
Warta Kema – Semarak Fest, sebagai acara puncak dari rangkaian Agriday 2025, telah sukses digelar dan dihadiri oleh lebih dari 1200 orang pada Kamis (13/11/2025) di Lapangan PPBS Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Acara tahunan ini diselenggarakan oleh Program Studi Agribisnis Unpad dan menjadi ruang bagi mahasiswa semester 5 untuk menampilkan produk inovatif yang mereka kembangkan. Sebagaimana dijelaskan oleh Rafli, Vice Project Officer Agriday 2025, Agriday merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pembelajaran dan kreativitas mereka dalam bentuk karya nyata. Agriday sendiri memiliki rangkaian kegiatan yang cukup panjang dan beragam. Sebelum memasuki acara puncak, terdapat pula pre-event dan berbagai kompetisi bisnis yang melibatkan mahasiswa dan siswa SMA. Kompetisi tersebut meliputi Agribusiness Plan Competition (ABPC), Agribusiness Case Competition (ABCC), serta Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang secara khusus diperuntukkan bagi siswa SMA. Keseluruhan rangkaian ini dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam menyusun ide bisnis, memecahkan kasus agribisnis, serta memahami dinamika nyata di dunia pertanian modern.

Puncak dari seluruh kegiatan ini adalah Semarak Fest. Rafli menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, exhibition produk mahasiswa biasanya hanya dilakukan di ruang kelas dan bersifat internal. Produk-produk tersebut ditampilkan di hadapan dosen dan investor saja. Namun, panitia merasa bahwa konsep seperti itu kurang memberikan ruang yang memadai bagi karya mahasiswa. Berangkat dari evaluasi tersebut, Semarak Fest kemudian dikembangkan menjadi acara yang lebih meriah dengan panggung hiburan, kehadiran tenan eksternal, serta pengunjung dari berbagai kalangan agar dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mempresentasikan produk mereka, mendapatkan feedback dari konsumen langsung, dan merasakan pengalaman berjualan secara nyata.

Acara Agriday sendiri juga tidak dapat dilepaskan dari mata kuliah Agribisnis Unpad, yakni Business Enabling Development Program (BEDP), yang terdiri dari BEDP 1, BEDP 2, dan BEDP 3. Pada BEDP 1, mahasiswa diminta membuat konsep produk inovatif. Pada BEDP 2, mereka belajar langsung di perusahaan melalui program magang untuk memahami proses inovasi dan produksi. Kemudian, BEDP 3 menjadi tahap penerapan seluruh pengetahuan tersebut dalam bentuk produk yang akhirnya dipamerkan pada Agriday. Dengan demikian, Agriday juga merupakan bagian dari proses pembelajaran praktis yang komprehensif. Penyelenggaraan Agriday 2025 juga tidak terlepas dari kolaborasi banyak pihak. Mahasiswa Agribisnis Unpad tentunya menjadi aktor utama yang mengembangkan produk, sementara dosen, terutama dosen mata kuliah BEDP, berperan penting dalam memberikan arahan akademik dan menghubungkan mahasiswa dengan investor. Investor yang hadir sebagian besar merupakan alumni maupun relasi dosen, yang dihubungi untuk memberikan dukungan dan penilaian terhadap produk mahasiswa.
Selain itu, panitia juga menghadirkan rangkaian kegiatan yang lebih beragam. Terdapat bazar dengan lebih dari 30 tenan yang menawarkan berbagai produk inovasi makanan dan minuman, dengan berbagai games interaktif yang membuat suasana semakin hidup dan melibatkan partisipasi aktif para pengunjung. Pada sesi utama, terdapat sesu Talkshow dengan tema “Dari Mimpi Jadi Aksi: Perjalanan Bisnis yang Menyatukan Asa dan Makna”, dengan narasumber Faldi Adisajana, S.P, yang membagikan pengalaman dan wawasan mengenai proses berjalannya sebuah bisnis kreatif dan inovatif. Talkshow ini dipandu oleh Maura Alinna Rahadian sebagai moderator. Panitia juga menghadirkan para guest star yaitu SUKADANSA, Dava Habil, dan The Sixth Sense, yang turut memeriahkan acara Agriday 2025.
Di akhir wawancara, Rafli menyampaikan harapan besarnya untuk Agriday 2026. Ia berharap acara tahun depan bisa lebih meriah, dengan jumlah tenan yang lebih banyak, guest star yang lebih besar, serta narasumber dan moderator yang semakin berkualitas. Ia juga berharap mahasiswa semester 5 nantinya tidak berhenti pada tahap pembuatan produk saja. Menurutnya, banyak karya mahasiswa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh. Rafli ingin agar mahasiswa lebih percaya diri terhadap nilai jual produk mereka dan terus mengembangkannya hingga benar-benar memiliki keberlanjutan dan dampak nyata.


