Fakultas yang Berpotensi Terdampak pada Rencana Penutupan Program Studi, Fakultas Ilmu Budaya (Warta Kema/Faiz Rahmatullah)

Warta Kema – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia baru-baru ini menerbitkan rencana penutupan program studi (prodi) yang dianggap tidak relevan dengan industri. Langkah tersebut dilakukan dengan dalih untuk mengatasi kesenjangan suplai dan kebutuhan pada industri. Kemendiktisaintek mengimbau perguruan tinggi untuk berbenah dan mengkaji ulang relevansi prodi yang berada di bawah naungannya. Beberapa prodi yang dinilai rentan terdampak berasal dari rumpun humaniora, seperti sastra, antropologi, sosiologi, hingga prodi pendidikan.

Universitas Padjadjaran (Unpad) merespons wacana tersebut dengan menyatakan bahwa pihak kampus belum menerima informasi resmi mengenai rencana Kemendiktisaintek. Namun, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Zahrotur Rusyda Hinduan, menyatakan bahwa penutupan prodi sepenuhnya menjadi keputusan univesitas, khususnya untuk perguruan tinggi berbadan hukum (PTN-BH) yang memiliki otonomi akademik. Pihak kampus bisa tidak setuju dan memilih mempertahankan suatu prodi meskipun dinilai kurang relevan oleh Kemendiktisaintek.  

“Kami memahami maksud dari kementerian bahwa bisa jadi ada prodi-prodi yang kurang relevan. Namun, kewenangan untuk membuka atau menutup prodi itu di universitas, terutama Unpad karena kami PTN-BH sudah memiliki otonomi,” terangnya.

Dilansir dari Tempo, Unpad sendiri akan menempuh jalan lain untuk menanggapi isu ketidakrelevanan prodi. Unpad akan mengambil langkah dengan mengevaluasi keseluruhan prodi dan menjamin pengembangan mutu untuk setiap prodi agar tetap selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan. 

Keputusan pemerintah mengenai penutupan prodi seolah-olah terdengar seperti solusi untuk mengatasi oversupply yang terjadi di lapangan. Namun, hal ini sejatinya bukan sebuah solusi, melainkan sebuah keputusan instan yang justru menimbulkan masalah baru di masa depan.

Permasalahan yang terjadi di lapangan adalah jumlah lulusan perguruan tinggi yang tidak sebanding dengan kapasitas industri sehingga terjadi lonjakan angka pengangguran. Angka pengangguran yang bertambah dipandang sebagai masalah yang bersumber dari tingginya lulusan. Pemerintah kemudian mengambil langkah dengan menutup sumber alih-alih menambah wadah.

Rencana tersebut berpotensi menggeser makna perguruan tinggi dari ruang mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi ladang pabrik produksi lapangan kerja. Kampus dan perguruan tinggi sejatinya memiliki mandat untuk mengembangkan pola pikir generasi bangsa, merawat logika dan nalar manusia, serta sebagai wadah untuk mengembangkan potensi dalam diri. Rencana penutupan membuat kampus seolah harus tunduk pada pasar dan bukan lagi sebagai lembaga yang mendidik.

Selain itu, penutupan prodi hanya akan menjadi bola salju yang semakin membesar seiring berjalannya waktu. Relevansi prodi tentunya bukan sesuatu yang tetap dan bisa dilihat dalam jangka waktu yang pendek. Suatu rumpun ilmu dapat diklasifikasikan sebagai hal yang tidak relevan di suatu masa tertentu, tetapi bisa menjadi sesuatu yang sangat penting dan mendesak di suatu masa tertentu. 

Sebagai contoh, pada masa kejayaan islam dan jazirah arab, sastra menjadi komponen utama dan menjadi hal yang penting dalam kehidupan bermasyarakat. Sastra menjadi salah satu sarana dalam melebarkan daerah kekuasaan sekaligus media propaganda yang kerap digunakan. Para pujangga dan pegiat sastra bahkan dianggap memiliki kedudukan yang tinggi dan merupakan pekerjaan yang mulia. Akan tetapi, sastra dan kebahasaan seringkali dianggap remeh bagi masyarakat di era modern ini. 

Sebaliknya, ilmu fisika modern dianggap sebagai suatu kemustahilan dan menentang kebesaran tuhan di masa lalu. Namun,  ilmu fisika modern sekarang dianggap sebagai salah satu ilmu penting dalam memahami hal-hal penting dan menjadi dasar bagi beberapa unsur dalam industri.

Hal ini menunjukkan bahwa relevansi bersifat tidak stagnan. Menutup prodi menjadi keputusan yang cukup riskan mengingat apa yang terjadi di industri sekarang tidak mencerminkan apa yang akan terjadi di masa depan secara sepenuhnya. Penutupan prodi  hanya akan terlihat menjanjikan pada jangka pendek, tetapi akan menjadi sebuah masalah baru di masa depan.

