Tim Indonesia Kirana Berhasil Membawa Pulang Emas pada Kompetisi  “The 11th International Antonio Vivaldi Choir Competition and Festival” di Municipal Hall “Vazrazdane” Grabovo, Bulgaria (Foto: Lagam Alfaruqi | @cinemorapictures)

Tim Indonesia Kirana, yang merupakan bagian dari Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjadjaran berhasil mengharumkan nama almamater sekaligus tanah air sebagai juara I kompetisi paduan suara dunia yakni The 11th International “Antonio Vivaldi” Choir Competition and Festival dengan perolehan 98 poin pada kategori mixed choir di Grabovo, Bulgaria pada Sabtu (25/6/2022). 

Pada kesempatan tersebut, tim Indonesia Kirana membawakan tiga buah lagu yakni Die mit Tränen Säen werden (Heinrich Schutz), Readymade Alice (Perttu Haapanen), dan Gayatri (Bagus S. Utomo). Ketiga lagu tersebut dipilih karena memiliki makna dan ciri khasnya masing-masing yang cocok dengan karakter suara tim Indonesia Kirana. 

Selain berkompetisi, tim Indonesia Kirana juga aktif menjalankan misi kebudayaan yakni dengan mengenalkan kultur Indonesia lewat pagelaran festival dengan membawakan beberapa lagu daerah seraya mengenakan pakaian khas beberapa daerah dari Indonesia. 

Penampilan Tim Indonesia Kirana pada Festival “The 11th International Antonio Vivaldi Choir Competition and Festival” di Municipal Hall “Vazrazdane” Grabovo, Bulgaria (Foto: Lagam Alfaruqi | @cinemorapictures)

Sebelum menuju Bulgaria, tim Indonesia Kirana melewati beberapa rangkaian kompetisi seperti  di The 67th International Choral Competition di Arezzo, Italia pada 2019 dan European Grand Prix for Choral Singing di Perancis pada Minggu (19/6). Pada kompetisi ini, tim Indonesia Kirana tercatat sebagai paduan suara mahasiswa pertama Indonesia yang berhasil melaju sampai final European Grand Prix. Selain itu, tim Indonesia Kirana juga melakukan konser pra-kompetisi di Jakarta (31/5) dan Bandung (3/6) sebagai upaya pengenalan diri kepada masyarakat dan pihak lain. 

Menurut Ketua Pelaksana Tim Indonesia Kirana 2022, Jasmine Azzahra Triatmojo, latihan yang dilakukan sebelum keberangkatan dapat dikatakan cukup singkat tetapi intens. Pasalnya, latihan yang hanya dilakukan dalam lima bulan memiliki kendala, seperti jumlah dan komposisi anggota yang berbeda pada kompetisi sebelumnya. Namun, di sisi lain Jasmine bersyukur dengan adanya aturan pelonggaran masker sehingga latihan paduan suara dapat dilakukan secara luring tanpa menggunakan masker, tetapi tetap dengan memperhatikan jarak setiap anggotanya. 

Melalui keberhasilan dalam kejuaraan internasional ini, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjadjaran yang diwakilkan oleh tim Indonesia Kirana dengan sukses membuktikan bahwa kesuksesan mampu diraih dengan kekuatan doa, tekad yang kuat, percaya diri, dan rasa kebersamaan. 

“Harapannya kemenangan dan perjuangan tim Indonesia Kirana bisa menjadi inspirasi dan motivasi untuk teman-teman mahasiswa, terutama Kema Unpad,” tambah Jasmine. 

Penulis : Maria Imanuella Dewi Sekartaji

 27 total views,  2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.