The Law of Attraction: Sebuah Keajaiban atau Mindset?

Ilustrasi Perempuan Memandang Laut

Loading

 Ilustrasi Perempuan Memandang Laut Ilustrasi Perempuan Memandang Laut (sumber: Pinterest https://pin.it/5F7Xp9A)

Jatinangor, Wartakema Sobat Warta pasti sering mendengar kalimat-kalimat populer yang tak jarang berkumandang di lingkungan sehari-hari, misalnya, “Ucapan adalah doa” atau “Kalau kamu yakin, kamu pasti bisa!”. Kalimat-kalimat tersebut menandakan bahwa reaksi kita terhadap sesuatu dapat saja menjadi kenyataan. Namun, apakah hal tersebut dapat menjadi sumber dari terwujudnya sesuatu hal?

 

Menurut salah satu ahli filosofi, yaitu Haanel, pemikiran manusia secara otomatis berkorelasi dengan objek yang kita pikirkan dan membawa objek itu kepada kenyataan. Untuk memahami hal tersebut, kita dapat mempelajari suatu hukum alam yang bernama hukum tarik-menarik atau The Law of Attraction (LoA). Dalam hukum ini, hal-hal yang kita pikirkan akan terwujud dalam kehidupan kita, baik secara sadar maupun tidak. 

 

Pada dasarnya, hukum ini percaya bahwa manusia menarik sesuatu menjadi nyata berdasarkan apa yang mereka yakini, pikirkan, dan rasakan, bukan selalu tentang hal yang mereka inginkan sehingga tidak jarang pula sesuatu yang tidak kita inginkan malah menjadi nyata karena selalu kita ada di pikiran kita.

 

Apabila Sobat Warta ingin mempelajari dan memahami cara kerja hukum tarik-menarik atau LoA, Sobat Warta harus berlatih menggunakan kesadaran dan niat. Pertama, kita harus membawa diri kita ke dalam keadaan tenang dan damai. Ketika sudah berada di dalam keadaan yang tenang dan damai, perasaan bahagia perlahan muncul. Berdasarkan perasaan bahagia itu, barulah kita dapat mengelola beragam keinginan. 

 

Sobat Warta dapat menuliskan keinginan tersebut dalam bentuk kategori, misalnya karir, hubungan, pertemanan, dan lain sebagainya. Kemudian, ditempelkan di dinding kamar atau meja belajar agar Sobat Warta selalu ingat akan keinginan tersebut. Setelah menuangkannya dalam bentuk tulisan, cobalah untuk “memproyeksikan” keinginan tersebut di depan mata dan menumbuhkan rasa bahwa hal itu dapat terealisasikan.

 

LoA dapat diterapkan pada berbagai kegiatan dan tujuan. Salah satu mahasiswa Fakultas Hukum Unpad 2021 Syahreza Fachran pernah menerapkan LoA ini ketika sedang mendaftar ke universitas. Syahreza merupakan pejuang gap year dari angkatan 2020. Sebelum berkuliah di Fakultas Hukum Unpad, Syahreza sempat menjalani perkuliahan di Prodi Manajemen di salah satu universitas swasta ternama. Namun, ia memutuskan untuk menjadi pejuang full gap year dan mempersiapkan diri untuk SBMPTN 2021. 

 

Selama persiapan menuju SBMPTN 2021, Syahreza selalu meyakini bahwa ia bisa diterima di universitas impiannya. Menurut Syahreza, apabila kita selalu berpikir positif, maka hal tersebut akan terwujud.

 

“Setiap berdoa, saya hanya berharap dapat berkuliah di tempat yang terbaik menurut Allah Swt. Tentunya dengan melakukan ikhtiar dengan belajar setiap hari dan selalu melakukan hal-hal baik kepada sesama, ya. Menurut saya, sebenarnya LoA dan berdoa itu banyak memiliki kesamaan. Kita tetap harus berdoa dan berpasrah diri kepada Allah supaya doa yang kita panjatkan dapat dikabulkan dan harus berprasangka baik kepada Allah. Hal tersebut sama dengan halnya LoA yang menuntut kita untuk berpikiran positif, maka hal itu akan terwujud,” tutur Syahreza.

 

Meskipun LoA mengajarkan manusia untuk berusaha dan meyakini keinginan, LoA juga mengajarkan kita untuk menyadari bahwa terdapat banyak faktor yang tidak bisa kita kendalikan sehingga apabila keinginan kita tidak berwujud, maka kita juga tidak boleh menyalahkan keadaan. Semestinya kita juga tetap bersyukur dan berpikiran positif, bisa saja keinginan tersebut terwujud di lain waktu.

 

Dengan menerapkan LoA dalam kehidupan, kita dapat mengenal diri sendiri lebih dalam, khususnya mengenai keinginan dan cita-cita dalam hidup. Selain itu, kita dapat belajar untuk lebih banyak bersyukur dan menerima bahwa tidak semua hal dapat kita kendalikan, Kita dapat belajar untuk berhati-hati dalam berkata, berpikir, dan meyakini sesuatu karena bukan hal yang mustahil bahwa segala buah pikiran dapat menjadi kenyataan.

 

Bagaimana, Sobat Warta? Tertarik untuk menerapkan The Law of Attraction? Berikan pendapatmu di kolom komentar ya!

 

 

 

Penulis: Soraya Firmansjah

Editor: Khansa Nisrina Pangastuti

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *