Kondisi lapangan pada sore hari setelah kebakaran di daerah Sukahaji, Bandung. (WARTAKEMA/Alifia Pilar Alya Hasani)

 

Warta Kema — Kelurahan Sukahaji, Bandung, telah mengalami kebakaran besar yang kedua kalinya pada Rabu (09/04) malam kemarin. Sekitar jam 11 malam, api mulai berkobar di depan Gang Satata Sariksa, Jalan Terusan Pasirkoja, dan melalap daerah pemukiman warga. Api dinyatakan sudah padam seluruhnya pada jam 6 pagi di hari Kamis (10/04) setelahnya. Kesaksian warga lokal menyatakan bahwa tidak terdapat korban jiwa dari kejadian ini dan empat warga dinyatakan mengalami luka bakar.

Pada hari Kamis (10/04) esoknya, Forum Sukahaji Melawan menggelar konferensi pers untuk memberikan kronologi dan kesaksian terhadap kejadian tersebut. Ronald, seorang warga yang turut menjadi saksi kebakaran secara langsung, menyatakan kalau terdapat jeda yang cukup panjang sampai pemadam kebakaran datang. 

Sampai saat ini, penyebab dari kebakaran tersebut belum dikonfirmasi. Kejadian ini menjadi tersorot karena api pada malam itu telah melalap bangunan yang berdiri di atas lahan sengketa warga Sukahaji. 

Para warga lokal membuka konferensi pers dengan menyatakan bahwa warga Sukahaji telah tinggal di tanah tersebut sejak tahun 1985 dan digarap secara turun temurun. “Di tahun 2009, individu yang bernama Jen Junus Suherman dan Juliana Iskandar mengaku telah memiliki tanah yang di jongko kayu di depan. Namun, tanah tersebut merempet ke belakang dari RW 01 sampai RW 04,” ucap moderator yang juga salah satu warga Sukahaji saat konferensi pers. 

Para warga menyatakan kalau ancaman mulai berdatangan pada tahun 2010. “Kejadian di bulan Januari, mereka coba datang untuk melakukan pengosongan dengan klaim atas nama Juliana Iskandar dengan membawa sertifikat. Sudah di-crosscheck di aplikasi tanah, semuanya beda lokasi,” jelas Ronald.

Setelahnya, ancaman terhadap warga mulai bermunculan. “2013 datang lagi, mencoba melakukan pengosongan atau tawar menawar dengan masyarakat, dengan menawarkan Rp750.000,00 yang tidak layak untuk didapatkan para keluarga,” ujar Ronald. “2018 sama, menggunakan nama Jen Junus Suherman, sertifikat yang sama, nomor yang sama, luasnya berbeda.”

Pada tahun 2018 pula telah terjadi pembakaran terhadap daerah Sukahaji, menyebabkan kejadian pada Rabu (09/04) kemarin pembakaran kedua. Warsidi Yuhanes, seorang warga lokal, menyatakan kalau warga tidak dianggap oleh RT, RW, juga kelurahan. “Di Dago Elos mungkin bisa, kerja sama dengan RT atau RW, tapi di sini engga bisa,” ucapnya di wawancara dengan Warta Kema pada hari Kamis (10/04). “Kejadian seperti ini saja mereka lepas. RW itu istilahnya sudah cari jalan sendiri, mereka engga ngeh,” lanjutnya.

Harapan dari warga Sukahaji adalah agar mendapatkan kejelasan dari pihak hukum yang berwenang tentang validitas dari sertifikat tanah yang digunakan oleh Jen Junus Suherman dan Juliana Iskandar. “Kalau memang ada bukti sertifikat, mengajukan ke pengadilan ‘kan beres. Ketok palu dan eksekusi,” ujar Warsidi. “Kalau yang ngusir kita engga ada bukti, masa kita mau pergi? Ya, jelas engga. Kita sudah menerima sekitar 16 sertifikat. Memang, sertifikatnya asli, tapi posisinya bukan di sini.”

“Saya akan pasang plang di depan (yang bertuliskan) ‘Dilarang ormas masuk daerah komplek kami, kepolisian pun dilarang, angkatan pun dilarang.’ Kalau (forum resistensi) pada setuju, ya,” jawab Warsidi ketika ditanyakan soal langkah yang akan diambil ke depannya. “Kalau engga, ya kita akan gerakkan massa untuk melawan dia kalau masih bergerak di dalam sini.”

Konferensi pers yang berjalan dari jam enam sore pada hari Kamis (10/04) pun ditutup dengan nada yang sama oleh Zaki, perwakilan dari salah satu pemuda yang turut bersolidaritas dengan warga Sukahaji. “Atas upaya pembunuhan massal ini, kita akan membangun kembali ruang hidup, kita akan mempertahankan alasan tanah. Karena memang, Sukahaji, oleh beberapa isu-isu negara, belum dianggap lahan konflik. Maka, dengan konferensi pers hari ini, Sukahaji adalah lahan konflik yang harus diselesaikan dengan benar dan adil.”

Sampai akhir hari, setelah kebakaran yang menghanguskan kompleks warga, resistensi pemukim Sukahaji tetap hadir. Ditemani dengan berbagai pemuda yang turut bersolidaritas, mereka tetap memperjuangkan ruang hidup di tengah Bandung Raya.

 

Reporter: Alifia Pilar Alya Hasani

Editor: Ammara Azwadiena Alfiantie

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 710000081

article 710000082

article 710000083

article 710000084

article 710000085

article 710000086

article 710000087

article 710000088

article 710000089

article 710000090

article 710000091

article 710000092

article 710000093

article 710000094

article 710000095

article 710000096

article 710000097

article 710000098

article 710000099

article 710000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

cuaca 638000021

cuaca 638000022

cuaca 638000023

cuaca 638000024

cuaca 638000025

cuaca 638000026

cuaca 638000027

cuaca 638000028

cuaca 638000029

cuaca 638000030

cuaca 638000031

cuaca 638000032

cuaca 638000033

cuaca 638000034

cuaca 638000035

cuaca 638000036

cuaca 638000037

cuaca 638000038

cuaca 638000039

cuaca 638000040

cuaca 638000041

cuaca 638000042

cuaca 638000043

cuaca 638000044

cuaca 638000045

cuaca 638000046

cuaca 638000047

cuaca 638000048

cuaca 638000049

cuaca 638000050

cuaca 638000051

cuaca 638000052

cuaca 638000053

cuaca 638000054

cuaca 638000055

cuaca 638000056

cuaca 638000057

cuaca 638000058

cuaca 638000059

cuaca 638000060

cuaca 638000061

cuaca 638000062

cuaca 638000063

cuaca 638000064

cuaca 638000065

cuaca 638000066

cuaca 638000067

cuaca 638000068

cuaca 638000069

cuaca 638000070

cuaca 638000071

cuaca 638000072

cuaca 638000073

cuaca 638000074

cuaca 638000075

cuaca 638000076

cuaca 638000077

cuaca 638000078

cuaca 638000079

cuaca 638000080

cuaca 638000081

cuaca 638000082

cuaca 638000083

cuaca 638000084

cuaca 638000085

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

cuaca 898100101

cuaca 898100102

cuaca 898100103

cuaca 898100104

cuaca 898100105

cuaca 898100106

cuaca 898100107

cuaca 898100108

cuaca 898100109

cuaca 898100110

cuaca 898100111

cuaca 898100112

cuaca 898100113

cuaca 898100114

cuaca 898100115

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

news-1701