Aksi Gawat Darurat (11/06) di Gedung DPRD Jawa Barat (Warta Kema/Departemen Fotografi)

Warta Kema – Sejumlah mahasiswa dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan beberapa perguruan tinggi lainnya bergabung dalam aksi gawat darurat bertajuk Indonesia Di Ambang Kritis: Rakyat Bangkit Rebut Kedaulatan yang digelar di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Kota Bandung (11/06). Dalam aksi tersebut, massa aksi menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp17.946 per dolar AS serta kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. 

Rama, salah seorang massa aksi, menjelaskan bahwa aksi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB setelah mengalami penundaan selama satu jam dari jadwal semula. Pengunduran jadwal tersebut disebabkan oleh sejumlah aliansi mahasiswa yang terkendala jarak tempuh menuju lokasi. Penundaan ini membuat rangkaian aksi yang telah disusun dalam rundown mundur dari jadwal awal dan baru berjalan mendekati pukul 15.00 WIB. 

“Unjuk rasanya tuh sebenarnya dimulai dari rundown-nya jam satu, cuman karena beberapa aliansi terkendala jarak jadi diundur satu jam, di jam dua, hampir jam tiga,” ujar Rama

Massa aksi kemudian melakukan long march dari kawasan Monumen Perjuangan menuju halaman Gedung DPRD Jawa Barat sambil membawa berbagai tuntutan terkait isu yang diangkat. Setibanya di lokasi, massa menggelar mimbar bebas yang diisi dengan orasi dari perwakilan organisasi mahasiswa. Aparat keamanan yang terdiri dari personel kepolisian dan TNI tampak mendominasi sejumlah titik di sekitar lokasi aksi, mulai dari pintu masuk hingga area depan gedung DPRD. Dedi, Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Bandung, menjelaskan bahwa banyaknya personel yang diturunkan merupakan bagian dari pengaman aksi. Menurutnya, kehadiran aparat bertujuan untuk menjaga aksi tetap kondusif serta mengantisipasi potensi gangguan selama demonstrasi berlangsung. 

“Ya, penjagaannya tepat. Banyak atau enggaknya relatif, ya. Jadi, semakin banyak, semakin bagus, adik-adik semakin aman. Coba kalau enggak ada polisinya, nanti disusupi dan adik-adik yang rusak namanya,” ujar Dedi. 

Di tengah jalannya aksi, Aila, seorang mahasiswa Jurnalistik Unpad, mengaku sempat digeledah oleh sejumlah pria berbadan besar yang mengklaim sebagai anggota kepolisian, tetapi tidak mengenakan atribut resmi resmi. Menurutnya, penggeledahan tersebut dilakukan tanpa persetujuan atau consent darinya.

“Saya datang sebagai pers, langsung dateng ke depan DPRD, pas udah sampe langsung diikutin sama kumpulan pria dewasa, badannya besar tanpa atribut polisi. Tiba-tiba saya di-stop untuk dicek (tas), tapi di situ mereka tidak menunggu jawaban dari kami,” jelas Aila.

Ketika ditanya mengenai identitas mereka, sejumlah pria tersebut memberikan jawaban yang tidak sinkron terkait status mereka sebagai anggota kepolisian. Hal ini semakin menimbulkan kecurigaan Aila karena tidak ada satu pun dari mereka yang dapat menunjukkan identitas resmi secara jelas. 

“Sempat ditanya juga, ini dari kepolisian atau gimana, kok gak pakai atribut? Yang satu jawab iya, satu lagi jawab nggak, cuma petugas,” ujar Aila.

Menurut Pencari Kebebasan (nama samaran), salah seorang massa aksi, terdapat 19 tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut. Namun, beberapa isu utama yang paling menjadi sorotan massa aksi adalah melemahnya nilai tukar rupiah, Pemborosan APBN, kebijakan sepihak dari pemerintah, serta kenaikan harga BBM.

