Menengok Jatinangor Menjelang Lebaran

Tak terasa sudah satu bulan lamanya Ramadhan diarungi. Hanya tinggal menghitung jam saja menuju hari raya Idul Fitri. Tahun ini pula praktis jadi kali kedua Jatinangor kehilangan momen kemeriahan Ramadhan yang biasanya diramaikan oleh para mahasiswa. 

Pasalnya seluruh proses pembelajaran dan perkuliahan masih berjalan secara daring. Mahasiswa pun dirumahkan demi memutus mata rantai dan mencegah penyebaran Covid-19, sehingga jarang sekali ada mahasiswa yang menetap di Jatinangor saat ini. 

“Ada sebagian (mahasiswa yang tinggal di Jatinangor), terutama yang sudah memasuki semester akhir,” ujar Jodi, satu dari sedikit mahasiswa yang berencana menetap di Jatinangor selama masa lebaran.

Sepi menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan Jatinangor satu tahun ke belakang. Bale Pabukon yang terletak di depan Gerbang Lama Unpad terkenal yang jadi tempat wajib untuk mencari santapan berbuka tidak lagi seramai dahulu. 

“Di jalan ramai, tapi menurut salah satu pemilik warteg, yang berjualan di sekitar tempatnya banyak yang tutup, pemilik warteg itu juga bilang akan libur selama seminggu,” lanjut Jodi. 

Sejumlah warga masih ada yang berjualan takjil di sepanjang jalan Jatinangor. Seperti menjual es pisang ijo, sop buah, dan gorengan. Rata-rata mereka baru mulai membuka lapak usahanya sekitar pukul tiga sore, menyesuaikan dengan waktu ngabuburit.

“Kalau selain bulan ramadhan tidak berjualan sop buah dan es campur, tetapi jualan gorengan. Jualan gorengan juga sekarang masih berjalan seperti biasa dan diurus oleh anak.” ujar Tangguh, salah seorang pedagang yang berjualan sop buah dan es campur di salah satu ruas jalan di Jatinangor.

Bukan hanya Bale Pabukon dan jalanan Jatinangor yang terlihat sepi, begitu pula dengan Masjid Raya Unpad (MRU). Dulu MRU menjadi tempat favorit mahasiswa untuk berbuka puasa dan melaksanakan tarawih. Tempat ini juga kerap menyediakan takjil gratis. Menjelang lebaran, MRU serta lingkungan kampus lainnya di Unpad semakin diperketat keamanannya.

“Sebetulnya tidak banyak perubahan (dari segi keamanan), tetapi menjelang hari raya ini sedikit diperketat karena banyak tindakan kriminal di sekitar Jatinangor. Kalau di Unpad tidak ada karena selalu dijaga keamanannya. Setiap fakultas setidaknya ada kurang lebih 2 penjaga. Mahasiswa juga selama ramadhan kemarin tetap banyak yang datang ke Unpad karena sebagian ada yang praktikum, tetapi tetap disaring dan didata juga,”papar Rukanda, salah seorang satpam di Unpad.

Momen lebaran tidak hanya ditunggu-tunggu oleh mereka yang merayakan namun juga berbagai lapisan masyarakat untuk dapat bercengkrama bersama keluarga. Namun hal itu tidak berlaku untuk Jodi. Pasalnya mahasiswa asal Sukabumi tersebut sejak pertengahan Februari lalu hingga sekarang memilih untuk menetap di Jatinangor karena ada hal yang mesti dikerjakan dan juga kebetulan tengah menulis buku. 

“Tidak ada rencana atau persiapan khusus, yang terpenting melakukan kegiatan yang bermanfaat karena di situasi sekarang juga tidak memungkinkan untuk bepergian banyak” ujar Jodi. 

 

Reporter: Helfrida Mahendraputri

Penulis: Fadhilah Luthfi 

Editor : Hatta Muarabagja

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *