbar-238000371

sumbar-238000372

sumbar-238000373

sumbar-238000374

sumbar-238000375

sumbar-238000376

sumbar-238000377

sumbar-238000378

sumbar-238000379

sumbar-238000380

sumbar-238000381

sumbar-238000382

sumbar-238000383

sumbar-238000384

sumbar-238000385

sumbar-238000386

sumbar-238000387

sumbar-238000388

sumbar-238000389

sumbar-238000390

sumbar-238000391

sumbar-238000392

sumbar-238000393

sumbar-238000394

sumbar-238000395

sumbar-238000396

sumbar-238000397

sumbar-238000398

sumbar-238000399

sumbar-238000400

news-1701