“Berdasarkan hasil konsolidasi kemarin, kita memberikan 19 tuntutan, tapi sebagai mahasiswa pasti memiliki beberapa tuntutan utama, yaitu keresahan bersama mengenai dollar yang menaik, anggaran APBN yang selalu dihambur-hamburkan tanpa ada kepentingan, kebijakan-kebijakan sepihak yang diputuskan oleh mereka yang memiliki tanggung jawab atas hal itu tanpa adanya komunikasi dengan kita (masyarakat), dan juga kejadian kemarin malam tentang harga BBM yang melonjak tinggi, dimana sangat mencekik warga biasa yang sehari-hari menggunakan kendaraan pribadi untuk mencari sesuap nasi bagi keluarganya,” papar Pencari Kebebasan.

Sejalan dengan itu, Levi, mewakili sudut pandang Forum Mahasiswa Nasional (FMN) UPI, turut menyoroti persoalan tersebut. Ia menilai stabilitas ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh kuatnya imperialisme, khususnya dominasi Amerika Serikat dalam tatanan ekonomi global.

“Isu ini berkaitan dengan imperialisme, karena dollar naik, kan kita bisa bilang karena perang dan lain sebagainya, gitu,” ujar Levi.

Ketergantungan terhadap sistem ekonomi global dinilai membuat Indonesia rentan terhadap gejolak eksternal. Oleh karena itu, Levi menekankan pentingnya kedaulatan nasional serta persatuan rakyat sebagai fondasi dalam menghadapi tekanan ekonomi maupun politik dari luar.

“Kalau misalkan kita tidak bergantung kepada imperialisme AS (Amerika Serikat), maka ibaratnya kita tidak akan terombang-ambing oleh keputusan-keputusan yang dibuat oleh AS itu sendiri. Jadi kalau menurut saya, perlu adanya kedaulatan dan persatuan rakyat untuk melawan imperialisme, federalisme, dan kapitalisme birokrat. Kalau tidak, akan selalu muncul usaha untuk memecah belah seperti berita hoax ataupun penyerangan terhadap kelompok minoritas dan lain sebagainya, begitu,” terang Levi.

Levi menegaskan bahwa masyarakat sudah sepatutnya peduli terhadap berbagai isu yang berkembang saat ini, mengingat dampaknya yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat itu sendiri. Ia juga menekankan bahwa musuh utama yang perlu diwaspadai adalah segala upaya yang bertujuan memecah belah persatuan masyarakat. 

“Kita pasti terdampak, teman-teman kita terdampak, keluarga kita terdampak, jadi harus sangat peduli, harus sadar bahwa musuhnya itu satu, yaitu usaha memecah belah, gitu,” tuturnya.

Salah satu kelompok masyarakat yang paling terdampak oleh kondisi ekonomi Indonesia saat ini adalah kelas menengah. Menurut Rama, salah seorang massa aksi UPI, kelompok ini berada dalam posisi yang rentan karena tidak memperoleh berbagai bentuk subsidi. Akibatnya, tekanan ekonomi juga dirasakan oleh para pedagang yang kesulitan menjual dagangannya, lantaran target pasar mereka yang mayoritas berasal dari kelas menengah semakin menurun. 

“Isu ini berimbas sama masyarakat kelas menengah yang hidup tanpa subsidi, mereka menghidupi diri sendiri tanpa bantuan dari pemerintah. Hal ini juga berdampak ke pedagang yang pusing karena bahan baku naik, sedangkan beberapa target pasarnya ada dari kelas menengah, saat mereka (kelas menengah) berhemat, maka para pedagang bisa kehilangan target pasarnya,” jelas Rama.

Pandangan serupa turut disampaikan oleh Hilmi, mahasiswa sekaligus pengemudi ojek online (ojol). Hilmi menyoroti lonjakan harga BBM jenis Pertamax mendorong banyak masyarakat beralih ke Pertalite sehingga antrean di SPBU menjadi lebih panjang. Menurut Hilmi, kondisi tersebut membuat waktu produktifnya berkurang karena waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk mencari penumpang justru habis untuk mengantre. Selain itu, Ia juga mengkhawatirkan lonjakan permintaan tersebut berpotensi menyebabkan Pertalite menjadi langka di pasaran. 

“Tadi pagi saya antre mengisi bensin 45 menit hanya untuk tanki bensin 2,5 liter. Untuk ojol dan sebagainya, 45 menit bisa mendapatkan 30 ribu rupiah, kalau sejam bisa 50 ribu. Kalau misalkan dibiarkan Pertamax makin naik, semuanya pindah ke Pertalite, nanti (Pertalite) bakal jadi langka,” jelas Hilmi.

