Pelaksanaan sesi tanya jawab bersama audiens melalui Zoom Meeting

Warta Kema – Panitia Pemilihan Raya Mahasiswa (Prama) Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi mengundang Keluarga Mahasiswa (Kema) untuk menghadiri pesta demokrasi pada hari Kamis (10/07). Acara terbagi menjadi dua sesi, Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Majelis Wali Amanat – Wakil Mahasiswa (MWA-WM) dan Debat Terbuka Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Kema Unpad 2025. Undangan diunggah oleh panitia melalui kanal Instagram @pramaunpad.

Diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, dimulai dengan pelaksanaan UKK MWA-WM pada pukul 13.30 WIB. Sesi ini dipanelisi oleh MWA-WM 2024, Mohammad Ichsan Abdilah dan MWA-WM 2023, Fissilmi Kaffah. 

MWA Optimalkan Masa Jabatan dengan Samawa

Melalui Uji Kelayakan ini, calon MWA-WM 2025, Na’im menunjukkan komitmennya untuk merealisasikan aspirasi Kema meskipun sisa masa jabatannya yang kurang dari enam bulan. Ia berencana mewujudkan hal tersebut melalui program unggulannya yang bernama Sapa Mahasiswa Bersama MWA (Samawa). Program ini merupakan langkah konkretnya untuk tetap aktif menjalin komunikasi dan mendekatkan diri dengan seluruh Kema. Dengan demikian, Na’im dapat memastikan suara Kema tetap terwadahi meskipun masa jabatan yang terbatas.

“Ada proker Samawa. MWA nantinya akan datang ke 18 fakultas dalam satu termin itu dan menanyakan isu-isu yang ada secara langsung,” ujar Na’im.

Na’im juga menegaskan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Ia akan membuka forum pertanggungjawaban kepada Kema melalui sebuah program bernama “Titik Bersuara.” Sebagai ruang pengaduan mahasiswa, forum dirancang terbuka dan mudah diakses. Hal ini untuk memastikan bahwa setiap aspirasi, kritik, atau pertanyaan dari Kema dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti.

“Itu bisa, tuh, semua mahasiswa kumpul dan dibuatkan forum untuk memadai aspirasi. Titik bersuara ini juga ada yang online. Jadi, teman-teman nggak harus nunggu kumpul atau MWA ke fakultas, dan itu memang terbuka untuk umum 24/7,” jelas Na’im.

UKK Kurang Atensi, Kemana Kema?

Sayangnya, hingga akhir acara, UKK MWA-WM hanya mendapatkan segelintir antusiasme dan perhatian dari Kema. Partisipasi yang hadir di Zoom Meeting tercatat kurang dari 30 peserta termasuk calon, panelis, panitia, dan tim sukses.

Hal ini diduga terjadi karena rendahnya pemahaman mengenai peran dan fungsi MWA di kalangan mahasiswa. 

“Di sisi lain, masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui secara jelas apa itu MWA dan peran-peran penting yang dimilikinya,” duga Na’im, setelah melakukan survei ke beberapa fakultas.

Menghadapi tantangan ini, Na’im datang dengan visi untuk menghadirkan MWA yang aspiratif, inklusif, dan kolaboratif. Ia bertekad menjadikan MWA sebagai representasi mahasiswa dalam mendorong terwujudnya tata kelola universitas yang adil dan transparan.

Peran MWA Belum Optimal? Ini Janji Na’im 

Na’im menyadari adanya anggapan bahwa keberadaan MWA yang tidak terlalu signifikan dan fungsinya belum dijalankan secara optimal.

“Kondisi faktualnya, MWA yang seharusnya berperan sebagai jembatan antara mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi belum menjalankan fungsinya secara optimal,”  sadar Na’im.

Disampaikan pada saat closing statement, Na’im berjanji akan memutuskan pandangan buruk Kema terhadap MWA. Na’im percaya bahwa MWA memiliki peran krusial dalam representasi mahasiswa.

“Saya juga mau memutuskan pandangan teman-teman yang mungkin bilang meskipun MWA ada atau tidak itu nggak jadi masalah,” janji Na’im.

Peran Na’im sebagai jembatan aspirasi mahasiswa tidak dapat diemban sendiri. Karena itu, ia bersama rekan-rekannya berkomitmen untuk mengupayakan kegiatan yang mendekatkan peran MWA kepada seluruh Kema.

Dengan demikian, Na’im berharap stigma negatif  Kema terhadap MWA dapat dipatahkan.

“Bersama rekan-rekan, saya berencana untuk mengadakan kegiatan dan inisiatif yang secara aktif akan memperkenalkan dan mendekatkan peran MWA kepada seluruh mahasiswa. Tujuannya, agar keberadaan MWA tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sebagai entitas yang benar-benar bermanfaat dan relevan bagi kehidupan kampus,” tutup Na’im kemudian.

Debat Terbuka Calon Ketua dan Calon Wakil Ketua BEM Kema Unpad 2025

Debat terbuka Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Kema Unpad 2025 ini menjadi momentum penting untuk menguji kapasitas, komitmen, dan arah kepemimpinan dua pasangan calon (paslon) dalam masa jabatan lima bulan ke depan. Panelis debat tersebut adalah dua mantan ketua BEM Kema Unpad, yaitu Riezal Ilham Pratama (2020) dan Virdian Aurellio (2022).

Debat terbuka yang dilakukan menyoroti tiga isu utama yang mencerminkan keresahan sekaligus kebutuhan Mahasiswa Unpad hari ini.

  1. Relevansi organisasi mahasiswa. Apakah keberadaan BEM Kema Unpad masih relevan di tengah kelancaran organisasi fakultas dan UKM?
  2. Regulasi dan birokrasi kampus. Bagaimana paslon akan merespons tumpang tindihnya regulasi kampus serta lambannya sistem administratif yang kerap merugikan mahasiswa?
  3. Isu kesejahteraan mahasiswa. Mulai dari UKT, beasiswa, hingga ruang aman dan nyaman, apa strategi paslon dalam mewujudkan kampus yang benar-benar berpihak pada mahasiswa?

Ketiga topik tersebut menunjukkan sejauh mana paslon memahami akar permasalahan dan mampu menawarkan solusi konkret dalam waktu kepengurusan yang hanya 5 bulan. 

Jawaban dan Respons

Paslon 01 – Sammy & Sei

Sammy & Sei datang dengan narasi #pakaihati. Dikutip dari booklet Isi Hati, Sammy & Sei membawa kegelisahan, mimpi, dan kepedulian yang tumbuh dari pengamatan hal-hal kecil yang sering luput dilihat. Mereka percaya bahwa organisasi juga perlu digerakkan oleh rasa dan empati.

Menjawab isu relevansi organisasi mahasiswa, Sammy menekankan bahwa BEM Kema Unpad harus menjadi ruang yang menyatukan seluruh elemen kampus, termasuk satpam, bapak supir odong, dan petugas kebersihan. Mereka berkomitmen pada pemulihan kepercayaan publik terhadap BEM melalui pendekatan hati yang nyata.

Untuk isu regulasi dan birokrasi kampus, Sammy-Sei membawa program kerja inovasi, yaitu SAFE TALK sebagai safety procedure dalam penanganan dan pencegahan segala bentuk kekerasan, dan SAPA Unpad yang merupakan sebuah website dengan fokus pada pelayanan mahasiswa berupa penyediaan informasi dan penjaringan aspirasi Kema Unpad.

Mengenai isu kesejahteraan mahasiswa, Sammy menegaskan “Kami jelas untuk ruang nyaman dan aman itu bukan prioritas, itu kewajiban dan tanggung jawab seorang pemimpin.”

Paslon 02 – Vincent & Ezra

Vincent & Ezra membawa narasi #KitaMasihAda. Dalam booklet-nya, Vincent-Ezra mengatakan bahwa mereka ingin mewujudkan BEM yang mendengar lebih dulu sebelum bersuara, BEM yang bertindak lebih dulu sebelum berjanji. Mengangkat Collective Care sebagai budaya utama, Vincent-Ezra menempatkan kesejahteraan, terutama kesejahteraan emosional, sebagai urusan bersama, bukan tanggung jawab pribadi semata.

