Evakuasi oleh Unit SAR Unpad di Sungai Citarum (Warta Kema/Foto: Unit SAR Unpad)

Warta Kema – Unit SAR (Search and Rescue) Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali menunjukkan respons cepat melalui operasi evakuasi korban jatuh di Sungai Citarum, Baleendah, Kabupaten Bandung pada Jumat (10/04). Berbekal pengalaman dan pelatihan, Unit SAR Unpad terus mengembangkan kapasitasnya sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) melalui keterlibatan dalam berbagai operasi kemanusiaan.

Unit SAR Unpad dibentuk pada tahun 1988 sebagai bagian dari Resimen Mahasiswa (Menwa). Pada masa itu, kegiatan yang dijalankan masih terbagi dalam dua bidang utama, yakni latihan menembak dan pencarian orang. Seiring perkembangan, bidang pencarian dan penyelamatan dinilai memiliki potensi besar untuk berdiri sendiri. Agar pengelolaan dana dan sumber daya lebih optimal, Unit SAR Unpad kemudian berkembang menjadi UKM mandiri yang berfokus pada misi kemanusiaan.

Keterlibatan Unit SAR Unpad kembali terlihat dalam operasi pencarian korban yang terjatuh di Sungai Citarum. Pada Kamis (09/04) malam, seorang pria dilaporkan hilang setelah terjatuh dari bawah Jembatan Cikarees ke aliran sungai. Peristiwa tersebut mendorong dilakukannya operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.

Ketua Unit SAR Unpad, Khalid Raspati Abdulaziz, menjelaskan bahwa informasi awal diperoleh melalui jaringan media potensi SAR. Menindaklanjuti hal tersebut, pihak Unit SAR Unpad segera menghubungi Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Bandung untuk melakukan koordinasi. Setelah itu, tim bergerak sesuai arahan untuk bergabung dalam operasi pencarian orang hilang di Sungai Citarum.

“Kita mengontak tim Basarnas, Basarnas Bandung sebetulnya, dan dari Basarnas Bandung kita diarahkan untuk langsung menghubungi ketua tim (komandan) yang turun di pencarian orang hilang tersebut, itu alurnya untuk operasi kemarin,” terang Khalid.

Dalam operasi tersebut, tim menghadapi tantangan berupa kondisi Sungai Citarum yang dinilai lebar, panas, dan relatif datar. Berbeda dengan sungai berarus deras yang memiliki titik-titik hambatan alami, kondisi ini menyulitkan proses pencarian. Hingga saat ini, korban belum berhasil ditemukan. Ia menambahkan bahwa keberadaan jeram atau arus yang dinamis dapat mempermudah proses evakuasi karena bantuan dorongan alami air.

“Sebetulnya kalau untuk tantangan di sungai kemarin, tuh, kalau dari kegiatannya sih gak ada ya, paling dari kondisinya yang mana Citarum itu lebar, panas, dan flat (rata). Jadi, kalau di ORAD (Olahraga Arus Deras), kita lebih menikmati sungai yang memiliki arus karena kebawa (terseret) gitu, kan,” jelas Khalid.

Personel yang diterjunkan dalam operasi pencarian di Sungai Citarum terdiri dari tim dengan spesialisasi berbeda, seperti tim arus air dan tim panjat tebing guna menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Pembagian tugas dilakukan secara terstruktur, yang mana ketua tim memimpin jalannya operasi, bendahara mengelola logistik dan keuangan, serta sekretaris ditugaskan untuk mencatat seluruh aktivitas dan informasi dari pihak berwenang untuk disebarkan melalui jaringan komunitas Padjadjaran Rescue.

Dalam menjalankan operasinya, Unit SAR Unpad didukung oleh berbagai perlengkapan yang berasal dari pengadaan rektorat maupun kontribusi para senior. Selain itu, pada tahun 2013, Unit SAR Unpad pernah menerima bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Mandiri berupa perahu karet bermesin sebagai bentuk dukungan atas kegiatan kemanusiaan. Dukungan dari kampus juga hadir dalam bentuk administratif, anggota yang terlibat operasi mendapatkan rekognisi berupa surat tugas yang bisa dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).

