Polisi tidur baru di jalur sains dan teknologi (saintek) (Foto: Fotografi Warta Kema / Marcello Lintang Drestanta)
Polisi tidur baru di jalur sains dan teknologi (saintek) (Foto: Fotografi Warta Kema / Marcello Lintang Drestanta)
Polisi tidur baru di jalur sains dan teknologi (saintek) (Foto: Fotografi Warta Kema / Marcello Lintang Drestanta)

Warta Kema – Sejak awal bulan Oktober 2025, Direktorat Sarana dan Prasarana Unpad  memasang sejumlah polisi tidur baru di jalur sains teknologi (saintek) dan sosial humaniora (soshum). Upaya ini dilakukan untuk menurunkan angka kecelakaan di area kampus. 

Berdasarkan data yang dihimpun tim Keselamatan, Keamanan, dan Ketertiban Lingkungan (K3L) Unpad, terdapat 19 insiden lalu lintas di kawasan dalam kampus Unpad Jatinangor sepanjang bulan April hingga September 2025. Menanggapi data tersebut, Direktorat Sarana dan Prasarana Unpad memutuskan untuk memasang polisi tidur di beberapa titik yang kerap menjadi lokasi kecelakaan.

Direktur Pengelola Aset, Sarana, dan Prasarana Unpad, Edward Henry, menjelaskan bahwa pemasangan polisi tidur sudah sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Langkah ini juga dibarengi dengan pemasangan rambu keselamatan di sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan.

“Angka kecelakaan sempat meningkat, terutama di area saintek. Sejak dipasang, angka kecelakaan di jalur itu sudah terhenti,” ujarnya. 

Mahasiswa Nilai Bentuk Terlalu Runcing dan Jarak Terlalu Dekat

Meskipun dianggap penting untuk mengurangi kecepatan kendaraan, banyak mahasiswa menyoroti bentuk polisi tidur yang dinilai terlalu runcing dan tinggi, serta jaraknya yang terlalu berdekatan. 

Hamzi, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro angkatan 2025, menilai keberadaan polisi tidur memang diperlukan karena jalur saintek cukup lurus dan sering dijadikan tempat melaju dengan kecepatan tinggi.

“Dari bentuknya agak runcing, tidak seperti polisi tidur lainnya. Kalau polisi tidur lain ‘kan lebih tumpul, jadi ban motor bisa mudah naik. Kalau ini rasanya ban seperti menabrak polisi tidur,” ujarnya.

Hamzi menambahkan bahwa meskipun keberadaan polisi tidur membuat pengendara lebih berhati-hati, rasa waspada itu lebih karena adanya hambatan fisik, bukan kesadaran terhadap keselamatan berkendara. Ia juga menyarankan agar desain polisi tidur lebih ditumpulkan dan penempatannya difokuskan pada area yang sering dilalui ketika keluar dan masuk gedung.

“Kalau menurut saya memang pengendara jadi lebih berhati hati. Namun, lebih karena adanya polisi tidur, bukan karena takut berpapasan dengan pengendara lain yang baru keluar dari gedung fakultas. Tapi, bukan berarti polisi tidur itu gagal,” tambahnya. 

Sementara itu, Rifaya, mahasiswa Jurusan Psikologi angkatan 2025, menilai tingginya polisi tidur dan jarak yang terlalu dekat justru dapat membahayakan pengendara, terutama saat membawa penumpang.

“Biasanya kalau dari arah Bale Santika ke (jalan) turunan, pas lewat polisi tidur, aku merasa orang yang aku bonceng itu loncat dan itu bikin motor aku nggak seimbang,” ujarnya.

Rifaya mengakui keberadaan polisi tidur memang membuat laju kendaraan melambat, namun hanya di area yang dipasangi saja. 

“Kalau untuk mengurangi kecepatan kendaraan di area kampus efektifnya (hanya) di jalur itu aja, sedangkan di jalur yang lain orang-orang tetap berkendara secara ngebut semua,” tambahnya. 

Pihak Kampus Siap Lakukan Evaluasi

Menanggapi keluhan mahasiswa, Edward Henry menegaskan bahwa pihak kampus terbuka terhadap kritik dan siap melakukan evaluasi hingga akhir tahun.

“Evaluasi akan dilakukan selama tiga bulan sampai akhir tahun. Awalnya, kami pasang tujuh polisi tidur, tapi sudah dicabut tiga karena jaraknya terlalu dekat,” jelasnya.

Edward juga menegaskan bahwa kebijakan ini akan terus berlanjut dan bahkan direncanakan untuk diperluas ke jalur soshum, mengingat efektivitasnya dalam menekan angka kecelakaan.

“Kami sesuaikan dengan daerah yang paling banyak titik kecelakaannya. Paling banyak di daerah saintek, di pertigaan depan Gedung Geofisika. (Polisi tidurnya) tidak akan dicabut, tapi (akan) kami evaluasi soal tinggi dan jarak,” ungkapnya.

Dengan adanya rencana evaluasi dari pihak kampus, mahasiswa berharap langkah penyesuaian yang dilakukan dapat menjadi solusi yang lebih komprehensif bagi seluruh pengguna jalan di lingkungan Unpad.

“Kami paham tujuan pemasangan ini untuk keselamatan, tapi semoga ke depannya bentuk dan penempatannya bisa lebih nyaman buat pengendara juga,” ujar Rifaya. 

Penulis : Hilma Nurul Adzkia

Editor : Fernaldhy Rossi Armanda, Alifia Pilar Alya Hasani

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

ALEXASLOT138

sabung ayam online

118000381

118000382

118000383

118000384

118000385

118000386

118000387

118000388

118000389

118000390

118000395

118000396

118000397

118000398

118000399

118000400

118000401

118000402

118000403

118000404

118000405

118000406

118000407

118000408

118000409

118000410

118000411

118000412

118000413

118000414

118000415

118000416

118000417

118000418

118000419

118000420

118000421

118000422

118000423

118000424

118000425

128000491

128000492

128000494

128000497

128000500

128000501

128000502

128000503

128000504

128000505

128000506

128000507

128000508

128000509

128000510

128000511

128000512

128000513

128000514

128000515

128000516

128000517

128000518

128000519

128000520

168000486

168000487

168000488

168000490

168000491

168000492

168000493

168000494

168000495

168000496

168000497

168000498

168000499

168000500

168000501

168000502

168000503

168000504

168000505

168000506

168000507

168000508

168000509

168000510

168000511

168000512

168000513

168000514

168000515

178000651

178000654

178000656

178000657

178000659

178000660

178000661

178000665

178000666

178000667

178000668

178000669

178000670

178000671

178000672

178000673

178000674

178000675

178000676

178000677

178000678

178000679

178000680

178000681

178000682

178000683

178000684

178000685

178000686

178000687

178000688

178000689

178000690

178000691

178000692

178000693

178000694

178000695

208000146

208000147

208000148

208000149

208000150

208000151

208000152

208000153

208000154

208000155

208000156

208000157

208000158

208000159

208000160

208000161

208000162

208000163

208000164

208000165

228000337

228000339

228000340

228000341

228000342

228000344

228000346

228000347

228000348

228000349

228000350

228000351

228000352

228000353

228000354

228000355

228000356

228000357

228000358

228000359

228000360

228000361

228000362

228000363

228000364

228000365

238000466

238000467

238000468

238000469

238000470

238000471

238000472

238000473

238000474

238000475

238000476

238000477

238000478

238000479

238000480

238000481

238000482

238000483

238000484

238000485

238000486

238000487

238000488

238000489

238000490

238000491

238000492

238000493

238000494

238000495

238000496

238000497

238000498

238000499

238000500

238000501

238000502

238000503

238000504

238000505

238000506

238000507

238000508

238000509

238000510

238000511

238000512

238000513

238000514

238000515

238000516

238000517

238000518

238000519

238000520

238000521

238000522

238000523

238000524

238000525

news-1701