Dalam isu relevansi organisasi mahasiswa, mereka menyebutkan pentingnya visibilitas BEM Kema Unpad sebagai “ruang temu” yang menjembatani antarfakultas dan advokasi lintas jurusan, terutama dalam hal pengajuan SK, beasiswa, hingga komunikasi kebijakan kampus.

Untuk isu regulasi dan birokrasi kampus, Vincent-Ezra membawa reformasi 3 aspek utama yakni, tata kerja internal organisasi, tata kelola informasi Universitas Padjadjaran, dan tata negara kelembagaan mahasiswa.

Sementara soal isu kesejahteraan mahasiswa, mereka menjanjikan optimalisasi Portal Students Unpad (PACIS), Apresiasi dan Rekognisi Minat dan Bakat, dan Reformasi Tata Kelola Ruang Aman Padjadjaran. Vincent-Ezra menyatakan tidak akan kompromi terhadap kekuasaan luar kampus.

Tanya Jawab Bersama Kema Unpad

Sesi tanya jawab dengan Kema Unpad menjadi bagian menarik dalam debat terbuka ini. Para mahasiswa menilik latar belakang serta menguji integritas dan konsistensi kedua paslon terhadap dua isu krusial, yaitu komitmen terhadap ruang aman serta kerangka dan fungsi Satuan Pengawas Internal (SPI) yang diusung kedua paslon.

Isu Ruang aman menjadi salah satu hal penting yang muncul dalam sesi tanya jawab. Salah satu Kema Unpad mempertanyakan apakah kedua paslon memiliki rekam jejak sebagai pelaku, pembiar, ataupun enabler dalam kasus kekerasan seksual, baik secara pribadi maupun dalam kapasitas organisasi.

Paslon 02, Vincent-Ezra, menjawab dengan tegas.

“Sejak tahun pertama di Unpad, saya tidak pernah menoleransi kekerasan seksual, candaan misoginis, dan diskriminasi. Track record  kami bersih. Tapi itu saja tidak cukup, komitmen kami adalah membangun ruang aman melalui pendekatan struktural,” ungkap Ezra.

Paslon 01 juga menyatakan posisi yang tegas terhadap isu ini.

“Kami bukan hanya berkomitmen untuk tidak melakukan kekerasan seksual, kami siap untuk mendapat suatu konsekuensi yang ditentukan oleh Kema Unpad jika melakukan hal tersebut. Komitmen ini akan diturunkan ke seluruh fungsionaris BEM Kema Unpad 2025,” ucap Sei.

Kemudian, pembahasan terus berlanjut ke isu Satuan Pengawas Internal (SPI) yang diusung oleh kedua paslon dengan pendekatan yang berbeda.

Sammy-Sei merancang SPI sebagai satuan kerja secara tegas untuk sistem monitoring, apresiasi dan evaluasi dengan mengambil beberapa fungsi Standar Prosedur Operasional (SPO) ke dalamnya. Mereka menyebut adanya playbook internal sebagai kode etik yang mengatur batasan fungsionaris BEM Kema Unpad.

“Kami tidak bicara soal beban kerja yang dimasukkan secara khusus ke SPI, tapi kami berbicara efisiensi dan efektivitas dari SPI tersebut. Ini jadi satu tantangan bagi kami, bagaimana SPI perlu dikuatkan karena alur komunikasi akan langsung ke Ketua dan Wakil Ketua BEM Kema Unpad,” tegas Sammy.

Sementara itu, Vincent-Ezra mengungkapkan kerangka SPI mereka berlandaskan COSO Framework. Mereka memisahkan fungsi SPO ke Biro Manajemen Sumber Daya Organisasi (MSDO) demi efektivitas dan mencegah tumpah tindih beban kerja.

“Kami tetap punya fungsi-fungsi lainnya yang kami tempatkan di MSDO sebagai bidang yang kami buat baru dan akhirnya menjadi komitmen kami supaya perjalanan ini lebih efektif berdasarkan internalisasi yang lebih efisien,” jelas Vincent.

Kedua paslon sepakat bahwa ruang aman dan tata kelola pengawasan internal menjadi fondasi kepemimpinan yang etis dan responsif. Perbedaan keduanya terletak pada cara merancang struktur kerja dan strategi pelaksanaannya.

