Foto: Azizia Nurkanida/Warta Kema

Universitas Padjadjaran menggelar acara Uji Publik 1 bagi Calon Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM Kema Unpad 2023 yang dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan pertemuan langsung di Auditorium Balai Santika, Kamis (17/11) sore. Uji Publik ini dihadiri oleh 77 audiens yang berasal dari berbagai fakultas dan lembaga Kema Unpad.

Uji Publik 1 dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Unpad kemudian berlanjut dengan 3 sesi lainnya, yaitu sesi pemaparan visi misi dan program unggulan dari Calon Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM Kema Unpad 2023, sesi tanya-jawab oleh panelis beserta audiens, dan sesi closing statement oleh Calon Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM Kema Unpad 2023.

Tidak Hadirnya Cawakabem dan 2 Panelis Lain dalam Acara Uji Publik 1

Foto: Azizia Nurkanida/Warta Kema
Foto: Rasya Putri Zakaria/Warta Kema

Calon Wakil Ketua BEM Kema Unpad 2023 Morin Azzahra absen dari Uji Publik 1. Tidak hanya itu, Uji Publik 1 pun hanya dihadiri satu panelis, yaitu Ketua BPM Kema Unpad 2022 Muhammad Raushan Fikri yang membawakan topik Relevansi Ormawa tanpa kehadiran dua panelis lainnya, yakni Virdian Aurelio Hartanto dan Qisthy Muhammad Rasyid.

Raushan selaku panelis turut menyampaikan kekecewaannya mendengar salah satu paslon tidak dapat hadir pada Uji Publik 1.

“Cukup kecewa yah. Walaupun kondisi fisik yang jadi alasan tidak datangnya Cawakabem (Calon Wakil Ketua BEM), harusnya itu jadi perhatian dari Paslon untuk menjaga diri ketika mereka lagi berkontestasi,” ucap Raushan.

Leni Oktaviani, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Prama Unpad mengatakan, konfirmasi mengenai ketidakhadiran Cawakabem tersebut dadakan.

“Hari ini saya baru dapat info, belum ada info sebelumnya kalau Morin tidak bisa hadir. Jadi, baru ada konfirmasi tadi dari panitia,” kata Leni.

Alasan 2 panelis lain tidak hadir adalah merasa kecewa dan tidak dihargai karena dari pihak Cawakabem sendiri tidak turut hadir dalam pelaksanaan Uji Publik 1. Menurut Raushan, tindakan yang dilakukan oleh kedua panelis lainnya merupakan tindakan yang wajar.

“Sebenarnya ini reaksi yang cukup wajar untuk bersikap ketika merasa kurang dihormati. Seharusnya Paslon itu utuh datangnya, tetapi salah satunya malah berhalangan,” tutur Raushan.

Molornya Pelaksanaan Uji Publik 1 hingga Satu Jam Lebih 

Kegiatan Uji Publik 1 seharusnya sudah dimulai dari pukul 16.20 WIB, namun realisasinya acara baru dimulai pada pukul 17.29 WIB. Menanggapi hal itu, Leni, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Prama Unpad buka suara.

“Untuk acara sebenarnya memang dimulai jam 16.20 sesuai dengan undangan dan poster yang sudah disebarkan. Setelah saya konfirmasi ke beberapa panitia yang stay di sini, alasannya dari calon datang terlambat. Mengenai keterlambatan ini saya sendiri juga tidak tahu alasan konkretnya, tetapi saya dapat info bahwa keterlambatan terjadi karena harus melobi soal Cawakabem Morin yang tidak bisa hadir karena sakit harus bed rest,” tutur Leni kepada Warta Kema pada (17/11).

Leni menegaskan penyebab keterlambatan acara hingga 1 jam lebih itu bukan karena teknis acara panitia yang belum siap

“Bukan, pure dari keterlambatan calon,” tegas Leni.

Fauzan, salah satu audiens memberikan pandangannya mengenai teknis acara Uji Publik 1.

“Acaranya menurutku berjalan dengan lancar. Kalau dari teknis paling ada masalah mikrofon yang sedikit mengganggu. Dari segi alur ‘sih sudah bagus,” ucap Fauzan.

Bagaimana Kesiapan Calon Ketua BEM Kema Unpad?

Paslon BEM Kema Unpad 2023 dirasa tidak siap dalam menjabat di periode selanjutnya. Hal ini dibuktikan dengan pemaparan, pengetahuan, serta jawaban calon dalam menanggapi permasalahan-permasalahan yang ada di Kema Unpad. Terlebih lagi, ketidakhadiran Cawakabem juga menjadi salah satu indikator yang terlihat dalam mengukur sikap mereka.

“Kalau dari pandangan saya jauh dari kata siap. Bisa dilihat dari beberapa pertanyaan yang tidak terjawab secara konkret lewat tindakan, kebanyakan hanya orasi-orasi. Hal itu menunjukkan bukan ke arah tindakan, tetapi hanya ajakan pada Kema dan beberapa jawaban yang mengindikasikan ketidaktahuan terhadap student government di Kema Unpad,” kata Raushan.

“Aku belum lihat urgensi dan action jelas yang disampaikan oleh beliau selaku calon Ketua BEM Kema Unpad. Aku juga belum lihat kesiapan yang matang dari beliau,” tutur Fauzan sebagai audiens Uji Publik 1.

Raushan menyampaikan pandangannya mengenai tindakan yang dapat Kema Unpad lakukan.

“Sebenarnya ini bisa diambil sikap oleh Kema, apakah Kema akan tetap setuju dengan kondisi Paslon yang seperti ini atau tidak. Kalau misalnya tidak, teman-teman punya pilihan lain, bukan berarti serta-merta kita hanya dapat mendukung calon. Tetapi, apabila Paslon ini sudah terpilih, tidak ada kesempatan lagi untuk kita memilih yang artinya mau tidak mau kita harus tetap dukung untuk kemaslahatan Unpad ke depannya,” ucap Raushan kepada Warta Kema pada (17/11).

Visi dan Misi yang Digaungkan oleh Calon Ketua BEM Kema Unpad 2023

Dengan menamai dirinya sebagai “Langkah Awal yang pasti dan terencana,” Paslon BEM Kema Unpad 2023 memiliki visi dan misi sebagai berikut:

Visi: 

BEM Kema Unpad sebagai inkubator perubahan dengan semangat kolaboratif dalam melukis makna nyata bagi Padjadjaran. 

Misi:

  1. Organizational Development (Pemeliharaan dan pengembangan internal organisasi dalam mewujudkan iklim kerja yang dekat dan profesional)
  2. Tangible Collaboration (Terbuka dan optimal dalam menjalani hubungan yang kolaboratif dengan pihak internal maupun eksternal yang ada di Kema Unpad)
  3. Deeds Align Needs (Pelayanan advokasi yang optimal dan proaktif dengan menyesuaikan kebutuhan Kema Unpad)
  4. Ensure Society Movement (Memastikan kebermanfaatan Padjadjaran yang berkelanjutan dalam pengabdian masyarakat)
  5. Interconnected Student Growth (Menjadi wadah bagi Kema Unpad dalam mengoptimalkan minat dan bakat serta melatih potensi yang berkualitas sebagai aktualisasi diri)
  6. Optimalization Digital Services (Pengoptimalan pelayanan digital yang lebih efisien sebagai pusat informasi yang terpadu dan terintegrasi serta mudah dijangkau) 

Penulis: Rasya Putri Zakaria

Editor: Disma Alfinisa

Fotografer: Azizia Nurkanida, Rasya Putri Zakaria

 18 total views,  2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.