ilustrasi UKT

ilustrasi UKT

Ilustrasi mahasiswa tercekik oleh mahalnya UKT (Ilustrasi: Warta Kema/Dhea Septiani)

Jatinangor, Warta Kema – Uang Kuliah Tunggal (UKT) mengalami kenaikan sesuai Keputusan Rektor Unpad nomor 521/UN6.RKT/Kep/HK/2023 tentang Penetapan UKT, Biaya Penyelenggaraan Pendidikan, dan Iuran Pengembangan Institusi Tahun Akademik 2023/2024. Keputusan tersebut berimbas pada kenaikan UKT mahasiswa baru (maba) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP).

Salah satu maba Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) jalur SNBP, Anggun (nama samaran) terpaksa menggunakan uang tabungannya untuk membayar UKT sebesar Rp6.000.000. Dia mengaku sedih ketika mendapat nominal UKT yang tidak sesuai.

“Penghasilan orang tua 3 sampai 4 juta. Tanggungannya tinggal aku cuma ada kakak yang masih tinggal di rumah dan kebetulan ayah aku masih bayar listriknya makanya di tagihan listrik aku gede karena ada dua keluarga dalam satu rumah,” ujar Anggun kepada Warta Kema, Kamis (21/7).

Anggun bercerita, ketika daftar ulang setiap mahasiswa diberikan opsi setuju atau tidak setuju atas UKT yang telah ditetapkan. Jika setuju berarti mahasiswa bisa langsung membayarnya, sedangkan jika tidak setuju maka mahasiswa wajib mengumpulkan berkas seperti slip gaji orang tua, tagihan listrik, foto tempat tinggal, dan foto kendaraan. Akan tetapi, usaha tersebut tetap saja sia-sia.

“Iya aku udah upload file segala macem tetep dapet gede. Aku juga enggak pake KIP-K karena ngira masih bisa kalau bayar UKT 3 jutaan tau-taunya 6 juta, sedih banget,” lanjutnya. 

 

Aturan Melarang Maba Banding UKT

Nasib serupa dirasakan maba Fakultas Hukum (FH), Rahlil S. Meilani yang memilih opsi tidak setuju dan mengumpulkan empat file yang diminta, tetapi tidak mempengaruhi apa pun.

“Nggak (ngaruh), malahan banyak yang tahun sekarang dapat UKT tertinggi. Bahkan, ada temen satu prodiku yang penghasilan ortu nya hanya 4 juta per bulan dapat ukt tertinggi,” kata Rahlil.

Sebagai informasi, Rahlil mendapat UKT golongan tertinggi senilai Rp9.000.000, padahal tahun sebelumnya UKT tertinggi di FH yakni Rp6.000.000 berdasarkan data yang dihimpun oleh BEM Kema Unpad. Tentu saja Rahlil keberatan atas besaran UKT yang diterimanya.

“Aku anak tunggal. Ayah aku udah pensiun sekarang jadi petani (beras) per panen cuma dapet 6-7 juta/6 bulan jadi per bulan cuma 1 juta sampe 1,5 juta. Ibu aku PNS guru penghasilan kotornya 10.5 juta (gaji pokok 5 juta) tapi tahun depan udah pensiun. Aku enggak punya kendaraan pribadi baik motor atau mobil jadi dari dulu selalu pake umum,” ungkap Rahlil.

Berharap UKT-nya bisa diturunkan melalui banding, Rahlil pun menghubungi Line Pacar Unpad. Namun, dia harus menelan pil pahit karena maba tidak bisa melakukan banding UKT. 

“Sangat disayangkan bagi angkatan kami tidak bisa banding UKT sama sekali. Padahal jelas-jelas Unpad memberikan opsi setuju atau tidak setuju, tetapi sama saja,” lanjutnya.

Adapula, maba Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) jalur SNBT, Sarah (nama samaran) mendapat UKT golongan VII sebesar Rp8.000.000, padahal penghasilan kedua orang tuanya sekitar 7 juta rupiah dengan tanggungan keluarga berjumlah 7 orang. 

Dia tidak mengajukan keberatan UKT ke rektorat karena ada informasi maba tidak bisa mengajukan banding.

“Aku gatau gimana caranya dan bukannya kalau semester 1 belum bisa ya?” jawab Sarah. 