Perubahan Rundown yang Tiba-Tiba

Sesi debat terbuka pada Uji Publik ini sempat terpotong oleh istirahat ibadah sholat Isya bagi yang beragama Islam. Namun, sesi debat terbuka yang belum selesai ini secara tiba-tiba berganti menjadi sesi tanya jawab dengan Kema Unpad.

Salah satu anggota tim sukses (timses) pasangan calon nomor urut 2, Dayat, menyadari hal ini menegur di kolom komentar.

“Kang, Teh, punten, ini sesi sebelumnya belum selesai. Kenapa sudah berganti ke sesi berikutnya, ya?” tegur Dayat.

Sesi debat yang berlangsung berhenti di mosi debat yang kedua: “Regulasi dan birokrasi kampus”. Dengan bobot masing-masing mosi debat yang sama-sama penting di mata Kema Unpad, hal ini tentu menjadi pertanyaan. Akibatnya, ada beberapa substansi yang belum terjawab oleh kedua paslon.

Salah satu Kema Unpad yang mengikuti Uji Publik dan menjadi peserta di Zoom Meeting, Timothy, ikut bertanya di kolom komentar.

“Bukannya (di sesi debat terbuka ini) ada 3 topik (mosi debat) ya? Tapi kenapa setelah topik ke-2 langsung QnA (dengan peserta zoom)?” tanya Timothy.

Sayangnya, pertanyaan-pertanyaan ini tidak dihiraukan oleh panitia. Acara kemudian dilanjutkan, sesi tanya jawab dengan peserta dimulai dari pertanyaan yang diajukan oleh salah satu Kema Unpad.

Apa Kabar Inklusivitas?

Permasalahan lain muncul ketika salah satu Kema Unpad yang berada di Zoom Meeting, Octa, bertanya apakah diperbolehkan untuk merespon jawaban yang diberikan oleh pasangan calon yang dia tanyakan. Moderator menjawab bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan, yang—lagi-lagi—memicu keributan di kolom komentar Zoom Meeting tersebut. 

“Yah, cuma dikasih sesi nanya doang, nggak ada sesi menanggapi,” cetus Nathania Alisha, salah satu Kema Unpad, menyampaikan kekecewaannya.

Keributan di kolom komentar membahas bagaimana tidak profesionalnya kinerja Prama, sebagai panitia penyelenggara Uji Publik, menangani berbagai rundown serta teknis acara. Beberapa peserta menunjukkan bagaimana sikap panitia Prama ini terkesan sangat terburu-buru.

“Ngebet liburan euy, mau cepet beres,” celetuk Aqwa, salah satu Kema Unpad dalam komentar Zoom Meeting. 

Beberapa mahasiswa lain yang berada di kolom komentar juga turut berkomentar bahwa mereka bersedia saja kalau Uji Publik ini berlangsung hingga pagi hari. Mereka tidak mempermasalahkan apabila Uji Publik berlangsung lebih lama asalkan semua substansi telah tersampaikan dengan baik.

Kekacauan yang terjadi di kolom komentar makin memanas ketika pertanyaan salah satu Kema Unpad, Abel Putra, hanya dijawab oleh satu paslon saja. Protes-protes dari Kema Unpad yang mengikuti forum pun memenuhi kolom komentar Zoom Meeting Uji Publik Prama yang sedang berlangsung.

“Kegiatan hari ini sangat tidak inklusif untuk Kema Unpad,” ujar Ahmad Gandi, salah satu Kema Unpad yang berpartisipasi di dalam Zoom Meeting tersebut. 

Pernyataan Ahmad disokong oleh tanggapan Kema Unpad lain, Gloria Stevanie yang berpartisipasi di dalam zoom meeting tersebut. 

“Prama, tolong berikan hak kepada Kema Unpad untuk mendalami kedua paslon secara jelas,” tegasnya. 

Gloria berpendapat bahwa Prama bertanggung jawab jika terjadi kegagalan regenerasi karena terus mencabut hak Kema mendengarkan pendapat kedua paslon yang ada di ruangan zoom.

Krisis tidak kunjung diberi perhatian, kolom komentar zoom meeting semakin ricuh. Pihak panitia sampai ditegur oleh salah satu Kema Unpad, menggunakan kesempatannya bertanya kepada salah satu paslon.

