Long March dari Aliansi Jatinangor Bergerak pada Hari Buruh 2026 di Jatinangor (Warta Kema / Departemen Fotografi)

Warta Kema – Aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) digelar di Jatinangor pada Jumat (01/05). Massa aksi terbagi di dua titik, kawasan Rektorat Universitas Padjadjaran (Unpad) dan di Jalan Raya Cirebon – Bandung (Pangkalan Damri). Aliansi Kelas Pekerja Jatinangor menggelar aksi di Gedung Rektorat Unpad, sedangkan Aliansi Jatinangor Bergerak menggelar aksinya di Pangkalan Damri. Pembagian titik aksi ini berdasarkan hasil konsolidasi pada Rabu (29/04) yang belum mencapai kesepakatan bersama terkait lokasi aksi.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpad, Vincent Thomas, menjelaskan bahwa aksi Hari Buruh di Jatinangor dilakukan untuk mendekatkan isu buruh dengan realita yang dihadapi masyarakat Jatinangor. Ia menilai dilakukannya aksi di Jatinangor bertujuan untuk menyebarkan isu ke masyarakat dan menuntut masalah buruh di lingkup lokal.

“Kita melihat bahwa hari demi hari, terutama yang di Unpad, kita sudah begitu banyak melihat penindasan yang terjadi pada kelas pekerja. Dalam ruang lingkup kita sendiri, dari aktivitas sehari-hari di sekitar kos, berangkat ke sini, hingga makan, semua di Jatinangor mempertemukan kita dengan kelas pekerja dan semuanya masih perlu disuarakan. Bahkan, pemahaman bahwa Hari Buruh adalah hari mereka juga,” ujarnya.

Pemilihan Gedung Rektorat sebagai titik aksi didasari pertimbangan keamanan massa aksi pada saat proses konsolidasi. Salah satu massa aksi menjelaskan bahwa Gedung Rektorat Unpad dinilai strategis karena massa yang datang dari kelas pekerja akan diikuti oleh orang tua yang rentan secara fisik. Ia menilai bahwa pelaksanaan aksi di Gedung Rektorat dapat mengurangi risiko konflik yang berpotensi membahayakan massa aksi. 

“Kami membawa sekitar 200 ibu-ibu Keselamatan, Keamanan, dan Ketertiban Lingkungan (K3L), sekitar 20 pekerja kesehatan yang mayoritas perempuan, 20 pekerja supir yang memang saat ini sedang ada dalam kondisi ketertindasan. Kami nggak mau mengambil resiko bahwa harus akan ada konflik horizontal dengan warga lokal. Saya sampaikan kemungkinan akan melakukan aksi sendiri, dan kita bisa melakukan konsolidasi untuk tetap menjalankan aksi di rektorat,” ujarnya. 

Aksi di Rektorat Unpad Satukan Buruh dan Mahasiswa

Aksi di kawasan rektorat diikuti oleh gabungan petugas K3L, sopir odong, Serikat Buruh Garuda, hingga mahasiswa. Massa melakukan long march dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Barat menuju rektorat sebelum menyampaikan aspirasi terkait kondisi pekerja, khususnya di lingkungan Unpad.

Ajat Sudrajat, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Konfederasi Serikat Nasional (KSN) Jawa Barat, menyampaikan bahwa masih banyak hak pekerja yang belum terpenuhi. Ia berpendapat bahwa berbagai fasilitas seperti layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang seharusnya diterima pekerja masih sulit didapatkan oleh sebagian buruh di lingkungan Unpad. 

“Ada beberapa hal yang menjadi hak mereka, seolah-olah hanya berada di ucapan manis dari pihak Rektorat. Hanya ada di selembar kertas, tapi ketika mengaksesnya mereka begitu sulit, seperti cuti sakit, BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang beberapa kawan-kawan ternyata belum didapatkan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi saat ini yang dinilai masih membebani pekerja, terutama terkait dengan  penyediaan alat pelindung diri serta akses transportasi. Menurutnya, masih ada pekerja yang harus mengeluarkan biaya pribadi untuk memenuhi kebutuhan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pihak Unpad.

“Setiap pemberi kerja berkewajiban untuk menyediakan alat pelindung diri, tapi justru kawan-kawan harus mengeluarkan uang sendiri untuk membeli alat pelindung diri. Akses transportasi, khususnya para buruh perempuan, di mana kampus yang luas seperti ini, seharusnya Unpad memberikan akses transportasi yang mudah bagi buruh,” tambahnya. 

Perwakilan K3L turut menjelaskan kondisi mereka terkait dengan perubahan jam kerja dan upah yang dianggap belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan mereka. Ia menjelaskan bahwa sempat terjadi pengurangan jam kerja karena alasan penyesuaian upah, tetapi belakangan ini jam kerja kembali ditambah seiring adanya kenaikan gaji.

“Kalau dulu, kan, Unpad dengan alasan tidak bisa membayar kami sesuai upah yang layak. Jadi Unpad kurangi jam kerja kami dari jam 7 sampai jam 11. Nah, kemarin ada kenaikan lagi Rp400.000 sebulan. Kita dinaikin lagi kerjanya 2 jam. Jadi sekarang kita kerja itu berarti 6 jam,” ujarnya. 

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini status kerja mereka masih belum jelas meskipun hal tersebut telah lama dipertanyakan kepada pihak Unpad. Ketidakjelasan status ini juga berdampak pada sulitnya pekerja K3L untuk menuntut hak mereka. 

“Masalah status itu yang dari dulu kita tanyakan, tapi tidak ada yang jawab dari pihak eksekutif. Makanya Ibu sudah tidak tanya status-status lagi karena memang status kita entah apa, bukan outsourcing, bukan pekerja tetap juga,” tambahnya. 

Sementara itu, Farrel, massa aksi dari perwakilan mahasiswa, menilai bahwa Unpad seharusnya turut memperhatikan kesejahteraan buruh. Ia mempertanyakan sejauh mana dana yang dibayarkan mahasiswa dialokasikan untuk kesejahteraan pekerja di lingkungan Unpad.

“Dari Unpad itu sendiri, kepada kami para mahasiswa, kerap mengambil pundi-pundi uang yang dalam jumlah cukup besar untuk biaya kuliah kami. Akan tetapi, ternyata dana tersebut tidak dialokasikan untuk kesejahteraan para buruh di Unpad sehingga menimbulkan pertanyaan. Sebenarnya ke mana uang yang Unpad raup dari kita ini apabila bukan untuk kesejahteraan para buruh?” ujarnya. 

Ia juga menyoroti dugaan ancaman terhadap buruh yang mencoba menyuarakan haknya melalui serikat. Menurutnya, hal tersebut menjadi ironi di tengah citra Unpad sebagai ruang akademik yang seharusnya menjunjung tinggi kebebasan berpendapat.

“Ada beberapa bapak ataupun ibu buruh di lingkungan Unpad, ketika mereka ingin berserikat mereka kerap mendapatkan ancaman. Para buruh tersebut kerap diancam oleh ‘preman’ yang membawa senjata tajam dalam keadaan mabuk. Itu menjadi suatu hal cerminan yang sangat buruk di mana Unpad itu merupakan ruang akademik tetapi memperlakukan para pekerjaannya sendiri seperti itu,” tambahnya. 

Di sisi lain, Riza, massa aksi dari perwakilan mahasiswa, menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap buruh. Ia juga melihat bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menjembatani suara buruh agar dapat lebih terdengar.

“Saya merasa tidak ada salahnya, bahkan sangat bagus buat kita berdiri bersama-sama dengan lintasan juga barisan para buruh untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Kemudian juga menjadi jembatan, ya, karena mahasiswa sebagai sivitas akademika itu adalah agent of change,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa tidak semua buruh memiliki akses yang sama dalam menyuarakan hak. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memperkuat perjuangan mereka. Menurutnya, keterbatasan akses pendidikan yang dimiliki sebagian buruh membuat mereka menghadapi tantangan dalam memperjuangkan haknya. 

“Para buruh ini perlu kita garis bawahi, mereka terbatas akses pendidikannya. Banyak dari mereka yang bahkan tidak bisa baca dan tulis. Kalau mereka berjuang sendirian, tentu akan lebih sulit. Karena itu, penting bagi kita yang berada di lingkungan yang sama untuk bergerak bersama,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Ajat menegaskan bahwa isu yang disuarakan dalam aksi ini tidak hanya menyangkut kelompok buruh tertentu. Ia menekankan bahwa seluruh pekerja tanpa memandang statusnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesejahteraan.

“Bagi kami apapun status kerjanya, mau buruh harian lepas, buruh kontrak, outsourcing, atau pekerja tetap, termasuk juga para penjaga keamanan seperti satpam, mereka berhak atas penghidupan dan pekerjaan yang layak,” tutupnya. 

