kampus cantik
(Poster karya Lisa Angelina pada peringatan International Women’s Day 8 Maret, sumber: Twitter @lotuswhelve )

Jambi, WARTA KEMA – “Yang lebih bikin gue kaget tuh kadang komen-komennya. Kadang orang tuh kan kalo komen suka macem-macem ya, ada yang komennya ngomongin badan, ada yang ngomongnya kayak ‘angkatan 2019 tapi kok tua banget sih?’ Gitu.” ujar Melati (nama samaran) menggebu-gebu. Ia bicara soal pengalamannya ketika fotonya dipublikasikan oleh salah satu akun Instagram favorit orang ramai, @unpadgeulis.

Saya sendiri ingat betul beberapa tahun silam, ketika masih jadi mahasiswa baru. Tiada seorang pun yang absen dari obrolan tentang akun @unpadgeulis, baik laki-laki maupun perempuan. “Kalau berhasil masuk @unpadgeulis pasti kamu akan dikenal banyak orang, tanda pesonamu sudah topcer,” begitu kurang lebih kata seorang kawan dahulu. Saya manggut-manggut saja, setengah mengiyakan setengah bingung

Seorang teman di masa SMA saya—yang saya yakin betul bukan anak Unpad—bahkan punya kegemaran membubuhkan komentar di beberapa unggahan akun @unpadgeulis. Melihatnya, saya mengernyit sedikit. Memang seterkenal itu ‘kah akun satu ini?

Followlah Daku, Ku Kau Endorse

Berbekal rasa ingin tahu, suatu hari saya iseng menanyakan tarif iklan produk pada akun @unpadgeulis. Orang di balik akun ini, yang saya sapa dengan sebutan ‘Mimin’, menjawab bahwa harga berkisar antara 100 sampai 150 ribu rupiah untuk satu unggahan story/feed/reels. Ucap Mimin, kedua jenis unggahan terakhir tadi nantinya akan dipertahankan selama satu bulan. Meski begitu, biaya tambahan diperlukan jikalau pelanggan ingin mengunggah multiple feeds. Setiap penambahan satu foto dikenakan tarif seharga 5 ribu rupiah, sedangkan untuk video nilainya bisa berlaku dua kali lipat. 

Selain iklan dalam bentuk story/feed/reels, Mimin @unpadgeulis juga menawarkan jasa pajang akun di bio Instagram mereka. “1,5 juta per bulan, Kak,” ungkapnya.

Meski hanya berbekal 146 ribu followers dengan engagement yang gila-gilaan serta wajib menelusuri akun para mahasiswi geulis secara konsisten, mendengarnya saya jadi ngiler sedikit. Kalau saja saya dapat bayaran segitu per bulan, maka bye Mamah, bye Papah! Anakmu kini sudah mampu bayar UKT sendiri!

Izin Soal Nanti, Lainnya Lebih Penting!

Kamboja (nama samaran), seorang narasumber saya yang lain, mengaku bahwa foto dirinya diunggah akun @unpadgeulis tanpa persetujuannya terlebih dahulu. Ia masih ingat jelas tahun 2020 lalu, ketika seorang teman memberi tahu bahwa ia jadi salah satu yang masuk dalam jajaran perempuan terpilih yang diunggah akun @unpadgeulis. Sontak, Kamboja kaget. Akun @unpadgeulis memang sempat mengikuti Instagramnya beberapa waktu silam, tetapi ia sendiri tidak pernah menerima kabar apa pun soal akun ini, tak terkecuali perihal permohonan izin untuk mengunggah foto dirinya.

Tak hanya Kamboja, baik Melati, Mawar, maupun Anggrek juga memperoleh perlakuan serupa dari akun yang berbeda. Setelah Mimin @unpadgeulis diizinkan untuk mengunggah foto mereka, sebuah akun lain bernama @cantiknyaunpad turut serta melakukan hal yang sama, tetapi kali ini tanpa mengindahkan izin dari yang bersangkutan. Akun @cantiknyaunpad ini seolah merupakan bayangan dari akun @unpadgeulis; senantiasa meniru gerak-geriknya. Bila @unpadgeulis mengunggah foto si A maka tak lama kemudian @cantiknyaunpad ikut mengunggah foto berbeda dari orang yang sama. Sayangnya, akun ini punya pengikut tak seberapa bila dibandingkan dengan @unpadgeulis.

Dari Majelis Taklim, Olshop Halu, Hingga Endorse Pijit

Lain lagi urusan soal respons para narasumber. Dari 6 orang yang saya wawancarai, reaksi keenamnya beragam. Beberapa di antaranya mengaku bahwa foto diri mereka yang diunggah @unpadgeulis tidak menimbulkan efek apapun, sedangkan beberapa lainnya mengaku banyak menerima akibat negatif.

Anggrek, misalnya, mengaku bahwa sejak fotonya diunggah oleh @unpadgeulis, ia tidak merasakan akibat negatif apapun. Meski menerima banyak pengikut baru di akunnya, direct message (DM) yang masuk pun hanya ada di kolom request dan oleh karenanya tak pernah ia acuhkan. Begitu pula dengan Kamboja. Menurutnya, DM yang ia terima hanya berisikan basa-basi ingin berkenalan atau meminta followback saja, tidak kurang dan tidak lebih.

Beda halnya dengan Melati. Ia mengaku senang ketika pertama kali fotonya diunggah oleh akun @unpadgeulis. Kala itu, tak sedikitpun terlintas di benaknya bahwa akun ini akan mendatangkan hal yang dapat mengganggu ketentraman dirinya. “Bahkan ada ya, tiba-tiba dia nge-chat gue, langsung kayak ngasih CV gitu loh. Ada juga yang pernah DM foto gitu dia lagi ngumpul sama orang-orang pengajian gitu,” terang Melati. Ia mengaku merasa risih ketika menerima pesan dari para pengikut yang datang ketika fotonya diunggah oleh akun @unpadgeulis. 

“Waktu itu juga ada yang nge-follow gue, dia suka ngetag-ngetag gue di post-nya di Instagram. Dah tuh, gue biasa aja kan awalnya karena dia nge-tag doang. Eh, tiba-tiba pas gue liat lagi, bio dia tuh nama gue. Awalnya gue masih diemin, lama-lama dia bikin IG yang namanya ada unsur-unsur nama gue. Masih gue diemin tuh terus gue liat Twitternya. Pas gue liat Twitternya, demi Allah serem banget. Masa foto header-nya dia itu foto kecil gue sama foto kecil dia digabungin, dong. Terus udah gitu gue tegur kan, terus gue nyuruh dia hapus, terus dia hapus, baru gue block,” ungkap Melati.

Hal serupa juga menimpa Lily. Ia mengaku bahwa dirinya sempat merasa senang ketika fotonya diunggah oleh akun @unpadgeulis. Akan tetapi, yang terjadi berikutnya berada di luar dugaan. 

“Ada yang punya usaha bikin kaos distro, gitu. Dia DM, nanya, ‘bisa jadi model katalog, gak? Gue owner-nya, gue anak Unpad, kok’. Dia gak perkenalan dulu dia itu siapa, dia dari mana. Dia ngejelasin tuh dia kayak punya usaha baju gitu-gitu sama temen-temennya yang anak Unpad juga. Terus nanti bakal dibayar. DP dulu terus bajunya nanti bakal dikirim ke rumah aku. Jadi, aku tinggal foto aja dan kirim fotonya ke dia cuma aku tuh kayak minta maaf gitu, gak bisa karena aku gak pernah jadi model. Terus aku juga takut aja gitu, kan belum kenalan juga jadi aku tolak,” terang Lily. 

Begitu saya tanya soal kejelasan asal-usul distro ini, Lily mengaku juga tidak tahu pasti. “Dia cuma ngasih model bajunya gitu loh, gambar bajunya sama nama distronya. Aku nyari nama distronya di IG, tapi gak ada jadi agak sus, ya. Dia juga bilang mau ngirim, otomatis aku harus ngasih alamat aku dong jadi aku agak wah, gitu,” cerita Lily.

Kenanga juga mengalami hal serupa. Ia bahkan mengaku pernah menerima komentar merendahkan dan bernada seksual dari orang tak dikenal. Tak hanya itu, ia menuturkan bahwa dirinya pernah menolak tawaran endorse seseorang. “Endorse nya aneh banget, endorse pijit, kayak spa gitu. Makanya kayak serem gak, sih? Waktu itu pas dapet DM dari dia, aku langsung stalk akunnya. Nah, itu kita dikasih dua pilihan, ada yang langsung review tanpa dipijit jadi kayak review bohongan gitu, ada juga yang boleh manggil mbak pijitnya gitu ke rumah kita,” ungkap Kenanga.