Rama berpendapat bahwa isu-isu yang dibawakan sangat melekat dengan kehidupan masyarakat dan berdampak pada kondisi ekonomi mereka. Meski demikian, ia menilai masih banyak masyarakat yang cenderung apatis karena tekanan ekonomi dan tuntutan hidup yang harus dihadapi sehari-hari. 

“Kalau aku lebih fokus ke masyarakatnya, soalnya ini berhubungan sama hidup, isunya penting. Karena masyarakat juga udah terlalu pasrah, nggak berharap ada perubahan. Beberapa ada yang malas untuk menyuarakan, dan masyarakat juga udah kejepit sama tuntutan hidup,” ujar Rama

Rama menilai masih banyak masyarakat yang cenderung bersikap apatis dan tidak lagi menaruh harapan terhadap perubahan. Menurutnya, tekanan ekonomi serta kekhawatiran terhadap stigma maupun represi membuat sebagian masyarakat enggan menyuarakan pendapatnya. 

“Ketika mau ikut aksi, mereka ada tanggung jawab buat mencari nafkah hari ini. Yang ragu bakal mundur karena udah ragu dari awal. Sedangkan kalau mau melakukan sesuatu diawali dengan keraguan, berakhir dengan sebuah keburukan, ”  ujar Rama

Penulis: Alifa Nur Hasna, Muhammad Yudhistira Magis Widiawanto

Editor: Anindya Ratri Primaningtyas, Rofi Roudhiatin Dwi Andini, Fernaldhy Rossi Armanda

Authors

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

CUAN100

CUAN100

article 10000466

article 10000467

article 10000468

article 10000469

article 10000470

article 10000471

article 10000472

article 10000473

article 10000474

article 10000475

article 10000476

article 10000477

article 10000478

article 10000479

article 10000480

article 10000481

article 10000482

article 10000483

article 10000484

article 10000485

article 10000486

article 10000487

article 10000488

article 10000489

article 10000490

article 10000491

article 10000492

article 10000493

article 10000494

article 10000495

article 10000496

article 10000497

article 10000498

article 10000499

article 10000500

article 10000501

article 10000502

article 10000503

article 10000504

article 10000505

article 9998000621

article 9998000622

article 9998000623

article 9998000624

article 9998000625

article 9998000626

article 9998000627

article 9998000628

article 9998000629

article 9998000630

article 9998000631

article 9998000632

article 9998000633

article 9998000634

article 9998000635

article 9998000636

article 9998000637

article 9998000638

article 9998000639

article 9998000640

article 9998000641

article 9998000642

article 9998000643

article 9998000644

article 9998000645

article 9998000646

article 9998000647

article 9998000648

article 9998000649

article 9998000650

article 9998000651

article 9998000652

article 9998000653

article 9998000654

article 9998000655

article 9998000656

article 9998000657

article 9998000658

article 9998000659

article 9998000660

article 9998000661

article 9998000662

article 9998000663

article 9998000664

article 9998000665

article 9998000666

article 9998000667

article 9998000668

article 9998000669

article 9998000670

article 9998000671

article 9998000672

article 9998000673

article 9998000674

article 9998000675

article 9998000676

article 9998000677

article 9998000678

article 9998000679

article 9998000680

article 9998000681

article 9998000682

article 9998000683

article 9998000684

article 9998000685

article 9998000686

article 9998000687

article 9998000688

article 9998000689

article 9998000690

article 838000703

article 838000704

article 838000705

article 838000706

article 838000707

article 838000708

article 838000709

article 838000710

article 838000711

article 838000712

article 838000713

article 838000714

article 838000715

article 838000716

article 838000717

article 838000718

article 838000719

article 838000720

article 838000721

article 838000722

article 838000723

article 838000724

article 838000725

article 838000726

article 838000727

article 838000728

article 838000729

article 838000730

article 838000731

article 838000732

article 838000733

article 838000734

article 838000735

article 838000736

article 838000737

article 838000738

article 838000739

article 838000740

article 838000741

article 838000742

article 838000743

article 838000744

article 838000745

article 838000746

article 838000747

article 838000748

article 838000749

article 838000750

article 838000751

article 838000752

article 838000753

article 838000754

article 838000755

article 838000756

article 838000757

article 838000758

article 838000759

article 838000760

article 838000761

article 838000762

article 838000763

article 838000764

article 838000765

article 838000766

article 838000767

article 838000768

article 838000769

article 838000770

article 838000771

article 838000772

article 238000521

article 238000522

article 238000523

article 238000524

article 238000525

article 238000526

article 238000527

article 238000528

article 238000529

article 238000530

article 238000531

article 238000532

article 238000533

article 238000534

article 238000535

article 238000536

article 238000537

article 238000538

article 238000539

article 238000540

article 238000541

article 238000542

article 238000543

article 238000544

article 238000545

article 238000546

article 238000547

article 238000548

article 238000549

article 238000550

article 238000551

article 238000552

article 238000553

article 238000554

article 238000555

article 238000556

article 238000557

article 238000558

article 238000559

article 238000560

article 238000561

article 238000562

article 238000563

article 238000564

article 238000565

article 238000566

article 238000567

article 238000568

article 238000569

article 238000570

article 238000571

article 238000572

article 238000573

article 238000574

article 238000575

article 238000576

article 238000577

article 238000578

article 238000579

article 238000580

article 238000581

article 238000582

article 238000583

article 238000584

article 238000585

article 238000586

article 238000587

article 238000588

article 238000589

article 238000590

article 7700291

article 7700292

article 7700293

article 7700294

article 7700295

article 7700296

article 7700297

article 7700298

article 7700299

article 7700300

article 7700301

article 7700302

article 7700303

article 7700304

article 7700305

article 7700306

article 7700307

article 7700308

article 7700309

article 7700310

article 7700311

article 7700312

article 7700313

article 7700314

article 7700315

article 7700316

article 7700317

article 7700318

article 7700319

article 7700320

article 7700321

article 7700322

article 7700323

article 7700324

article 7700325

article 7700326

article 7700327

article 7700328

article 7700329

article 7700330

article 7700331

article 7700332

article 7700333

article 7700334

article 7700335

article 7700336

article 7700337

article 7700338

article 7700339

article 7700340

article 7700341

article 7700342

article 7700343

article 7700344

article 7700345

article 7700346

article 7700347

article 7700348

article 7700349

article 7700350

article 7700351

article 7700352

article 7700353

article 7700354

article 7700355

article 7700356

article 7700357

article 7700358

article 7700359

article 7700360

article 2000481

article 2000482

article 2000483

article 2000484

article 2000485

article 2000486

article 2000487

article 2000488

article 2000489

article 2000490

article 2000491

article 2000492

article 2000493

article 2000494

article 2000495

article 2000496

article 2000497

article 2000498

article 2000499

article 2000500

article 2000501

article 2000502

article 2000503

article 2000504

article 2000505

article 2000506

article 2000507

article 2000508

article 2000509

article 2000510

article 2000511

article 2000512

article 2000513

article 2000514

article 2000515

article 2000516

article 2000517

article 2000518

article 2000519

article 2000520

article 2000521

article 2000522

article 2000523

article 2000524

article 2000525

article 2000526

article 2000527

article 2000528

article 2000529

article 2000530

article 2000531

article 2000532

article 2000533

article 2000534

article 2000535

article 2000536

article 2000537

article 2000538

article 2000539

article 2000540

article 2000541

article 2000542

article 2000543

article 2000544

article 2000545

article 2000546

article 2000547

article 2000548

article 2000549

article 2000550

article 2990581

article 2990582

article 2990583

article 2990584

article 2990585

article 2990586

article 2990587

article 2990588

article 2990589

article 2990590

article 2990591

article 2990592

article 2990593

article 2990594

article 2990595

article 2990596

article 2990597

article 2990598

article 2990599

article 2990600

article 2990601

article 2990602

article 2990603

article 2990604

article 2990605

article 2990606

article 2990607

article 2990608

article 2990609

article 2990610

article 2990611

article 2990612

article 2990613

article 2990614

article 2990615

article 2990616

article 2990617

article 2990618

article 2990619

article 2990620

article 10000451

article 10000452

article 10000453

article 10000454

article 10000455

article 10000456

article 10000457

article 10000458

article 10000459

article 10000460

article 10000461

article 10000462

article 10000463

article 10000464

article 10000465

news-1701
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

content-1701