Mari Dengar Suara Mereka

Mahasiswa, terutama dari rumpun humaniora, menjadi salah satu pihak yang berpotensi merasakan dampak terbesar dari keputusan penutupan prodi. Shafa Hamidah, salah seorang mahasiswa prodi Sastra Indonesia Unpad, berpendapat bahwa keputusan tersebut akan berdampak besar pada perjalanan karir mereka. Dengan adanya rencana penutupan prodi, mahasiswa merasa semakin terancam dan tidak aman akan ketidakpastian masa depan mereka. 

“Saya merasa tidak aman dan terancam karena di era sekarang saja mahasiswa humaniora, terutama sastra, sudah diremehkan. Kita seringkali dicap sulit untuk mendapat pekerjaan, tidak punya masa depan yang jelas, lah, istilahnya. Adanya rencana penutupan prodi ini malah membuat kita semakin terancam dan terdiskriminasi. Negara seharusnya menjalankan kewajibannya dalam memberikan kita mendapat kesempatan yang setara,” keluh Shafa.

Bagi Fathia Azzahra, seorang mahasiswa prodi Sastra Perancis Unpad, keputusan ini juga dianggap sebagai suatu ‘pembunuhan’ atas mimpi dan juga impian yang mahasiswa perjuangkan. Penutupan prodi ini dinilai sebagai suatu hal yang merenggut hak kebebasan mereka dalam berkarya dan memilih jalan hidup. Negara seolah ingin membatasi mimpi dan juga cita-cita dari warga negara yang seharusnya menjadi hak masing-masing individu. 

“Aku merasa kalau apa yang akan dilakukan pemerintah itu bakalan ‘membunuh’ banyak banget mimpi anak-anak di luar sana,” ujar Fathia.

Hal tersebut seolah menunjukkan sikap abai negara dan pemerintah akan aspirasi dan hak-hak warga negara. Setiap warga negara sejatinya berhak untuk mendapatkan pendidikan sesuai yang dikehendaki dan memilih jenjang karir yang sesusai dengan minat dan potensi tiap individu. Segala upaya atau langkah yang membatasi terpenuhinya hak-hak tersebut sejatinya merupakan bentuk dari pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia dan bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Di sisi lain, penutupan prodi juga dapat berdampak fatal kepada tingkat keilmuan dan pemahaman generasi penerus bangsa. Menurut Ramdhani, mahasiswa Sejarah Unpad, prodi tidak selalu harus mencetak pekerja. Beberapa prodi justru menjadi penting untuk kelangsungan dan kemajuan ilmu pengetahuan itu sendiri.

“Kita ambil permisalan saja dari prodi Sejarah, atau sastra daerah, lah. Kalau kita dihapuskan karena tidak sesuai dengan industri justru nantinya akan jadi bumerang. Kalau prodi ini ditutup tidak akan ada lagi pakar-pakar sejarah dan budaya. Memangnya negara mau kalau anak cucu kita nanti tidak tahu budaya dan seluk beluk bangsa sendiri?” ucap Ramdhani.

Tak hanya bagi mahasiswa humaniora, rancangan keputusan ini juga dirasa secara tidak langsung akan berdampak pada mahasiswa dalam rumpun STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika). Muhammad Fabian, mahasiswa Teknik Material Institut Teknologi Bandung (ITB), mengatakan bahwa meskipun keputusan penutupan ini tidak secara langsung berdampak pada rumpun ilmu yang ia pelajari, keputusan ini nantinya akan menjadi efek domino di dunia pekerjaan di masa depan. Industri tetap akan memerlukan pakar-pakar di bidang humaniora dalam perkembangannya.

Industri tidak bisa hanya berdiri dengan sumber daya manusia berlatar belakang STEM. Ranah industrial merupakan suatu kesatuan kompleks yang menggabungkan bidang mekanisme dan produksi dengan bidang relasi, manajerial, dan komunikasi. Suatu industri bisa saja memproduksi atau menghasilkan sebuah produk mutakhir dan inovatif, tetapi jika tidak dibersamai dengan manajerial yang tertata, kemampuan komunikasi yang baik, serta jaringan relasi yang kuat, industri tentunya akan mengalami banyak kendala. Tanpa adanya kolaborasi di antara keduanya, industri tidak akan mampu berkembang dengan maksimal. 

“Industri, kan, tidak selalu tentang praktikal atau produksi, pasti kita masih akan perlu lulusan-lulusan humaniora. Industri juga memerlukan komunikator. Kalau komunikasi yang terjadi dalam industri buruk, industri juga tidak akan bisa berjalan dengan baik kan?” terang Fabian.

Keresahan yang disuarakan mahasiswa merupakan bukti nyata bahwa pendidikan tidak bisa dipandang sebelah mata. Ketimpangan dalam penyerapan tenaga kerja bukanlah suatu permasalahan yang bisa diselesaikan dengan penutupan prodi. Seharusnya, solusi tidak bersifat destruktif dan terkesan menyerang institusi pendidikan. Ke depannya, pemerintah sebaiknya mengkaji ulang wacana ini dengan mempertimbangkan masa depan dunia pendidikan dengan lebih mempertimbangkan kesejahteraan dan hak-hak warga negara.