Cerita juga saya dapatkan dari narasumber yang lain, Mawar. Ia mengaku khawatir foto yang diunggahnya di Instagram akan disalahgunakan. “Kalo gue ngepost foto muka gue tuh pasti ada yang ngesave gitu, nah tapi pas gue masuk @unpadgeulis itu yang ngesave kayak dua sampai tiga kali lipat gitu, loh, lonjakannya. Itu kan serem banget gak, sih? Gue takut disalahgunain aja gitu,” ujar Mawar. 

Mawar bahkan sempat berniat meminta akun @unpadgeulis untuk menghapus foto dirinya. Meski begitu, niat ini ia urungkan. Mawar sendiri mengaku bahwa akun @unpadgeulis justru menambah beban bagi dirinya sendiri. Ia merasa khawatir setiap kali ada foto diri yang menurutnya tak sempurna. “Kalau lagi breakout atau gue lagi gendutan, itu jadi pressure,” ucap Mawar.  

Akun [Kampus] Cantik: Sekadar Obrolan Tongkrongan atau Praktik Patriarki yang Melembaga?

Saya bersama seorang reporter Warta Kema lain, Iin, mencoba mewawancarai beberapa narasumber laki-laki yang mengikuti akun Instagram @unpadgeulis. Sebut saja Aprikot, ia mengakui mem-follow akun @unpadgeulis karena rekomendasi teman. “Ini bukan maksudnya menormalisasi gitu, ya, tapi kebetulan di tongkrongan aku—gak tau kalau di tongkrongan orang lain—memang ada celetukan seperti itu. ‘Eh, ada yang cakep, nih’, seperti itulah. Padahal cakep kan memang subjektif, ya. Tapi obrolan seperti itu juga tidak selalu, hanya rare occasions aja,” terang Aprikot. 

Menurutnya, akun semacam @unpadgeulis juga mampu mendatangkan manfaat, seperti membantu karier orang yang fotonya diunggah. Tidak menutup kemungkinan bahwa agensi yang bergerak di bidang entertainment mencoba merekrut talentnya dari akun semacam ini. Selain itu, menurut Aprikot, akun ini juga dapat menjadi validasi akan kecantikan seseorang. “Ada orang yang bisa hidup tanpa validasi dan ada juga orang yang harus hidup dengan validasi, gitu. Menurut aku, akun ini juga menyediakan fasilitas seperti itu karena bagi sebagian orang ada yang melihat diri mereka cantik hanya ketika ada yang bilang mereka cantik, bukan dari dirinya sendiri,” ungkap Aprikot.

Sedangkan Manggis, narasumber saya yang lain, mengaku bahwa akun semacam @unpadgeulis ini mampu menjadi wadah untuk menampung rasa ingin tahu orang banyak. Manggis menuturkan bahwa ia tidak hanya mengikuti akun @unpadgeulis saja, melainkan juga akun @uicantikid. Menurut Manggis, hal ini kiranya dikarenakan anggapan bahwa mahasiswi di kampus UI dan Unpad dikenal cantik oleh banyak orang. Meski begitu, Manggis mengaku bahwa ia sendiri tidak pernah membubuhkan komentar di unggahan akun-akun tadi. 

Beda halnya dengan Aprikot dan Manggis, narasumber yang lain, anggap saja Jeruk namanya, mengaku bahwa ia sering berkomentar di unggahan akun @unpadgeulis. Dari yang kami telusuri, dua komentar di antaranya berbunyi: “cantik banget calon” dan “wow indahnya”. Jeruk sendiri mengaku bahwa ia menyadari akun semacam @unpadgeulis seperti dua mata pisau

“Ini banyak negatifnya sih, ya, kalau disangkutpautkan dengan diskriminasi gender khususnya pada wanita. Tapi mungkin segi positifnya, kalau menurut aku sih ya buat branding biar Unpad banyak dikenal oleh orang-orang luar itu tadi (sama halnya seperti UI yang dikenal dengan akun Instagram @uicantikid),” terang Jeruk. Meski mengaku mendukung kesetaraan gender, Jeruk mengungkapkan bahwa perilakunya yang gemar berkomentar pada unggahan akun @unpadgeulis adalah perihal yang ‘wajar saja sebagai seorang lelaki’.

Dari sisi lain berdatangan pula berbagai protes soal akun kampus cantik semacam @unpadgeulis ini. Salah satunya muncul dari pihak internal Unpad sendiri, yaitu Wakil Kepala Departemen Eksternal Affairs Girl Up Unpad, Lisa Angelina. Pada peringatan International Women’s Day 8 Maret lalu di Kota Bandung, Lisa datang membawa sebuah poster yang dibuatnya sendiri, bertuliskan “AKUN INSTAGRAM [KAMPUS] CANTIK CUMA BENTUK AKAL-AKALAN PATRIARKI”.

Ketika diwawancara Lisa menyatakan, poster ini dibuat atas nama dirinya sendiri dan tidak terafiliasi dengan organisasi Girl Up Unpad. Menurutnya, poster ini dibuat untuk menyadarkan masyarakat—baik perempuan maupun laki-laki, juga bahkan yang turut terlibat dalam aksi IWD itu sendiri—akan pentingnya peran kita dalam memutus rantai patriarki. 

“Kenapa (poster) ini bisa pakai frasa ‘akal-akalan patriarki’? Gue menganggap bahwa patriarki itu soal dominasi. Jadi sifat patriarkal itu maksudnya bentuk mendominasi siapa pun yang termarginalkan, ya. Jadi bukan hanya soal laki-laki mendominasi perempuan. Ini soal patriarkinya itu sendiri. Ketika si admin membuat akun (kampus cantik) tersebut maka mereka berkuasa atas apapun yang mereka ciptakan di sana. Mereka menciptakan lingkungan dan kultur yang toxic itu, dan dominasi itu tentu muncul dari sifat patriarki,” ujar Lisa. 

Menurutnya, keuntungan terbesar justru diraup oleh para pemilik akun kampus cantik. Dengan engagement dan insights yang luar biasa gila-gilaan banget, para Mimin mampu meraup keuntungan dari harga yang dibayarkan pelanggan ketika memasang iklan produk di akunnya. Dengan berbekal consent para mahasiswi (yang juga tidak selalu terjadi), Mimin tentu merasa komentar serta pesan bernada seksual dan diskriminatif yang datang setelahnya tidak lagi menjadi bagian dari tanggung jawab mereka. Lisa menekankan bahwa hal ini perlu menjadi catatan tambahan bagi para perempuan. 

“Gue tentu setuju soal consent dan memang mungkin ada orang-orang yang oke dengan hal tersebut. Tapi bagaimanapun juga ketika hal tersebut menimbulkan bahaya, baik lu sadar atau tidak. Itu juga berhubungan dengan orang banyak dan akan menyebabkan situasi toxic berkepanjangan dan hal itu yang kadang disepelein sama banyak dari kita,” terang Lisa.

Tak hanya itu, Lisa juga mengungkapkan isi pembicaraannya dengan salah seorang pengguna Twitter beberapa waktu lalu. Ia merasa bahwa pembenaran akun kampus cantik sebagai sarana yang mampu memfasilitasi kebutuhan perempuan akan validasi terhadap kecantikannya merupakan wujud nyata dari sistem patriarki yang telah terinternalisasi (internalized patriarchy) pada diri perempuan. 

Menurutnya, urusan ‘validasi’ ini perlu ditelaah lebih lanjut.  “Akan tetap ada orang yang merasa bahwa ‘kalau perempuan butuh validasi ya memangnya kenapa? Toh dia tetap sadar akan dirinya dan lain-lain’. Tapi gue tetap pada keyakinan bahwa kesadaran itu ya hanya ‘kesadaran palsu’, itu hanya di-construct oleh sistem patriarki itu sendiri,” ucap Lisa menutup pembicaraan kami.

Tentu tiada mudah menentukan lajur mana yang ditempati akun-akun Instagram kampus cantik ini. Ia merupakan suatu pusaran kompleks yang mencakup bejibun bahan obrol tongkrongan, consent perempuan, ratusan DM followback dan komentar bernada seksual serta tarif endorse yang berhasil diraup orang-orang di baliknya. Ia perlu dilihat lebih dari itu: suatu sistem dominasi yang terkadang menyembul terkadang sembunyi. Dan saya kira tulisan ini mampu merangkum di mana posisi saya berdiri. 

Penulis: Alissa Wiranova

Reporter: Alissa Wiranova dan Iin Lailatul Ma’rifah
Editor: Alya Fathinah

Author

1 Comment

Avarage Rating:
  • 0 / 10
  • zalfaa , March 19, 2022 @ 11:44

    this article really deserves an award!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 10000336

article 10000337

article 10000338

article 10000339

article 10000340

article 10000341

article 10000342

article 10000343

article 10000344

article 10000345

article 10000346

article 10000347

article 10000348

article 10000349

article 10000350

article 10000351

article 10000352

article 10000353

article 10000354

article 10000355

article 10000356

article 10000357

article 10000358

article 10000359

article 10000360

article 10000361

article 10000362

article 10000363

article 10000364

article 10000365

article 10000366

article 10000367

article 10000368

article 10000369

article 10000370

article 10000371

article 10000372

article 10000373

article 10000374

article 10000375

article 2990476

article 2990477

article 2990478

article 2990479

article 2990480

article 2990481

article 2990482

article 2990483

article 2990484

article 2990485

article 2990486

article 2990487

article 2990488

article 2990489

article 2990490

article 2990491

article 2990492

article 2990493

article 2990494

article 2990495

article 2990496

article 2990497

article 2990498

article 2990499

article 2990500

article 2990501

article 2990502

article 2990503

article 2990504

article 2990505

article 2990506

article 2990507

article 2990508

article 2990509

article 2990510

article 2990511

article 2990512

article 2990513

article 2990514

article 2990515

article 2000301

article 2000302

article 2000303

article 2000304

article 2000305

article 2000306

article 2000307

article 2000308

article 2000309

article 2000310

article 2000311

article 2000312

article 2000313

article 2000314

article 2000315

article 2000316

article 2000317

article 2000318

article 2000319

article 2000320

article 2000321

article 2000322

article 2000323

article 2000324

article 2000325

article 2000326

article 2000327

article 2000328

article 2000329

article 2000330

article 2000331

article 2000332

article 2000333

article 2000334

article 2000335

article 2000336

article 2000337

article 2000338

article 2000339

article 2000340

article 2000341

article 2000342

article 2000343

article 2000344

article 2000345

article 2000346

article 2000347

article 2000348

article 2000349

article 2000350

article 2000351

article 2000352

article 2000353

article 2000354

article 2000355

article 5500286

article 5500287

article 5500288

article 5500289

article 5500290

article 5500291

article 5500292

article 5500293

article 5500294

article 5500295

article 5500296

article 5500297

article 5500298

article 5500299

article 5500300

article 5500301

article 5500302

article 5500303

article 5500304

article 5500305

article 5500306

article 5500307

article 5500308

article 5500309

article 5500310

article 5500311

article 5500312

article 5500313

article 5500314

article 5500315

article 5500316

article 5500317

article 5500318

article 5500319

article 5500320

article 5500321

article 5500322

article 5500323

article 5500324

article 5500325

article 5500326

article 5500327

article 5500328

article 5500329

article 5500330

article 5500331

article 5500332

article 5500333

article 5500334

article 5500335

article 838000508

article 838000509

article 838000510

article 838000511

article 838000512

article 838000513

article 838000514

article 838000515

article 838000516

article 838000517

article 838000518

article 838000519

article 838000520

article 838000521

article 838000522

article 838000523

article 838000524

article 838000525

article 838000526

article 838000527

article 838000508

article 838000509

article 838000510

article 838000511

article 838000512

article 838000513

article 838000514

article 838000515

article 838000516

article 838000517

article 838000518

article 838000519

article 838000520

article 838000521

article 838000522

article 838000523

article 838000524

article 838000525

article 838000526

article 838000527

article 838000528

article 838000529

article 838000530

article 838000531

article 838000532

article 838000533

article 838000534

article 838000535

article 838000536

article 838000537

article 838000538

article 838000539

article 838000540

article 838000541

article 838000542

article 838000543

article 838000544

article 838000545

article 838000546

article 838000547

article 838000548

article 838000549

article 838000550

article 838000551

article 838000552

article 838000553

article 838000554

article 838000555

article 838000556

article 838000557

article 9998000521

article 9998000522

article 9998000523

article 9998000524

article 9998000525

article 9998000526

article 9998000527

article 9998000528

article 9998000529

article 9998000530

article 9998000531

article 9998000532

article 9998000533

article 9998000534

article 9998000535

article 9998000536

article 9998000537

article 9998000538

article 9998000539

article 9998000540

article 9998000541

article 9998000542

article 9998000543

article 9998000544

article 9998000545

article 9998000546

article 9998000547

article 9998000548

article 9998000549

article 9998000550

article 9998000551

article 9998000552

article 9998000553

article 9998000554

article 9998000555

article 9998000556

article 9998000557

article 9998000558

article 9998000559

article 9998000560

article 9998000561

article 9998000562

article 9998000563

article 9998000564

article 9998000565

article 9998000566

article 9998000567

article 9998000568

article 9998000569

article 9998000570

news-1701
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

content-1701