Foto: Maryam Saidah
Sudah kurang lebih 2 minggu berlalu sejak penutupan Big FORCE! Festival 2022 yang diadakan pada Sabtu (26/11) di Lapangan Merah, Universitas Padjadjaran. 

Big FORCE! Festival atau biasa disebut “BFF” merupakan rangkaian acara kompetisi art dan sport antar-fakultas di Universitas Padjadjaran yang berusaha memberikan pandangan baru terhadap seni, budaya, dan bisnis dengan kompetisi bergengsi dan postevent yang bermanfaat bagi keberlanjutan potensi Kema Unpad. 

Searah dengan visi-misinya, tahun ini BFF mengangkat tema Touch The Sky With The Force yang bermakna harapan untuk seluruh Kema Unpad agar dapat mengembangkan bakat dan kreativitasnya. Kendati demikian, salah satu mega proker yang digagas oleh Departemen Seni, Budaya, dan Olahraga BEM Kema Unpad ini banyak menuai perdebatan dan protes dari Kema Unpad akibat beberapa persoalan yang ada selama program kerja ini berlangsung. 

Kecewa Soal Regulasi

Idealnya, pihak penyelenggara terutama pemimpinnya mampu menempatkan posisi sebagai peserta, di mana hak dari setiap pemenang terutama mampu terealisasi dengan hak yang sepatutnya diterima bukan “sekadarnya”.

Kekecewaan ini dirasakan oleh Ketua Kontingen BFF untuk PSDKU Sunnas Gazali, mengenai regulasi pertandingan yang menimbulkan perdebatan. 

“Seharusnya panitia menyiapkan regulasi pertandingan dengan bijak dan profesional sehingga kami (PSDKU) bisa mempersiapkan ajang (BFF) ini dengan matang,” ujar Sunnas.

Sunnas juga menyayangkan kebijakan jadwal pertandingan yang tidak tersampaikan dengan baik dan terkesan setiap kategori cabang lomba dianaktirikan dari kegiatan sehingga berdampak pada jalannya kegiatan. Lokasi PSDKU yang berada di Pangandaran juga membuat kontingen PSDKU harus melakukan mobilisasi yang memakan waktu untuk bisa sampai ke venue, yaitu di Jatinangor.

Kendati demikian, Sunnas mengatakan apresiasi terhadap BFF yang mewadahi banyak bakat minat dari olahraga hingga business competition. Hal ini selaras yang dikatakan oleh Sunnas bahwa ajang ini bisa menjaring prestasi akademik maupun non-akademik.

“Kami (PSDKU) mengapresiasi atas terselenggaranya BFF,” ujar Sunnas.

Salah satu atlet basket kontingen Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Ade (nama samaran), mengatakan BFF ini menjadi sebuah wadah untuk menciptakan bibit unggul khususnya bidang seni dan olahraga. Ade juga menuturkan bahwa ajang ini dapat membangun rasa solidaritas antar-pemain, suporter, dan fakultas.

Kendati demikian, Ade menyayangkan regulasi pertandingan yang kerap berganti-ganti sehingga jarak waktu persiapan menjadi sedikit dan mendadak.

“Ini (regulasi) sangat berdampak sekali, seharusnya panitia menyiapkan persiapan dengan matang dan jadwal dengan regulasi yang fix (final) agar para atlet dapat mempersiapkan secara matang,” pungkas Ade.

“Jadwal tanding yang tidak tetap dan jadwal yang acap kali turun secara mendadak sering membuat saya dan tim tidak tahu berapa lama jarak kami latihan dengan jadwal tanding yang mendadak ini,” terang Ade lagi.

Terkait dengan jadwal yang berubah dan tidak pasti, Aditia Nugraha selaku mantan Kepala Departemen Seni Budaya dan Olahraga BEM Kema Unpad menjelaskan penyebab dari jadwal pertandingan yang berubah dikarenakan adanya beberapa masalah teknis seperti penggunaan tempat jalannya pertandingan, kesiapan peserta untuk bertanding, dan force majeure.

“Yang pertama perlu Kema Unpad ketahui bahwa lapangan di Balai Santika itu bukan cuma kita atau teman-teman Big FORCE! yang pakai. Di sana ada teman-teman UKM yang memakai lapangan tersebut sehingga kita harus berkoordinasi dengan teman-teman UKM. Yang kedua ketersediaan fakultas yang bertanding, misal ada fakultas A dan fakultas B yang akan bertanding. Fakultas A terhalang dengan adanya masalah akademik atau hal-hal yang tidak terduga, dan itu pun sangat dipertimbangkan oleh kami karena bagaimanapun akademik menjadi nomor satu bagi teman-teman. Yang ketiga adalah force majeure, misalnya sarana prasarana di Unpad yang terkendala hujan. Hujan di 1 lapangan mengakibatkan kebocoran sehingga laga atau pertandingan mundur dalam beberapa menit, itu pun memengaruhi jadwal selanjutnya di hari berikutnya, yang semestinya bisa berlangsung 3 pertandingan menjadi 2 pertandingan, itu pun masalah kenapa jadwal bisa berubah-ubah,” jelas Adit pada postingan Town Hall 1.0 BEM Kema Unpad.

Hadiah Pemenang Raib?

Agni (nama samaran), salah satu peserta cabang lomba e-sport juga menyampaikan kekecewaannya terhadap hadiah pemenang yang dihilangkan.

“Kecewa berat karena kalau ngeliat PUBG BFF tahun kemarin masih ada prizepool satu juta, sedangkan sekarang malah diilangin, bahkan dengar-dengar katanya semua lomba terutama esports diilangin,” terang Agni.

Lebih lanjut, Agni juga menyampaikan harapannya untuk BFF tahun depan.

“Harapannya paling benerin saja dulu peraturan dan kebijakan lainnya buat tahun depan, diperbaiki jangan diulang, hargai usaha tiap tim yang udah try hard buat menangin BFF, jangan cuma closingan diurusi sisanya ditelantarkan. Yang pasti harus diperbaiki 100% dari tahun ini, dan harus benar-benar jelas untuk kebijakannya. Semoga tahun depan BFF lebih bagus dan terurus, hadiahnya ngga cuma sertifikat sama medali, tapi piala sama uang tunai juga tolong dikasih,” ungkap Agni lagi.

Mahasiswa PMM Tiba-Tiba Tidak Boleh Bertanding?

Keresahan dan protes juga datang dari Riski Alfandi, mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang merupakan anggota dari salah satu tim Voli Putra. 

Program Pertukaran Mahasiswa merupakan sebuah program pertukaran mahasiswa dalam negeri selama 1 (satu) semester untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi terbaik di seluruh Indonesia yang diusung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Awalnya, Riski berkenalan dengan teman-teman satu fakultasnya yang kebetulan sedang bermain voli. Respons dari teman-temannya baik, Riski pun ikut bermain dan kemudian langsung diajak untuk ikut bertanding dalam ajang BFF.

“Tiba-tiba ada yang main voli, saya ikut. ‘Yuk, kita main, yuk. Ini ada event nih. Kamu ada KTM ngga?’ Langsung to the point, untuk bisa main. Syaratnya apa saja? Apa untuk reguler (mahasiswa Unpad biasa) saja?” ucap Riski.

“Singkat cerita saya gabung, melampirkan beberapa persyaratan (KTM dan PAUS) untuk mengikuti BFF dan saya ikut di ajang voli,” terang Riski.

Permasalahan muncul ketika tim Voli Putra dari fakultas Riski bermain pada babak ke-8. Di tengah-tengah pertandingan, Riski tiba-tiba tidak diperbolehkan bermain oleh panitia selesai babak penyisihan grup.

“Selesai dari penyisihan grup tersebut, tiba-tiba ada 2 orang anak PMM yang tidak boleh main,” 

“Yang jadi pertanyaannya ialah, kenapa harus di pertengahan jalan gitu diungkapkannya kalau kami ngga boleh main? Kenapa ngga dari awal bilang, ‘Oh, kalian ngga boleh main walaupun kalian punya semua syarat yang berlaku karena kalian bukan anak Unpad’,” sambung Riski pada Warta Kema (2/12).

Keresahan juga diungkapkan oleh Muhammad Ary Agung Baskoro yang juga merupakan salah satu mahasiswa PMM. 

“Karena timbulnya permasalahan ini, saya dan teman-teman PMM ngga mungkin diam, teman kita, ibarat kata, didiskriminasi gitu ‘kan jatuhnya. Sebenarnya kita udah coba untuk mediasi, cuma mereka (panitia BFF) selalu menolak,” tegas Ary.

Menurut pernyataan Ary, tidak ada panitia yang berani untuk berbicara sampai pada akhirnya ada salah satu panitia yang menjumpai Ary dan teman-teman PMM lainnya.

