Papan tanda Big Force! Festival 2025 (Foto: Razan Jayaputra Partadinata / Fotografi Warta Kema)
Papan tanda Big Force! Festival 2025 (Foto: Razan Jayaputra Partadinata / Fotografi Warta Kema)

Warta Kema – Big Force! Festival (BFF) kembali menjadi salah satu agenda tahunan yang paling dinanti oleh mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad). Tidak hanya sebagai ajang perlombaan antar fakultas, BFF hadir sebagai ruang perayaan kolektif yang mempertemukan kompetisi, kreativitas, dan kebersamaan mahasiswa. Selama rangkaian acara berlangsung, atmosfer kampus dipenuhi oleh semangat sportivitas, sorak-sorai supporter, serta antusiasme mahasiswa yang datang untuk meramaikan setiap pertandingan dan kegiatan pendukung.

Di balik kemeriahan yang terlihat di lapangan, terdapat proses panjang yang dijalani oleh panitia BFF. Persiapan dimulai dengan berbagai keterbatasan, terutama dari sisi waktu yang relatif singkat untuk skala acara yang besar. Panitia harus mengoordinasikan ratusan staf, menyusun konsep lomba, hingga memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana.

Ghesan Anandra Wira, staf Human Resource (HR) BFF 2025, menjelaskan bahwa proses persiapan BFF terbilang cukup singkat. Hal tersebut disebabkan oleh keterlambatan regenerasi Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM Kema) Unpad, yang menjadi salah satu faktor pengunduran timeline persiapan BFF tahun ini.

“Jujur, sebenarnya BFF tahun ini tuh, agak telat secara timeline persiapannya. Mungkin gara-gara keterlambatan BEM-nya regenerasi juga, itu kayak ngulur ke timeline BFF-nya gitu. Jadi memang timeline-nya singkat banget gitu secara persiapan. Baru mulai rapat aja itu, seingat aku, di bulan September tanggal empat, kalau enggak salah,” ujar Ghesan

Sebagai HR, yang bertugas mendampingi dan mengawasi proses kegiatan panitia dari tahap persiapan hingga pelaksanaan di lapangan, Ghesan mengaku sempat kewalahan dalam proses persiapan BFF. Mulai dari pendaftaran panitia yang membeludak, dinamika di dalam setiap divisi panitia, hingga kinerja personel panitia BFF.

“Waktu itu aku ngurusin open recruitment panitia. Jujur aja, pendaftarnya banyak banget, sampai sekitar 1.600 orang, dan itu di luar ekspektasi kami. Dari jumlah pendaftar itu, yang keterima sekitar 900 orang. Dan dari panitia itu, masalah juga pasti ada, kebanyakan dari internal. Ada staf yang kurang responsif, bahkan ada yang ngilang-ngilangan, dan itu jadi tanggung jawab HR buat ngejaga internalnya. Dengan berat hati, akhirnya ada proses pemutihan (merupakan proses evaluasi internal yang berujung pada pemberhentian staf dari kepanitiaan)   supaya produktivitas divisi nggak menurun,” ujar Ghesan 

Meski menghadapi berbagai kendala teknis dan dinamika internal, panitia berusaha menjaga solidaritas dan komunikasi antar divisi. Ghesan menjelaskan bahwa kerja kolektif menjadi kunci agar setiap permasalahan dapat diatasi selama pelaksanaan di lapangan.

“Walaupun capek dan sempat kewalahan, bonding antara panitia kerasa banget. Kita saling bantu dan ngejar bareng-bareng supaya acaranya tetap jalan. Dengan timeline yang cukup singkat, kesalahan-kesalahan itu nggak bisa dihindari. Beberapa hal sempat menghambat progres, tapi pada akhirnya BFF tetap bisa dijalankan sampai selesai,” ujar Ghesan

Rangkaian perlombaan, yang dikenal sebagai FORSI, menjadi pusat perhatian utama dalam BFF 2025. Berbagai cabang lomba, mulai dari olahraga, penampilan band, hingga seni, ikut memeriahkan BFF 2025. Lapangan pertandingan dipenuhi oleh atlet yang bertanding membawa nama fakultas masing-masing, sementara tribun diwarnai oleh suporter dengan atribut, yel-yel, dan energi yang meriah. ‘Suporter-an’ menjadi salah satu budaya dan elemen yang paling menonjol serta berkesan sepanjang BFF berlangsung.

Muhammad Ravi Alvaro, mahasiswa Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, menjadikan kegiatan mendukung fakultasnya sebagai salah satu pengalaman yang berkesan pada BFF tahun ini. Suporter FTG, yang kerap dikenal sebagai RAPTOR, mengedepankan solidaritas dan bersenang-senang di setiap kegiatan suporter-an yang mereka lakukan.

“Awalnya didata dan dikontakin satu-satu buat ikut suporter-an. Dan kita tuh saling merangkul, lah. Misal, ada yang gak semangat, pasti diajak buat semangat. Dan energi dari suporter-an fakultas gua, jujur itu kompak banget. Semuanya teriak ngeluarin suara, bahkan sampe habis suara gua setiap suporter-an,” ujar Alvaro

Atmosfer semakin memanas ketika pertandingan memasuki babak-babak krusial, terutama saat laga rivalitas yang tinggi antar fakultas  di babak penentu yang kerap disebut big match. Meski sempat muncul ketegangan akibat tingginya tensi pertandingan, sebagian besar suporter tetap berusaha menjaga suasana agar tetap kondusif.

“Pas FTG lawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB), waktu itu match-nya panas banget, beda satu poin. Suporter FIB sempat turun ke lapangan duluan buat selebrasi, terus dari FTG nggak terima, akhirnya sempat bentrok. Tapi setelah itu aman, habis itu udah deal,” ujar Alvaro

Antusiasme suporter juga datang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unpad, yang dikenal dengan identitas HADES. Haura Ramadhana Fatima, mahasiswa FISIP Unpad angkatan 2024, mengaku menjadikan BFF sebagai ruang utama untuk menyalurkan semangat suporterannya.

Sebenernya aku tuh orangnya suka suporter-an, karena seru aja dan rame-rame. Menurut aku, tempat yang paling pas buat itu ya BFF kemarin. Dan juga FISIP tuh, suporternya rame dan berisik, tapi seru. Aku ngerasa HADES itu kompak, jadi walaupun capek, tetep pengen dateng,” ujar Haura

Setelah rangkaian FORSI selesai, BFF 2025 ditutup dengan acara closing yang menghadirkan berbagai penampil hiburan. Bintang tamu yang dihadirkan antara lain Band Sore dan The Overtunes. Haura menjelaskan bahwa mahasiswa dari berbagai fakultas berkumpul, menikmati penampilan, dan merayakan berakhirnya rangkaian BFF 2025 dengan suasana yang lebih santai dan meriah.

“Soalnya kemarin BFF itu ‘kan’ baru aja closing, dan menurut aku itu jadi penutup yang ditunggu setelah rangkaian lomba dan kegiatan sebelumnya. Jadinya BFF itu nggak cuma lomba doang, tapi ada pertunjukan-pertunjukannya juga. Jadi suasananya beda, lebih santai dan (diisi) hiburan. Menurut aku closing itu jadi momen buat kumpul aja, ketemu banyak orang dari fakultas lain, rame, dan kerasa vibes acaranya,” ujar Haura.

Haura menilai bahwa antusiasme acara closing BFF 2025 tidak semeriah rangkaian acara FORSI. Ia menjelaskan bahwa sejumlah penonton menilai closing BFF 2025 belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi energi yang diharapkan sebagai penutup rangkaian acara besar. Kepadatan dan keberagaman massa yang hadir juga terbilang lebih terbatas dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, sehingga atmosfer perayaan dinilai tidak terasa maksimal. Selain itu, ia juga menekankan bahwa keberadaan tenant makanan dinilai belum cukup menarik perhatian pengunjung.

“Kalau dari yang aku lihat, massa di closing itu nggak terlalu banyak. Nggak sepadat pas hari-hari lomba atau match besar. Malah aku lebih banyak melihat panitia yang nonton dibanding orang biasa. Dan pas aku liat tenant-tenant di situ mungkin kurang menarik bagi aku. Tapi masih oke untuk ukuran acara festival,” ujar Haura.

Di akhir rangkaian BFF, kesan dan pesan pun disampaikan oleh berbagai pihak. Dari sisi panitia, evaluasi menjadi hal penting untuk penyelenggaraan BFF ke depan, terutama terkait dengan perencanaan waktu dan teknis pelaksanaan.

“Semoga tahun depan waktu persiapannya bisa lebih panjang, jadi semuanya lebih siap dan bisa lebih maksimal. Mau itu secara rangkaian acara, ataupun energi dan antusiasme Keluarga Mahasiswa (Kema),” ujar Ghesan

Sementara itu, para suporter berharap BFF tetap menjadi ruang euforia bersama yang menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan antar-fakultas.

“Yang penting BFF tetap ada. Semoga tahun depan lebih seru, lebih pecah, dan semua fakultas bisa sama-sama ngerasain euforianya,” ujar Alvaro.

Penulis : Muhammad Yudhistira Magis Widiawanto

Editor : Fernaldhy Rossi Armanda, Alifia Pilar Alya Hasani

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000586

article 138000587

article 138000588

article 138000589

article 138000590

article 138000591

article 138000592

article 138000593

article 138000594

article 138000595

article 138000596

article 138000597

article 138000598

article 138000599

article 138000600

article 138000601

article 138000602

article 138000603

article 138000604

article 138000605

article 138000606

article 138000607

article 138000608

article 138000609

article 138000610

article 138000611

article 138000612

article 138000613

article 138000614

article 138000615

article 138000616

article 138000617

article 138000618

article 138000619

article 138000620

article 138000621

article 138000622

article 138000623

article 138000624

article 138000625

article 138000626

article 138000627

article 138000628

article 138000629

article 138000630

article 138000631

article 138000632

article 138000633

article 138000634

article 138000635

article 138000636

article 138000637

article 138000638

article 138000639

article 138000640

article 138000641

article 138000642

article 138000643

article 138000644

article 138000645

article 138000646

article 138000647

article 138000648

article 138000649

article 138000650

article 138000651

article 138000652

article 138000653

article 138000654

article 138000655

article 138000656

article 138000657

article 138000658

article 138000659

article 138000660

article 138000661

article 138000662

article 138000663

article 138000664

article 138000665

article 138000666

article 138000667

article 138000668

article 138000669

article 138000670

article 138000671

article 138000672

article 138000673

article 138000674

article 138000675

article 158000426

article 158000427

article 158000428

article 158000429

article 158000430

article 158000436

article 158000437

article 158000438

article 158000439

article 158000440

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 238000301

article 238000302

article 238000303

article 238000304

article 238000305

article 238000306

article 238000307

article 238000308

article 238000309

article 238000310

article 238000311

article 238000312

article 238000313

article 238000314

article 238000315

article 238000316

article 238000317

article 238000318

article 238000319

article 238000320

article 238000321

article 238000322

article 238000323

article 238000324

article 238000325

article 238000326

article 238000327

article 238000328

article 238000329

article 238000330

article 238000331

article 238000332

article 238000333

article 238000334

article 238000335

article 238000336

article 238000337

article 238000338

article 238000339

article 238000340

article 238000341

article 238000342

article 238000343

article 238000344

article 238000345

article 238000346

article 238000347

article 238000348

article 238000349

article 238000350

article 238000351

article 238000352

article 238000353

article 238000354

article 238000355

article 238000356

article 238000357

article 238000358

article 238000359

article 238000360

article 238000361

article 238000362

article 238000363

article 238000364

article 238000365

article 238000366

article 238000367

article 238000368

article 238000369

article 238000370

article 238000371

article 238000372

article 238000373

article 238000374

article 238000375

article 238000376

article 238000377

article 238000378

article 238000379

article 238000380

sumbar-238000291

sumbar-238000292

sumbar-238000293

sumbar-238000294

sumbar-238000295

sumbar-238000296

sumbar-238000297

sumbar-238000298

sumbar-238000299

sumbar-238000300

sumbar-238000301

sumbar-238000302

sumbar-238000303

sumbar-238000304

sumbar-238000305

sumbar-238000306

sumbar-238000307

sumbar-238000308

sumbar-238000309

sumbar-238000310

sumbar-238000311

sumbar-238000312

sumbar-238000313

sumbar-238000314

sumbar-238000315

sumbar-238000316

sumbar-238000317

sumbar-238000318

sumbar-238000319

sumbar-238000320

sumbar-238000321

sumbar-238000322

sumbar-238000323

sumbar-238000324

sumbar-238000325

sumbar-238000326

sumbar-238000327

sumbar-238000328

sumbar-238000329

sumbar-238000330

sumbar-238000331

sumbar-238000332

sumbar-238000333

sumbar-238000334

sumbar-238000335

sumbar-238000336

sumbar-238000337

sumbar-238000338

sumbar-238000339

sumbar-238000340

sumbar-238000341

sumbar-238000342

sumbar-238000343

sumbar-238000344

sumbar-238000345

sumbar-238000346

sumbar-238000347

sumbar-238000348

sumbar-238000349

sumbar-238000350

sumbar-238000351

sumbar-238000352

sumbar-238000353

sumbar-238000354

sumbar-238000355

sumbar-238000356

sumbar-238000357

sumbar-238000358

sumbar-238000359

sumbar-238000360

sumbar-238000361

sumbar-238000362

sumbar-238000363

sumbar-238000364

sumbar-238000365

sumbar-238000366

sumbar-238000367

sumbar-238000368

sumbar-238000369

sumbar-238000370

sumbar-238000371

sumbar-238000372

sumbar-238000373

sumbar-238000374

sumbar-238000375

sumbar-238000376

sumbar-238000377

sumbar-238000378

sumbar-238000379

sumbar-238000380

news-1701