Penulis: Fadhil Mafaza Rafiq

Editor: Anindya Ratri Primaningtyas, Rofi Roudhiatin Dwi Andini, Fernaldhy Rossi Armanda

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 0000191

article 0000192

article 0000193

article 0000194

article 0000195

article 0000196

article 0000197

article 0000198

article 0000199

article 0000200

article 0000201

article 0000202

article 0000203

article 0000204

article 0000205

article 0000206

article 0000207

article 0000208

article 0000209

article 0000210

article 0000211

article 0000212

article 0000213

article 0000214

article 0000215

article 0000216

article 0000217

article 0000218

article 0000219

article 0000220

article 0000221

article 0000222

article 0000223

article 0000224

article 0000225

article 0000226

article 0000227

article 0000228

article 0000229

article 0000230

article 0000231

article 0000232

article 0000233

article 0000234

article 0000235

article 0000236

article 0000237

article 0000238

article 0000239

article 0000240

article 0000241

article 0000242

article 0000243

article 0000244

article 0000245

article 0000246

article 0000247

article 0000248

article 0000249

article 0000250

article 888866

article 888867

article 888868

article 888869

article 888870

article 888871

article 888872

article 888873

article 888874

article 888875

article 888876

article 888877

article 888878

article 888879

article 888880

article 888881

article 888882

article 888883

article 888884

article 888885

article 888886

article 888887

article 888888

article 888889

article 888890

article 888891

article 888892

article 888893

article 888894

article 888895

article 888896

article 888897

article 888898

article 888899

article 888900

article 888901

article 888902

article 888903

article 888904

article 888905

article 2000186

article 2000187

article 2000188

article 2000189

article 2000190

article 2000191

article 2000192

article 2000193

article 2000194

article 2000195

article 2000196

article 2000197

article 2000198

article 2000199

article 2000200

article 2000201

article 2000202

article 2000203

article 2000204

article 2000205

article 2990206

article 2990207

article 2990208

article 2990209

article 2990210

article 2990211

article 2990212

article 2990213

article 2990214

article 2990215

article 2990216

article 2990217

article 2990218

article 2990219

article 2990220

article 2990221

article 2990222

article 2990223

article 2990224

article 2990225

article 2990226

article 2990227

article 2990228

article 2990229

article 2990230

article 2990231

article 2990232

article 2990233

article 2990234

article 2990235

article 2990236

article 2990237

article 2990238

article 2990239

article 2990240

article 2990241

article 2990242

article 2990243

article 2990244

article 2990245

article 2000126

article 2000127

article 2000128

article 2000129

article 2000130

article 2000131

article 2000132

article 2000133

article 2000134

article 2000135

article 2000136

article 2000137

article 2000138

article 2000139

article 2000140

article 2000141

article 2000142

article 2000143

article 2000144

article 2000145

article 2000146

article 2000147

article 2000148

article 2000149

article 2000150

article 2000151

article 2000152

article 2000153

article 2000154

article 2000155

article 2000156

article 2000157

article 2000158

article 2000159

article 2000160

article 2000161

article 2000162

article 2000163

article 2000164

article 2000165

article 2000166

article 2000167

article 2000168

article 2000169

article 2000170

article 2000171

article 2000172

article 2000173

article 2000174

article 2000175

article 2000176

article 2000177

article 2000178

article 2000179

article 2000180

article 2000181

article 2000182

article 2000183

article 2000184

article 2000185

article 2000186

article 2000187

article 2000188

article 2000189

article 2000190

article 2000191

article 2000192

article 2000193

article 2000194

article 2000195

article 2000196

article 2000197

article 2000198

article 2000199

article 2000200

article 2000201

article 2000202

article 2000203

article 2000204

article 2000205

article 2000126

article 2000127

article 2000128

article 2000129

article 2000130

article 2000131

article 2000132

article 2000133

article 2000134

article 2000135

article 2000136

article 2000137

article 2000138

article 2000139

article 2000140

article 2000141

article 2000142

article 2000143

article 2000144

article 2000145

article 2000146

article 2000147

article 2000148

article 2000149

article 2000150

article 2000151

article 2000152

article 2000153

article 2000154

article 2000155

article 2000156

article 2000157

article 2000158

article 2000159

article 2000160

article 2000161

article 2000162

article 2000163

article 2000164

article 2000165

article 838000441

article 838000442

article 838000443

article 838000444

article 838000445

article 838000446

article 838000447

article 838000448

article 838000449

article 838000450

article 838000451

article 838000452

article 838000453

article 838000454

article 838000455

article 838000456

article 838000457

article 838000458

article 838000459

article 838000460

article 838000461

article 838000462

article 838000463

article 838000464

article 838000465

article 838000466

article 838000467

article 838000468

article 838000469

article 838000470

article 838000471

article 838000472

article 838000473

article 838000474

article 838000475

article 838000476

article 838000477

article 838000478

article 838000479

article 838000480

news-1701
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

content-1701