Student Festival Prabu Unpad
Kedatangan BEM Fakultas Keperawatan di Lapangan FH (Foto: Warta Kema/Sarah Fauziah)

Jatinangor, WARTA KEMA – Kegiatan Perayaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Prabu) Tahun Akademik 2022/2023 kembali hadir dengan mekanisme hybrid

Dikutip dari laman prabu.unpad.ac.id kegiatan Prabu tahun ini, mengusung tema “Cahaya Muda Padjadjaran” dan “Lentera Cita” yang bermakna bahwa pramuda merupakan cahaya muda baru yang akan meneruskan perjuangan bangsa Indonesia. Kegiatan penerimaan mahasiswa baru ini dilaksanakan pada tanggal 22 – 24 Agustus 2022.

Salah satu hal yang berbeda dalam kegiatan Prabu tahun ini adalah diadakannya kembali kegiatan Student Festival pada (23/08) secara luring.  Student Festival merupakan pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM), dan Badan Semi Otonom (BSO) yang ada di Universitas Padjadjaran kepada para mahasiswa baru melalui rangkaian parade, bazar, dan website

Student Festival diawali dengan kegiatan parade mengelilingi lingkar dalam Soshum dan Saintek. Parade di mulai dari lapangan Fakultas Hukum menuju lingkar dalam Soshum, lalu mengarah ke lingkar dalam Saintek dan kembali ke lapangan Fakultas Hukum melalui jalur Graha Kandaga. 

Di sepanjang sisi jalan para Pramuda begitu antusias menyaksikan kegiatan parade, tak sedikit dari mereka mengabadikan momen tersebut menggunakan ponselnya. Kegiatan ini diikuti oleh UKM, BEM, dan BSO yang ada di Unpad, masing-masing dari mereka memperkenalkan secara unik ciri khas organisasinya.

Kemeriahan BEM Gama FIB di Student Festival Prabu Unpad
BEM Gama FIB di kegiatan Student Festival (Foto: Warta Kema/Sarah Fauziah)

Salah satu yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah parade yang dilakukan oleh BEM Gama FIB. Dalam parade tersebut mereka mengusung konsep kerajaan Sunda, seperti yang dituturkan Ketua BEM Gama FIB Brian Jevon, “konsep yang diusungkan adalah kerajaan, di mana terdapat dua orang yang memerankan sebagai raja dan ratu. Lalu di belakang mereka ada yang memegang bendera, papan, megaphone (toa), dan terompet guna menyambut rombongan raja dan ratu. Kemudian, di belakangnya lagi terdapat parade 10 jurusan mulai dari Sastra Indonesia sampai Bahasa dan Budaya Tiongkok.” 

Lanjutnya, ia mengatakan bahwa ciri khas yang ingin mereka tampilkan pada kegiatan tersebut adalah keragaman budaya dan kearifan lokal dicampur dengan budaya yang ada di Fakultas Ilmu Budaya, seperti representasi budaya dari 10 program studi. Misalnya, Sastra Indonesia dengan kebaya dan batiknya, Sastra Jepang dengan kimono-nya.

Setelah parade selesai, dilanjutkan dengan kegiatan bazar yang dilaksanakan di titik lokasi yang berbeda, yaitu di Lapangan Parkir Bale Santika dan Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS). Setiap lokasi terdapat kurang lebih 30-40 stand bazar dari masing-masing UKM, BEM, dan BSO.

Kondisi Lapangan Bale Santika di Student Festival Prabu Unpad
Kondisi Lapangan Parkir Bale Santika pada saat bazar (Foto: Warta Kema/Sarah Fauziah)

Dengan 2 lokasi yang berbeda, para mahasiswa baru pun dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan lapangan bazar yang dituju. Selain itu, sesi bazar ini juga dibagi menjadi dua dengan perpindahan mahasiswa baru dari satu lokasi ke lokasi lainnya sebagai jeda. Selama sesi bazar berlangsung para mahasiswa baru bebas untuk mendatangi stand mana pun yang diinginkan. 

Bersamaan dengan itu, setiap organisasi mahasiswa juga tak kalah heboh menarik perhatian maba dengan cara uniknya masing-masing. Entah itu dengan membagikan brosur, membagikan stiker, bahkan dengan seruan mengajak melalui microphone.

Keragaman stand yang ada kembali menunjukan keunikan dan ciri khas dari masing-masing organisasi. Meriahnya suasana lapangan pun seakan-akan menjadi hal baru bagi semua orang. Metode perkuliahan daring yang dilaksanakan sejak tahun 2020 membuat Student Festival Prabu 2022 menjadi momen yang spesial bagi semua orang, baik mahasiswa baru, panitia, maupun partisipan parade dan bazar.

Salah satu mahasiswa baru mengatakan bahwa Prabu 2022 memberikan kesan yang begitu bagus sebagai kegiatan offline pertamanya. 

“Keren banget sih, apalagi ini hari pertama dateng kan karena kemarin kita dapet online ya. Jadi kita pertama kalinya offline terus wow banget gitu.l,” ujarnya pada Selasa (23/08).

Lebih lanjut, Brian Jevon juga mengatakan hal serupa mengenai kegiatan Student Festival pada hari Selasa. “… selama persiapan itu kita jadi ikut memberikan kesan ke mahasiswa baru tapi ke angkatan 2020 dan 2021, jadi mereka itu ngebayangin dan ngegambarin gimana sih pas Student Festival kemudian pas bazar gitu. Hal uniknya kita jadi memberikan kesan unik ke tiga angkatan,” jelas Ketua BEM FIB. 

Dengan begitu, kegiatan Student Festival pada proses penerimaan mahasiswa baru sangatlah penting. Hal ini bertujuan agar para pramuda bisa mengetahui lebih dalam tentang kegiatan-kegiatan yang ada di Unpad, seperti yang dituturkan Staf Divisi Manajemen Acara Aryani, “kegiatan Student Festival sangat penting karena dengan diadakannya kegiatan ini mahasiswa dapat menampung kreativitas, hobi, dan keinginan mereka agar lebih bermanfaat. Lanjutnya karena di Unpad terdapat banyak UKM atau BSO yang bisa dijadikan wadah bagi para mahasiswa untuk menampung minat dan bakat mereka.” 

Reporter: Fitri Fauziah, Ariana Salsabila H. 

Penulis: Fitri Fauziah, Ariana Salsabila H.

Editor : Alya Fathinah

Dokumentasi : Sarah Fauziah

Leave a Reply

Your email address will not be published.