Pada akhir aksi, massa menggelar diskusi bersama sebelum akhirnya membacakan pernyataan sikap melalui sebuah press release. Dalam pernyataan tersebut, massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Kelas Pekerja Jatinangor menegaskan komitmen mereka untuk terus memperjuangkan hak-hak pekerja serta menolak berbagai bentuk penindasan dan eksploitasi.

Lebih lanjut, mereka juga menekankan pentingnya solidaritas antarpekerja. Perjuangan yang dilakukan disebut tidak hanya untuk saat ini saja, tetapi juga untuk masa depan yang lebih sejahtera. Mereka menegaskan bahwa selama ketimpangan masih terjadi, mereka akan terus melawan. 

Aksi Long March dan Blokade Jalan di Pangkalan Damri

Aksi Hari Buruh yang dilakukan oleh Aliansi Jatinangor Bergerak dimulai dengan berkumpul di Tugu Makalangan untuk pendataan massa aksi. Setelah itu, rangkaian dilanjutkan dengan long march dari Tugu Makalangan menuju persimpangan Dunkin Donuts hingga ke jalan dekat Pangkalan Damri. Setelah melakukan long march, massa aksi memblokade jalan di sekitar Pangkalan Damri. Di lokasi tersebut, massa menggelar berbagai kegiatan seperti orasi, pembacaan puisi, hingga pertunjukan seni. 

Nabila, massa aksi, menjelaskan bahwa massa secara garis besar menuntut kesejahteraan bagi buruh, jaminan kesehatan, dan upah minimum yang layak. Bentuk kesejahteraan bagi buruh, menurutnya, tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup jaminan sosial serta pemenuhan hak-hak dasar lainnya. 

“Tentunya Hari Buruh, pokoknya hari ini bagaimana buruh ini nantinya bisa benar-benar sejahtera, terus mendapat jaminan. Jaminan kesehatan dan jaminan lainnya yang memang masih belum didapatkan sampai hari ini. Kesejahteraan tentunya dalam hak ekonomi, pastinya, terus kesehatan itu juga termasuk dalam kesejahteraan, kemudian hak untuk bekerja, hak untuk berpendidikan,” ujarnya.

Selain melakukan long march, massa aksi juga membagikan brosur kepada masyarakat sepanjang rute sebagai bentuk penyebaran informasi dan ajakan partisipasi. Fadil, massa aksi, berpendapat bahwa pembagian brosur ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik terkait isu yang diangkat. Peringatan Hari Buruh tidak hanya milik pekerja formal, tetapi juga relevan bagi masyarakat luas, termasuk warga Jatinangor. 

“Ada satu brosur yang dibagikan kepada masyarakat sekitar untuk membangun awareness bahwa hari ini juga adalah hari buruh, bisa menyadarkan juga bahwa mereka juga bagian dari hal ini, apalagi terutama yang ada di Jatinangor gitu, bahwa kita semua juga bisa bersatu untuk turun hari ini,” ujarnya.

Yudi, sopir angkot di Jatinangor, menyambut positif aksi Hari Buruh di kawasan Pangkalan Damri. Ia menilai kehadiran massa aksi menjadi bentuk kepedulian terhadap buruh dan masyarakat, serta turut mewakili suara pekerja seperti dirinya. Namun, ia mengaku dampak terhadap kesejahteraan buruh masih belum terasa, khususnya bagi sopir angkot yang kondisi kerjanya berbeda dengan buruh formal.

“Soalnya, kan, yang namanya aspirasi jadi sangat terwakili. Kalau bagi saya mah angkot, emang nggak ada, sih, nggak tahu kalau buruh yang lain. Soalnya kalau buruh itu kan karyawan, kalau kita kan beda, sistemnya setor. Tapi kalau ada yang gini-ginian, sangat terwakili,” ujarnya.

Dedi Kurniawan, Ketua Dewan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat, menilai bahwa aksi akan lebih kuat jika dilakukan secara terpusat dalam satu titik. Ia berpendapat bahwa penyatuan massa dapat memperkuat konsolidasi dan daya tekan terhadap tuntutan yang disuarakan. 

“Kalau pandangan saya, ya, harapannya, sih, sebetulnya gabung, nggak usah ada rektorat ataupun nggak ada dua, lah,  gitu. Tapi kalau untuk yang di sini kan memang segala tuntutan konsolidasi, kemudian juga arah gerakan semuanya memang tersampaikan dalam konteks konsolidasi,” ujarnya.