Oleh karena itu, setiap anggota Unit SAR Unpad perlu menjaga keseimbangan antara akademik dan kegiatan lapangan. Anggota yang ditugaskan akan dipastikan tidak memiliki kewajiban mendesak seperti ujian atau praktikum. Jika hanya belajar di kelas seperti biasa, pihak organisasi akan memfasilitasi pemberian surat dispensasi resmi agar hak akademik anggota tersebut tetap terpenuhi.

“Kalau untuk menyeimbangkan, kita ini kan berbeda-beda kesibukannya dan anggotanya banyak juga, semisal yang turun itu yang pasti gak ada tanggungan kuliah, seperti besoknya praktikum ataupun ujian. Udah gak usah turun (beroperasi), fokus aja kuliah, tapi kalau semisal belajar biasa, itu nanti bakal ada surat izin kegiatan (dispensasi) yang bisa dikasihkan ke dosen,” jelas Khalid.

Selain proses evakuasi di Sungai Citarum, Unit SAR Unpad juga aktif dalam berbagai operasi kemanusiaan lainnya, seperti penanganan gempa di Lombok dan Cianjur, hingga keterlibatan dalam misi di Sumatra dan Aceh beberapa waktu lalu. Dalam setiap kegiatan, mereka bekerja sama dengan berbagai instansi seperti Basarnas dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kalau bencana besar, entah 2018 atau 2019, waktu yang gempa di Lombok dan yang paling dekat itu waktu gempa Cianjur, bahkan kita sempat mendirikan posko bantuan khusus dari Unpad, jadi gak bergabung dengan Basarnas. Kemudian yang paling dekat kita kemarin ke Sumatra dan Aceh. Kita mengirim tiga tim, dua dari SAR Unpad, satu di bawah KSR (Korps Sukarela) PMI Unpad,” jelas Khalid.

Untuk memastikan kesiapan anggota, pelatihan diberikan pada saat penerimaan anggota baru di berbagai medan, mulai dari tebing, arus deras, hingga gunung dan hutan. Langkah ini bertujuan agar setiap personel dapat diterjunkan secara tepat guna saat terjadi musibah atau bencana, sesuai dengan spesialisasi dan bidang keahlian masing-masing.

“Kalau pelatihan itu, kurang lebih sama dengan pecinta alam, kita itu terbagi minimal tiga jurusan yang bisa diambil, jadi ada rock climbing yang berhubungan dengan tebing, terus juga ada ORAD kalau semisal ada orang hanyut yang diterjunkan adalah orang-orang yang menggeluti ORAD ini, dan terakhir ada penjurusan gunung hutan,” jelas Khalid.

Dalam proses pembinaan, setiap anggota diwajibkan menguasai bidang gunung dan hutan serta memilih satu bidang spesialisasi tambahan. Setiap anggota dapat memilih antara bidang ORAD atau rock climbing.

“Setiap anggota harus mencoba semuanya, nanti di akhir setelah menjadi anggota dan melakukan pelatihan lanjutan, mereka diminta untuk memilih salah dua dengan gunung hutan itu wajib,” tambahnya.

Sistem perekrutan yang terbuka bagi mahasiswa lintas angkatan ini diselenggarakan setiap tahun melalui serangkaian pelatihan dasar. Dari proses tersebut, organisasi rata-rata menjaring 8 hingga 12 anggota baru yang siap dididik menjadi personel yang kompeten.

“Kalau buat maksimalnya gak ada, tapi kalau rata-rata dari tahun kemarin yang daftar dan menjadi anggota itu kisaran 8 sampai 12 orang,” ungkapnya.

Ke depannya, Khalid berharap UKM ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya menjaga profesionalisme sekaligus membawa nama baik kampus dalam setiap misi kemanusiaan. “

Semoga ke depannya itu UKM di Unpad terutama UKM saya sendiri (Unit SAR Unpad) bisa membawa nama Unpad lebih baik dalam kancah apapun, apalagi bidang kemanusiaan,” tutupnya.

Penulis: Alifa Nur Hasna

Editor: Anindya Ratri Primaningtyas, Rofi Roudhiatin Dwi Andini, Fernaldhy Rossi Armanda

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

content-1701