Pasangan Calon turut Unjuk Suara

Dihadapkan dengan kondisi Panitia yang terus-menerus mengacuhkan protes yang disampaikan oleh Kema Unpad, pasangan calon nomor urut 02 pun akhirnya unjuk suara. Mereka menggunakan waktu menjawab pertanyaan yang disediakan untuk bertanya mengenai kejelasan batas waktu yang diberikan pada masing-masing pasangan calon.

“Masing-masing pasangan calon menjawab selama 2 menit,” jelas Tia Oktavia, moderator Uji Publik, mengonfirmasi ketersediaan waktu yang dimiliki oleh masing-masing pasangan calon.

Krisis ini membuat Pasangan Calon nomor urut 01, Sammy dan Sei, unjuk suara mengutarakan kekecewaan mereka terhadap Prama pada salah satu kesempatan mereka untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh salah satu Kema Unpad. Sammy mengungkapkan bahwa mereka berdua sudah lama ingin berdebat dan bertukar pandangan satu sama lain, dan merasa bahwa Uji Publik ini dapat menjadi forum yang tepat untuk melakukan hal ini. 

“Tapi lagi dan lagi, ketika kang Vincent bertanya (pada waktu debat) saya tidak diberi kesempatan menjawab. Ketika Kang Okta bertanya juga saya tidak dikasih kesempatan menjawab. Maka ini adalah pembungkaman, ini adalah salah satu represifitas dari teman-teman Prama,” ujar Sammy, calon Ketua Bem pasangan calon nomor urut 01.

Agenda tanya jawab dengan peserta berakhir dengan permintaan maaf dari MC karena terjadinya miskomunikasi internal. Kemudian, MC mempersilakan moderator untuk melanjutkan sesi debat terbuka yang semula terpotong.

Apa Respon Prama?

Beberapa hari yang lalu, pihak Warta Kema sempat menghubungi Ketua Badan Pengurus Prama 2025, Marvell, untuk wawancara seputar Uji Publik dan Debat Terbuka yang dilaksanakan Kamis (10/07) lalu. Namun sayangnya, ajakan wawancara yang disampaikan melalui platform Line tersebut tidak ditanggapi oleh Marvell.

Pada Kamis (17/07), seminggu setelah pelaksanaan Uji Publik, Badan Pengurus Prama mengungkapkan permintaan maaf atas kelalaian yang terjadi selama  sesi Debat Terbuka melalui surat pernyataan yang diunggah di Instagram @pramaunpad.

Komisioner Manajemen Perencanaan Prama Unpad 2025, Rakha Naufal Azmi, menyatakan bahwa kendala serta krisis yang terjadi pada Uji Publik tersebut disebabkan oleh kurangnya persiapan hal teknis dan juga nonteknis. Rakha juga menjelaskan bahwa perangkat yang dipakai sempat mengalami kendala di salah satu sesi debat yang berlangsung.

“Kami juga ingin meminta maaf karena kurang transparan dalam melakukan klarifikasi di mana terjadinya kendala pada Timekeeper selama debat berlangsung,” tutur Rakha dalam surat pernyataannya.

Permintaan maaf yang disampaikan seminggu setelah berakhirnya acara ini cukup disayangkan. Hal ini disebabkan isi dari permintaan maaf hanya berupa pengakuan dari pihak panitia atas kelalaian yang mereka perbuat. Alangkah baiknya, permintaan maaf ini segera disampaikan saat acara berlangsung sehingga acara lebih maksimal dalam memfasilitasi Kema Unpad dan Pasangan Calon yang tengah diuji.

Uji publik ini banyak menantang ideologi yang dibawakan oleh masing-masing pasangan calon dan menguji pemahaman mereka tentang apa yang akan mereka bawakan jika mereka terpilih sebagai pemimpin. Akan tetapi, sangat disayangkan bahwa UKK MWA-WM tidak mendapatkan atensi sebanyak Uji Publik Calon Ketua dan Wakil Ketua dua pasangan calon ini.

Reporter: Aisyah Kayla Syadina, Rofi Roudhiatin Dwi Andini, Wulan Suciyati Maharani

Editor: Ammara Azwadiena Alfiantie, Fernaldhy Rossi Armanda, Syafina Ristia Putri

Authors

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

yakinjp

yakinjp

maujp

TOTOMACAU

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

article 8888000686

article 8888000687

article 8888000688

article 8888000689

article 8888000690

article 8888000691

article 8888000692

article 8888000693

article 8888000694

article 8888000695

article 8888000696

article 8888000697

article 8888000698

article 8888000699

article 8888000700

article 8888000701

article 8888000702

article 8888000703

article 8888000704

article 8888000705

article 8888000706

article 8888000707

article 8888000708

article 8888000709

article 8888000710

article 8888000711

article 8888000712

article 8888000713

article 8888000714

article 8888000715

article 8888000716

article 8888000717

article 8888000718

article 8888000719

article 8888000720

article 8888000721

article 8888000722

article 8888000723

article 8888000724

article 8888000725

mahjong 9998000701

mahjong 9998000702

mahjong 9998000703

mahjong 9998000704

mahjong 9998000705

mahjong 9998000706

mahjong 9998000707

mahjong 9998000708

mahjong 9998000709

mahjong 9998000710

mahjong 9998000711

mahjong 9998000712

mahjong 9998000713

mahjong 9998000714

mahjong 9998000715

mahjong 9998000716

mahjong 9998000717

mahjong 9998000718

mahjong 9998000719

mahjong 9998000720

mahjong 9998000721

mahjong 9998000722

mahjong 9998000723

mahjong 9998000724

mahjong 9998000725

mahjong 9998000726

mahjong 9998000727

mahjong 9998000728

mahjong 9998000729

mahjong 9998000730

mahjong 9998000731

mahjong 9998000732

mahjong 9998000733

mahjong 9998000734

mahjong 9998000735

mahjong 9998000736

mahjong 9998000737

mahjong 9998000738

mahjong 9998000739

mahjong 9998000740

mahjong 9998000741

mahjong 9998000742

mahjong 9998000743

mahjong 9998000744

mahjong 9998000745

mahjong 9998000746

mahjong 9998000747

mahjong 9998000748

mahjong 9998000749

mahjong 9998000750

mahjong 838000788

mahjong 838000789

mahjong 838000790

mahjong 838000791

mahjong 838000792

mahjong 838000793

mahjong 838000794

mahjong 838000795

mahjong 838000796

mahjong 838000797

mahjong 838000798

mahjong 838000799

mahjong 838000800

mahjong 838000801

mahjong 838000802

mahjong 838000803

mahjong 838000804

mahjong 838000805

mahjong 838000806

mahjong 838000807

mahjong 838000808

mahjong 838000809

mahjong 838000810

mahjong 838000811

mahjong 838000812

mahjong 838000813

mahjong 838000814

mahjong 838000815

mahjong 838000816

mahjong 838000817

mahjong 838000818

mahjong 838000819

mahjong 838000820

mahjong 838000821

mahjong 838000822

mahjong 838000823

mahjong 838000824

mahjong 838000825

mahjong 838000826

mahjong 838000827

mahjong 838000828

mahjong 838000829

mahjong 838000830

mahjong 838000831

mahjong 838000832

mahjong 838000833

mahjong 838000834

mahjong 838000835

mahjong 838000836

mahjong 838000837

article 5500346

article 5500347

article 5500348

article 5500349

article 5500350

article 5500351

article 5500352

article 5500353

article 5500354

article 5500355

article 5500356

article 5500357

article 5500358

article 5500359

article 5500360

article 5500361

article 5500362

article 5500363

article 5500364

article 5500365

article 5500366

article 5500367

article 5500368

article 5500369

article 5500370

article 5500371

article 5500372

article 5500373

article 5500374

article 5500375

article 5500376

article 5500377

article 5500378

article 5500379

article 5500380

article 5500381

article 5500382

article 5500383

article 5500384

article 5500385

mahjong 2000546

article 2000547

article 2000548

article 2000549

article 2000550

article 2000551

article 2000552

article 2000553

article 2000554

article 2000555

article 2000556

article 2000557

article 2000558

article 2000559

article 2000560

article 2000561

article 2000562

article 2000563

article 2000564

article 2000565

article 2000566

article 2000567

article 2000568

article 2000569

article 2000570

article 2000571

article 2000572

article 2000573

article 2000574

article 2000575

article 2000576

article 2000577

article 2000578

article 2000579

article 2000580

article 2000581

article 2000582

article 2000583

article 2000584

article 2000585

article 2000586

article 2000587

article 2000588

article 2000589

article 2000590

article 2000591

article 2000592

article 2000593

article 2000594

article 2000595

mahjong 2990612

article 2990606

article 2990607

article 2990608

article 2990609

article 2990610

article 2990611

article 2990613

article 2990614

article 2990615

article 2990616

article 2990617

article 2990618

article 2990619

article 2990620

article 2990621

article 2990622

article 2990623

article 2990624

article 2990625

article 2990626

article 2990627

article 2990628

article 2990629

article 2990630

article 2990631

article 2990632

article 2990633

article 2990634

article 2990635

article 2990636

article 2990637

article 2990638

article 2990639

article 2990640

article 2990641

article 2990642

article 2990643

article 2990644

article 2990645

article 2990646

article 2990647

article 2990648

article 2990649

article 2990650

article 2990651

article 2990652

article 2990653

article 2990654

article 2990655

artikel 000000091

artikel 000000092

artikel 000000093

artikel 000000094

artikel 000000095

artikel 000000096

artikel 000000097

artikel 000000098

artikel 000000099

artikel 000000100

artikel 000000101

artikel 000000102

artikel 000000103

artikel 000000104

artikel 000000105

artikel 000000106

artikel 000000107

artikel 000000108

artikel 000000109

artikel 000000110

artikel 000000111

artikel 000000112

artikel 000000113

artikel 000000114

artikel 000000115

artikel 000000116

artikel 000000117

artikel 000000118

artikel 000000119

artikel 000000120

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

mahjong 000136

mahjong 000137

mahjong 000138

mahjong 000139

mahjong 000140

mahjong 000141

mahjong 000142

mahjong 000143

mahjong 000144

mahjong 000145

mahjong 000146

mahjong 000147

mahjong 000148

mahjong 000149

mahjong 000150

mahjong 000151

mahjong 000152

mahjong 000153

mahjong 000154

mahjong 000155

mahjong 000156

mahjong 000157

mahjong 000158

mahjong 000159

mahjong 000160

mahjong 000161

mahjong 000162

mahjong 000163

mahjong 000164

mahjong 000165

mahjong 000166

mahjong 000167

mahjong 000168

mahjong 000169

mahjong 000170

mahjong 000171

mahjong 000172

mahjong 000173

mahjong 000174

mahjong 000175

mahjong 000176

mahjong 000177

mahjong 000178

mahjong 000179

mahjong 000180

mahjong 000181

mahjong 000182

mahjong 000183

mahjong 000184

mahjong 000185

article 10000506

article 10000507

article 10000508

article 10000509

article 10000510

article 10000511

article 10000512

article 10000513

article 10000514

article 10000515

article 10000516

article 10000517

article 10000518

article 10000519

article 10000520

article 10000521

article 10000522

article 10000523

article 10000524

article 10000525

article 10000526

article 10000527

article 10000528

article 10000529

article 10000530

article 10000531

article 10000532

article 10000533

article 10000534

article 10000535

article 10000536

article 10000537

article 10000538

article 10000539

article 10000540

article 10000541

article 10000542

article 10000543

article 10000544

article 10000545

article 10000546

article 10000547

article 10000548

article 10000549

article 10000550

article 10000551

article 10000552

article 10000553

article 10000554

article 10000555

article 22220411

article 22220412

article 22220413

article 22220414

article 22220415

article 22220416

article 22220417

article 22220418

article 22220419

article 22220420

article 22220421

article 22220422

article 22220423

article 22220424

article 22220425

article 22220426

article 22220427

article 22220428

article 22220429

article 22220430

article 22220431

article 22220432

article 22220433

article 22220434

article 22220435

article 22220436

article 22220437

article 22220438

article 22220439

article 22220440

article 22220441

article 22220442

article 22220443

article 22220444

article 22220445

article 22220446

article 22220447

article 22220448

article 22220449

article 22220450

news-1701
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

content-1701