Dedi menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh seharusnya tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan menjadi momentum untuk terus memperjuangkan hak-hak pekerja. Ia menekankan bahwa perjuangan buruh harus dilanjutkan dan tidak hanya  pada satu hari peringatan. 

“Hari Buruh ini bukan hari seremonial, tetapi hari lahirnya perjuangan-perjuangan untuk buruh. Sehingga perjuangan ini bukan hanya hari ini saja dan bukan diperingati seperti layaknya 17 Agustus, tapi hari ini adalah momentum, momentum memperjuangkan para buruh dalam konteks gerakan. Mungkin bukan hari ini perjuangan ini berakhir, tapi dari mulai hari ini, besok, dan seterusnya kita harus tetap perjuangkan. May Day is everyday,” ujarnya.

Penulis : Hilma Nurul Adzkia, Muhammad Yudhistira Magis Widiawanto

Editor : Fernaldhy Rossi Armanda, Anindya Ratri Primaningtyas, Rofi Roudhiatin Dwi Andini. 

Authors

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

cuaca 898100176

cuaca 898100177

cuaca 898100178

cuaca 898100179

cuaca 898100180

cuaca 898100181

cuaca 898100182

cuaca 898100183

cuaca 898100184

cuaca 898100185

cuaca 898100186

cuaca 898100187

cuaca 898100188

cuaca 898100189

cuaca 898100190

cuaca 898100191

cuaca 898100192

cuaca 898100193

cuaca 898100194

cuaca 898100195

article 710000191

article 710000192

article 710000193

article 710000194

article 710000195

article 710000196

article 710000197

article 710000198

article 710000199

article 710000200

article 710000201

article 710000202

article 710000203

article 710000204

article 710000205

article 710000206

article 710000207

article 710000208

article 710000209

article 710000210

article 710000211

article 710000212

article 710000213

article 710000214

article 710000215

article 710000216

article 710000217

article 710000218

article 710000219

article 710000220

article 710000221

article 710000222

article 710000223

article 710000224

article 710000225

article 710000226

article 710000227

article 710000228

article 710000229

article 710000230

article 710000231

article 710000232

article 710000233

article 710000234

article 710000235

article 710000236

article 710000237

article 710000238

article 710000239

article 710000240

article 710000241

article 710000242

article 710000243

article 710000244

article 710000245

article 710000246

article 710000247

article 710000248

article 710000249

article 710000250

artikel 338000001

artikel 338000002

artikel 338000003

artikel 338000004

artikel 338000005

artikel 338000006

artikel 338000007

artikel 338000008

artikel 338000009

artikel 338000010

artikel 338000011

artikel 338000012

artikel 338000013

artikel 338000014

artikel 338000015

artikel 338000016

artikel 338000017

artikel 338000018

artikel 338000019

artikel 338000020

artikel 338000021

artikel 338000022

artikel 338000023

artikel 338000024

artikel 338000025

artikel 338000026

artikel 338000027

artikel 338000028

artikel 338000029

artikel 338000030

artikel 338000031

artikel 338000032

artikel 338000033

artikel 338000034

artikel 338000035

artikel 338000036

artikel 338000037

artikel 338000038

artikel 338000039

artikel 338000040

artikel 338000041

artikel 338000042

artikel 338000043

artikel 338000044

artikel 338000045

artikel 338000046

artikel 338000047

artikel 338000048

artikel 338000049

artikel 338000050

artikel 338000051

artikel 338000052

artikel 338000053

artikel 338000054

artikel 338000055

artikel 338000056

artikel 338000057

artikel 338000058

artikel 338000059

artikel 338000060

artikel 338000061

artikel 338000062

artikel 338000063

artikel 338000064

artikel 338000065

artikel 338000066

artikel 338000067

artikel 338000068

artikel 338000069

artikel 338000070

artikel 338000071

artikel 338000072

artikel 338000073

artikel 338000074

artikel 338000075

artikel 338000076

artikel 338000077

artikel 338000078

artikel 338000079

artikel 338000080

artikel 338000081

artikel 338000082

artikel 338000083

artikel 338000084

artikel 338000085

artikel 338000086

artikel 338000087

artikel 338000088

artikel 338000089

artikel 338000090

news-1701
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

content-1701