Tukang parkir di depan minimarket Jatinangor (Sumber: Muhammad Hasbi Al Farizi / Fotografi Warta Kema)
Tukang parkir di depan minimarket Jatinangor (Sumber: Muhammad Hasbi Al Farizi / Fotografi Warta Kema)

Warta Kema   –   Pungutan liar (pungli) bukan hal yang baru di jalanan. Fenomena ini seringkali kita temui saat berkunjung ke toko-toko atau minimarket di jalan. Tukang parkir biasanya mengharapkan biaya parkir setelah kendaraan kita dijaga oleh mereka. Namun, belakangan ini penerapan pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mulai berlaku. Lantas apa yang memicu para tukang parkir untuk mulai menerapkan pembayaran melalui QRIS?

Menurut salah satu tukang parkir di Jatinangor berinisial B. Z., penerapan pembayaran QRIS sudah mulai berjalan sejak satu tahun yang lalu dan ia pun menyampaikan alasan mulai diterapkannya.

“Kalau QRIS baru sih, baru setahun karena ‘kan kebanyakan dari mahasiswa yang gak bawa cash,” ujarnya.

B. Z. menyampaikan bahwa pembayaran QRIS merupakan hasil diskusi dan kesepakatan sesama tukang parkir agar pengendara yang tidak membawa uang tunai diharapkan dapat membayar parkir.

“Kalau QRIS sebenarnya sempat diobrolin (sesama tukang parkir) karena memang banyak banget (pengendara) yang gak bawa cash, bisa 40 motor lah yang gak bawa cash kadang sampai sore gak ada setoran karena gak dapat duit,” ujarnya.

Setelah diberlakukannya pembayaran QRIS, B. Z. mengaku bahwa ia merasakan perbedaan dari jumlah pemasukkan jika dibandingkan dengan sebelum berlakunya pembayaran QRIS.

“Sejak ada (pembayaran) QRIS, alhamdulillah ada pemasukkan sih, yang tadinya ada 20 motor gak ngasih semua ‘kan karena memang gak ada cash, sekarang ada lah sebagian yang bayar,” ujarnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pembayaran parkir pungli melalui QRIS yang diterapkan oleh tukang parkir merupakan hal yang baru. B. Z. menyampaikan tanggapan yang beragam dari para pengendara.

“Ada aja sih yang nolak, tapi tergantung ya kalau ada yang mau bayar, mereka sendiri yang minta (ditunjukkan QRIS),” ujarnya.

B. Z. pun menyampaikan cara ia menanggapi para pengendara yang tidak bersedia untuk membayar parkir, baik dengan uang tunai maupun dengan QRIS.

“Kalau saya mah gapapa kalau gak mau bayar, cukup bilang saja terima kasih. Tapi beda-beda ‘kan ya ada (tukang parkir) yang emosian, kalau saya mah, disenyumin saja, jadi pengendara gak kapok buat datang lagi,” ujarnya.

Meskipun pembayaran parkir pungli melalui QRIS dapat dinilai memudahkan para pengendara, B. Z. mengatakan bahwa ada beberapa pengendara yang protes setelah ditawarkan untuk membayar parkir melalui QRIS.

“Mungkin dia gak mau bayar, (karena) pas saya tawarin (pembayaran) pakai QRIS, dia malah marah, nanya kenapa jadi pakai QRIS gini,” ujarnya.

B. Z. menambahkan bahwa bukan hanya pengendara yang protes, beberapa pemilik toko juga turut menyampaikan kepada para tukang parkir untuk tidak menerapkan pembayaran melalui QRIS.

“Ada sebagian (pemilik toko) yang gak suka karena mereka takut pelanggannya gak datang lagi, jadi mereka (pemilik toko) bilang gak usah pakai QRIS. Banyak pengendara yang ngomong (kepada pemilik toko) dibilang maksa pakai QRIS, jadi pemilik toko suka ngeliatin,” ujarnya.

Memang di satu sisi membayar parkir pungli dapat merugikan para pengendara, salah satu mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan inisial D. R. menyampaikan bahwa ia jarang membayar parkir pungli dalam keadaan tertentu.