Serupa dengan Anggun, maba Fikom lainnya, Dinda (nama samaran) tidak mengajukan keberatan atas besaran UKT yang diterimanya. Padahal Dinda mendapat UKT Golongan IV sebesar 3.5 juta dengan pendapatan ibunya sebesar Rp4.300.000 dan tanggungan keluarga berjumlah 3 orang. 

“Awalnya aku mau ngajuin banding, tapi ternyata dapat kabar kalau kami mahasiswa baru belum bisa mengajukan banding dan harus nunggu sampai semester selanjutnya,” ujar Dinda.

Dengan demikian, Dinda terpaksa membayar UKT-nya dan menunggu semester depan untuk banding.

 

UKT Turun Berkat Rajin Follow Up

Aturan maba tidak bisa mengajukan banding UKT ternyata tidak ditelan mentah-mentah oleh maba Fakultas Pertanian, Fikri Indrawan. Fikri memilih jalan untuk menghubungi Helpdesk Unpad kemudian mem-follow up terus-menerus sampai akhirnya mendapatkan hasil yang diinginkan.

Fikri bercerita betapa kagetnya ketika melihat nominal UKT-nya sebesar Rp8.000.000 padahal penghasilan orang tuanya hanya Rp1.500.000 dan tanggungan keluarga berjumlah dua orang. Dia pun menanyakan perihal UKT ke temannya yang sudah lebih senior. 

Kemudian, Fikri disarankan untuk menghubungi Helpdesk, tetapi tidak langsung mendapat jawaban.

“Aku cobain 2 kali baru ada jawabannya tapi cuma baik data data anda akan kami periksa kembali,” kata Fikri.

Jawaban Helpdesk tidak memuaskan, temannya Fikri pun menyarankan agar mendatangi rektorat secara langsung dengan membawa salinan SKTM, slip gaji, Kartu Keluarga, dan KTP. Sesampainya di sana, pihak rektorat tetap mengarahkan ke Helpdesk

Sejak saat itu, Fikri rajin mem-follow up pihak Helpdesk hingga akhirnya UKT-nya mengalami penurunan dan berlaku untuk semester selanjutnya.

“Nah pas hari Kamis (13/7) Alhamdulillah turun. UKT aku awalnya turun ke 500 ribu cuma ga langsung aku bayar karena gatau cara bayarnya. Pas lagi nanya-nanya dan mau di bayar aku refresh dulu gatau kenapa berubah jadi 1 juta, berubahnya enggak ada pemberitahuan dari sana tiba-tiba berubah aja,” sambungnya.

Fikri yakin jika dia tidak follow up terus-menerus maka UKT-nya tidak akan turun karena beberapa temannya bernasib seperti itu.

“Di follow up terus tapi harus nyepam sih biar di perhatiin soalnya banyak juga enggak keperhatiin jadi UKT tetep enggak sesuai. Temen-temen aku juga enggak di follow up enggak ada yang turun, semua 8 juta,” tutup Fikri.

 

Harapan yang (Semoga) Jadi Kenyataan

Seluruh maba yang menjadi narasumber dalam berita ini berharap agar pihak Unpad meningkatkan kualitas penyeleksian berkas administratif sehingga penetapan nominal UKT sesuai dengan kondisi keluarga.

“Aku mau rektorat berbenah dengan syarat-syarat administratifnya. Sudah jelas di situ banyak yang tidak setuju ukt paling tinggi, malah tidak ada hasil. Tenggat untuk mengumpulkan berkas-berkasnya pun hanya dikasih waktu 4 hari dan kalo tidak melengkapi dinyatakan mengundurkan diri. Gimana perasaan orang yang udah capek ke sana ke sini memenunuhi berkas tetapi tetap dapat ukt tertinggi?” ujar Rahlil.

“Harapan saya pihak rektorat harus jeli lagi dalem mengecek data yang sudah di upload para calon mahasiswanya dan memberi tanggungan UKT yang sesuai dengan penghasilan orangtua nya serta apabila UKT dinaikan mohon tranparansinya.” Fikri menekankan harus adanya transparansi mengenai kenaikan UKT.

“Buat rektorat aku cuma minta keringanannya untuk bisa turunin ukt aja sama kalo bisa lebih tepat sasaran ngasih UKT-nya,” ungkap Anggun.

“Memang benar orang tua saya PNS, namun hal itu tak lantas dapat menjadi jaminan bahwa saya sanggup atas UKT yang demikian tinggi, karena tanggungan orang tua saya bukan hanya saya sendiri, tetapi juga anggota keluarga saya yang lain. Selain itu, UKT juga bukan satu-satunya pengeluaran mengingat bahwa saya anak rantau yang mana tentunya saya juga harus mengeluarkan biaya untuk membayar kost, dan keperluan lainnya,” ujar Sarah.

“Semoga ke depannya bisa lebih bijak dan lebih bisa diperhitungkan tentang UKT agar sepadan dengan penghasilan dan pengeluaran setiap keluarganya,” harap Dinda.

Harapan-harapan maba di atas merujuk pada realisasi Pakta Integritas Rektor Universitas Padjadjaran Nomor 8 yang berbunyi ‘menjamin agar tidak adanya mahasiswa yang berhenti atau diberhentikan karena permasalahan finansial’. 

 

Reporter: Alya Fathinah

Editor: M. Roby Septiyan

Ilustrasi: Dhea Septiani

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000301

118000302

118000303

118000304

118000305

118000306

118000307

118000308

118000309

118000310

128000256

128000257

128000258

128000259

128000260

128000261

128000262

128000263

128000264

128000265

128000266

128000267

128000268

128000269

128000270

128000271

128000272

128000273

128000274

128000275

128000276

128000277

128000278

128000279

128000280

128000281

128000282

128000283

128000284

128000285

128000286

128000287

128000288

128000289

128000290

128000291

128000292

128000293

128000294

128000295

138000271

138000272

138000273

138000274

138000275

138000276

138000277

138000278

138000279

138000280

148000306

148000307

148000308

148000309

148000310

148000311

148000312

148000313

148000314

148000315

158000171

158000172

158000173

158000174

158000175

158000176

158000177

158000178

158000179

158000180

158000181

158000182

158000183

158000184

158000185

158000186

158000187

158000188

158000189

158000190

158000191

158000192

158000193

158000194

158000195

158000196

158000197

158000198

158000199

158000200

168000276

168000277

168000278

168000279

168000280

168000281

168000282

168000283

168000284

168000285

178000336

178000337

178000338

178000339

178000340

178000341

178000342

178000343

178000344

178000345

178000346

178000347

178000348

178000349

178000350

178000351

178000352

178000353

178000354

178000355

178000356

178000357

178000358

178000359

178000360

178000361

178000362

178000363

178000364

178000365

188000346

188000347

188000348

188000349

188000350

188000351

188000352

188000353

188000354

188000355

188000356

188000357

188000358

188000359

188000360

188000361

188000362

188000363

188000364

188000365

188000366

188000367

188000368

188000369

188000370

188000371

188000372

188000373

188000374

188000375

198000235

198000236

198000237

198000238

198000239

198000240

198000241

198000242

198000243

198000244

198000245

198000246

198000247

198000248

198000249

198000250

198000251

198000252

198000253

198000254

198000255

198000256

198000257

198000258

198000259

198000260

198000261

198000262

198000263

198000264

198000265

198000266

198000267

198000268

198000269

198000270

198000271

198000272

198000273

198000274

208000066

208000067

208000068

208000069

208000070

208000071

208000072

208000073

208000074

208000075

208000076

208000077

208000078

208000079

208000080

208000081

208000082

208000083

208000084

208000085

208000086

208000087

208000088

208000089

208000090

208000091

208000092

208000093

208000094

208000095

218000161

218000162

218000163

218000164

218000165

218000166

218000167

218000168

218000169

218000170

218000171

218000172

218000173

218000174

218000175

218000176

218000177

218000178

218000179

218000180

218000181

218000182

218000183

218000184

218000185

218000186

218000187

218000188

218000189

218000190

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000110

228000131

228000132

228000133

228000134

228000135

228000136

228000137

228000138

228000139

228000140

228000141

228000142

228000143

228000144

228000145

228000146

228000147

228000148

228000149

228000150

228000151

228000152

228000153

228000154

228000155

228000156

228000157

228000158

228000159

228000160

238000251

238000252

238000253

238000254

238000255

238000256

238000257

238000258

238000259

238000260

238000261

238000262

238000263

238000264

238000265

238000266

238000267

238000268

238000269

238000270

238000271

238000272

238000273

238000274

238000275

238000276

238000277

238000278

238000279

238000280

news-1701