Poster Seminar Relasi Sipil-Militer: Perebutan Ruang Budaya dan Masa Depan Demokrasi. (Foto: Instagram @universitaspadjadjaran)
Poster Seminar Relasi Sipil-Militer: Perebutan Ruang Budaya dan Masa Depan Demokrasi. (Foto: Instagram @universitaspadjadjaran)
Poster Seminar Relasi Sipil-Militer: Perebutan Ruang Budaya dan Masa Depan Demokrasi. (Foto: Instagram @universitaspadjadjaran)

 

Di tengah hiruk-pikuk perayaan Hari Buruh (May Day), sebuah seminar penting dengan judul “Relasi Sipil-Militer: Perebutan Ruang Budaya dan Masa Depan Demokrasi” diselenggarakan oleh Departemen & Program Studi Antropologi Universitas Padjadjaran dan Laboratorium Antropologi Politik, Kebijakan, dan Pembangunan Universitas Padjadjaran. Ironisnya, ruang seminar tampak lengang, bukan karena publik tidak peduli terhadap demokrasi, tetapi karena momentum seminar ini bertabrakan dengan medan ekspresi rakyat yang paling otentik, yaitu aksi turun ke jalan.

Seminar tersebut mengulas secara kritis bagaimana relasi sipil dan militer membentuk dinamika kekuasaan serta menyusup ke ruang-ruang budaya. Sayangnya, seminar ini hadir di ruang dan waktu yang salah. Hal ini bukan karena substansi materinya yang lemah, melainkan ketidaksanggupan membaca irama sosial di luar dinding kampus.

Seminar ini seharusnya menjadi ruang penting untuk menautkan analisis struktural dengan realitas sosial. Namun, pelaksanaannya justru bertabrakan dengan mobilisasi massa buruh, sehingga ruang diskusi ini kehilangan fungsinya sebagai jembatan antara refleksi akademik dan gerakan aksi. Demokrasi bukan hanya soal pemilu atau kebebasan formal, melainkan kemampuan masyarakat untuk mengenali, membedah, dan merespon kuasa dalam segala bentuknya.

Kursi-kursi kosong dalam seminar itu bukan hanya soal partisipasi yang rendah, melainkan soal ketidakhadiran strategi yang seharusnya menyatukan pikiran dan tindakan. Dalam demokrasi yang cukup kompleks, kampus tidak cukup hanya bicara dari balik meja.  Kampus juga harus sanggup membaca waktu dan tahu kapan saatnya mendengarkan suara jalanan, karena jika tidak, ruang akademik akan terus bicara sendiri, apalagi ketika banyak massa aksi berjuang di jalanan. 

Seperti yang telah dijelaskan oleh Guru Besar Antropologi Hukum Universitas Indonesia (UI), Sulistyowati Irianto, “Jalan keluar dari krisis ini adalah jalan kebudayaan. Kita harus merestorasi demokrasi dari akar: dari rakyat, dari budaya, dari sejarah kita sendiri.”

Itu artinya kampus tidak boleh terus terjebak dalam dinding-dindingnya sendiri. Kampus harus bisa hadir bersama rakyat, mendengar denyut jalanan, dan tahu kapan harus ikut berbaris. Jika kampus ingin tetap relevan dalam demokrasi yang sedang diuji, maka kampus harus sanggup menjembatani teori dan tindakan. Jika tidak, kampus akan terus bicara sendiri tanpa makna, sementara rakyat berteriak di jalanan. 

Dalam salah satu sesi,  Sulistyowati, menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap kondisi negara hukum dan demokrasi saat ini. 

“Yang terjadi hari ini adalah otoritarianisme yang menggunakan hukum sebagai alat untuk mendefinisikan kekuasaan,” tegasnya. 

Ia menyebutkan situasi saat ini menciptakan kekerasan budaya yang dapat menumpulkan kesadaran kritis masyarakat dalam bentuk dominasi yang masuk lewat simbol, narasi, dan platform digital.

Namun, gagasan kritis ini hanya bergema di antara kursi-kursi kosong karena publik yang semestinya terlibat dalam diskusi ini justru sedang aktif membangun kesadaran melalui aksi massa di luar sana.

Sementara itu, Mayjen TNI sekaligus dosen Universitas Pertahanan Indonesia, Nugraha Gumilar, mencoba untuk meredam kekhawatiran publik dengan mengatakan bahwa TNI tetap berkomitmen pada tugas pokok konstitusionalnya sebagai pendukung sipil, bukan sebagai pemegang kuasa. 

“Kami hadir sebagai pendukung sipil, bukan pengambil alih. Peran kami dalam bencana, vaksinasi, atau pendidikan di wilayah konflik adalah bentuk dukungan terhadap rakyat,” jelasnya. 

Namun, dalam konteks sipil yang lemah, “dukungan” dapat menjadi ruang abu-abu yang rentan menjadi dominasi jika tidak ada pengawasan dan keseimbangan. Disinilah pentingnya ruang akademik untuk tak hanya mengamini, tetapi juga menguji setiap klaim kekuasaan dengan kecurigaan metodologis. Sayangnya, saat ruang diskusi ini lengang, fungsi kritis itu pun melemah. 

 

Penulis: Salwa Nabila Ayu

Editor: Alifia Pilar Alya Hasani, Fernaldhy Rossi Armanda

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

content-1701