“Kadang cuman jajan bentar tapi bayar parkir dua ribu gitu, itu gak enak banget rasanya. Kalau tukang parkirnya agak cuek biasanya langsung cabut (pergi), kadang malah kalau misalnya mau beli sesuatu tapi gak ada, tetap harus bayar parkir jadi tetap harus keluar uang dan kalau gak bayar tukang parkirnya suka pasang muka gak enak gitu,” ujarnya.

D. R. juga menambahkan bahwa ia mulai sering membayar parkir pungli sejak diterapkannya pembayaran melalui QRIS. D. R. juga menyampaikan bahwa ia terpaksa membayar parkir pungli karena hal itu.

“Sebenarnya kadang itu sengaja gak bawa cash biar bisa alasan ke tukang parkir, tapi kalau tiba-tiba tukang parkirnya punya QRIS ya terpaksa harus bayar jadinya. Jadi gak bisa alasan lagi dan harus tetap bayar parkir,” ujarnya.

Dampak dari penerapan pembayaran parkir pungli melalui QRIS menimbulkan berbagai tanggapan, ada yang merasa termudahkan, ada pula yang merasa terpaksa membayar. Namun, dengan berbagai macam tanggapan, apakah ke depannya QRIS dapat mengatasi masalah pembayaran pungli yang selama ini mengganggu para pengendara?

Penulis : Danish Kennard AziziEditor : Fernaldhy Rossi Armanda, Alifia Pilar Alya Hasani

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

maujp

maujp

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

118000616

118000617

118000618

118000619

118000620

118000621

118000622

118000623

118000624

118000625

118000626

118000627

118000628

118000629

118000630

118000631

118000632

118000633

118000634

118000635

118000636

118000637

118000638

118000639

118000640

118000641

118000642

118000643

118000644

118000645

118000646

118000647

118000648

118000649

118000650

118000651

118000652

118000653

118000654

118000655

118000656

118000657

118000658

118000659

118000660

118000661

118000662

118000663

118000664

118000665

118000666

118000667

118000668

118000669

118000670

118000671

118000672

118000673

118000674

118000675

118000676

118000677

118000678

118000679

118000680

118000681

118000682

118000683

118000684

118000685

118000686

118000687

118000688

118000689

118000690

128000676

128000677

128000678

128000679

128000680

128000681

128000682

128000683

128000684

128000685

128000686

128000687

128000688

128000689

128000690

128000691

128000692

128000693

128000694

128000695

128000696

128000697

128000698

128000699

128000700

128000701

128000702

128000703

128000704

128000705

128000706

128000707

128000708

128000709

128000710

128000711

128000712

128000713

128000714

128000715

128000716

128000717

128000718

128000719

128000720

128000721

128000722

128000723

128000724

128000725

128000726

128000727

128000728

128000729

128000730

138000421

138000422

138000423

138000424

138000425

138000426

138000427

138000428

138000429

138000430

138000431

138000432

138000433

138000434

138000435

138000431

138000432

138000433

138000434

138000435

138000436

138000437

138000438

138000439

138000440

208000341

208000342

208000343

208000344

208000345

208000346

208000347

208000348

208000349

208000350

208000351

208000352

208000353

208000354

208000355

208000356

208000357

208000358

208000359

208000360

208000361

208000362

208000363

208000364

208000365

208000366

208000367

208000368

208000369

208000370

208000371

208000372

208000373

208000374

208000375

208000376

208000377

208000378

208000379

208000380

208000381

208000382

208000383

208000384

208000385

208000386

208000387

208000388

208000389

208000390

208000391

208000392

208000393

208000394

208000395

208000396

208000397

208000398

208000399

208000400

208000401

208000402

208000403

208000404

208000405

208000406

208000407

208000408

208000409

208000410

208000411

208000412

208000413

208000414

208000415

208000416

208000417

208000418

208000419

208000420

208000421

208000422

208000423

208000424

208000425

208000426

208000427

208000428

208000429

208000430

228000051

228000052

228000053

228000054

228000055

228000056

228000057

228000058

228000059

228000060

238000211

238000212

238000213

238000214

238000215

238000216

238000217

238000218

238000219

238000220

238000221

238000222

238000223

238000224

238000225

238000226

238000227

238000228

238000229

238000230

news-1701