“Dan panitia itu gak ada yang berani ngomong. Bahkan, yang berani ngomong itu malah panitia yang tidak berwenang atau berjabatan tinggi. Jadi, ada satu cewe, salah satu panitia (ibaratnya panitia pinggir lapangan) di pertandingan voli, dialah yang menjumpai kami dengan anak-anak PMM lain,” jelas Ary.

“Dan di situlah kami taunya kalau kalau BFF ini difokuskan untuk mencetak bibit unggul untuk anak Unpad yang kuliah di sini (untuk kemudian direkrut ke UKM), semantara anak PMM kan cuma satu semester,” tambah Ary.

Ary juga menegaskan bahwa dirinya dan mahasiswa PMM lainnya juga telah meminta bukti hasil kesepakatan yang menyatakan bahwa mahasiswa PMM dilarang bermain. 

“Saya ingin klarifikasi dari mereka, kalau lah memang itu ada, mana buktinya? Bukti terkait kesepakatan hasil technical meeting kalau PMM tidak boleh main. Apakah di technical meeting disampaikan?  Panitia yang tidak punya wewenang itu ‘kan ngga bisa jawab karena dia ngga tau apa-apa tentang teknis di technical meeting-nya gimana. Kami juga ngga tau gimana setelah itu kelanjutannya, ” ucap Ary.

Walaupun pada akhirnya Riski diperbolehkan bermain kembali, hal tersebut menurut Ary terjadi atas izin dari wasit yang bersikeras mengizinkan agar tidak ada keributan lagi.

“Pada akhirnya, Riski pun diizinkan main karena dibantu oleh wasit. Kalau ngga salah, Riski itu diperbolehkan main pada 8 besar saja. Mungkin kalau seandainya lolos di tahap selanjutnya, dia tuh ngga bakal main. Kebetulan Riski dan timnya kalah. Jadi kayak udah masalahnya clear sampai di situ,” terang Ary.

Selain itu, Ary juga mengungkapkan keheranannya terhadap wawancara LPM Pena Budaya bersama dengan Ketua BEM Kema Unpad Virdian Aurellio yang menyatakan bahwa masalah ini telah selesai dan pihaknya telah menemui mahasiswa PMM.

“Ketua BEM Unpad diwawancara kalau masalahnya sudah clear. Jadi responsnya tuh, panitia BFF bersama perwakilan BEM itu telah menjumpai perwakilan dari PMM dan akademisi rektorat yang mengurus kita. Padahal, kita satu pun ngga ada yang jumpa dengan panitia BFF atau BEM sama sekali. Jadi intinya, masalah dianggap selesai kita tim Voli Putra dan Riski itu kalah, ” ungkap Ary lagi.

Warta Kema sempat menghubung Ketua BEM Kema Unpad Virdian Aurellio untuk meminta klarifikasi atas pernyataannya dalam wawancara tersebut yang bertentangan dengan pernyataan dari Ary. Namun, Virdian mengalihkan kami dengan memberikan kontak Kepala Bidangnya terkait pertanyaan teknis.

Sehubungan dengan mahasiswa PMM yang terkendala dalam mengikuti rangkaian perlombaan BFF, Vincent Thomas, Project Officer dari Big FORCE! Festival menjelaskan permasalahan awal mahasiswa PMM dalam mengikuti perlombaan di Big FORCE! Festival.

“Di awal ketika technical meeting kami sampaikan bahwa mahasiswa PMM tidak diperbolehkan main. Mungkin teman-teman sempat dengar kabar ramai-ramai kemarin bahwa mahasiswa PMM ada yang bermain dan tiba-tiba tidak diperbolehkan main setelah masuk 8 besar. Akhirnya, kami melakukan diskusi panjang dengan beberapa pihak rektorat. Kemudian, dengan beberapa sektor bersaing seperti fakultas juga pesertanya. Kemudian, panitia mengambil kesimpulan mahasiswa PMM tersebut diperbolehkan main. Ini adalah bukti nyata bahwa kami sangat-sangat terbuka kepada seluruh mahasiswa Universitas Padjadjaran setiap entitasnya.”


BFF, Big FORCE! Festival atau Big Failed Festival?

Dengan segudang permasalahan yang terjadi pada acara Big FORCE! Festival 2022, para petinggi BEM dan penanggung jawab acara BFF 2022 memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait beberapa masalah yang terjadi saat gelaran BFF 2022 ini dimulai. Klarifikasi tersebut bernama Town Hall merupakan program kolaborasi yang digagas oleh BEM Kema Unpad  untuk menyampaikan keluhan, pertanyaan, dan saran terkait BFF 2022. Town Hall diunggah pada laman Instagram BEM Kema Unpad. 

Namun, terlepas dari adanya klarifikasi (Town Hall), permasalahan-permasalahan yang ada tak kunjung menemui titik terang dan cenderung diabaikan oleh pihak yang bertanggung jawab. BFF boleh jadi telah usai, namun apakah permasalahan yang ada selesai begitu saja?

REPORTER : Rafly M. Pasha, Andi Tiara

EDITOR : Fahmy Fauzy

FOTO: Maryam Saidah

TAGS : BIG FORCE FESTIVAL, Unpad, BEM Unpad

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

CUAN100

CUAN100

article 10000466

article 10000467

article 10000468

article 10000469

article 10000470

article 10000471

article 10000472

article 10000473

article 10000474

article 10000475

article 10000476

article 10000477

article 10000478

article 10000479

article 10000480

article 10000481

article 10000482

article 10000483

article 10000484

article 10000485

article 10000486

article 10000487

article 10000488

article 10000489

article 10000490

article 10000491

article 10000492

article 10000493

article 10000494

article 10000495

article 10000496

article 10000497

article 10000498

article 10000499

article 10000500

article 10000501

article 10000502

article 10000503

article 10000504

article 10000505

article 9998000621

article 9998000622

article 9998000623

article 9998000624

article 9998000625

article 9998000626

article 9998000627

article 9998000628

article 9998000629

article 9998000630

article 9998000631

article 9998000632

article 9998000633

article 9998000634

article 9998000635

article 9998000636

article 9998000637

article 9998000638

article 9998000639

article 9998000640

article 9998000641

article 9998000642

article 9998000643

article 9998000644

article 9998000645

article 9998000646

article 9998000647

article 9998000648

article 9998000649

article 9998000650

article 9998000651

article 9998000652

article 9998000653

article 9998000654

article 9998000655

article 9998000656

article 9998000657

article 9998000658

article 9998000659

article 9998000660

article 9998000661

article 9998000662

article 9998000663

article 9998000664

article 9998000665

article 9998000666

article 9998000667

article 9998000668

article 9998000669

article 9998000670

article 9998000671

article 9998000672

article 9998000673

article 9998000674

article 9998000675

article 9998000676

article 9998000677

article 9998000678

article 9998000679

article 9998000680

article 9998000681

article 9998000682

article 9998000683

article 9998000684

article 9998000685

article 9998000686

article 9998000687

article 9998000688

article 9998000689

article 9998000690

article 838000703

article 838000704

article 838000705

article 838000706

article 838000707

article 838000708

article 838000709

article 838000710

article 838000711

article 838000712

article 838000713

article 838000714

article 838000715

article 838000716

article 838000717

article 838000718

article 838000719

article 838000720

article 838000721

article 838000722

article 838000723

article 838000724

article 838000725

article 838000726

article 838000727

article 838000728

article 838000729

article 838000730

article 838000731

article 838000732

article 838000733

article 838000734

article 838000735

article 838000736

article 838000737

article 838000738

article 838000739

article 838000740

article 838000741

article 838000742

article 838000743

article 838000744

article 838000745

article 838000746

article 838000747

article 838000748

article 838000749

article 838000750

article 838000751

article 838000752

article 838000753

article 838000754

article 838000755

article 838000756

article 838000757

article 838000758

article 838000759

article 838000760

article 838000761

article 838000762

article 838000763

article 838000764

article 838000765

article 838000766

article 838000767

article 838000768

article 838000769

article 838000770

article 838000771

article 838000772

article 238000521

article 238000522

article 238000523

article 238000524

article 238000525

article 238000526

article 238000527

article 238000528

article 238000529

article 238000530

article 238000531

article 238000532

article 238000533

article 238000534

article 238000535

article 238000536

article 238000537

article 238000538

article 238000539

article 238000540

article 238000541

article 238000542

article 238000543

article 238000544

article 238000545

article 238000546

article 238000547

article 238000548

article 238000549

article 238000550

article 238000551

article 238000552

article 238000553

article 238000554

article 238000555

article 238000556

article 238000557

article 238000558

article 238000559

article 238000560

article 238000561

article 238000562

article 238000563

article 238000564

article 238000565

article 238000566

article 238000567

article 238000568

article 238000569

article 238000570

article 238000571

article 238000572

article 238000573

article 238000574

article 238000575

article 238000576

article 238000577

article 238000578

article 238000579

article 238000580

article 238000581

article 238000582

article 238000583

article 238000584

article 238000585

article 238000586

article 238000587

article 238000588

article 238000589

article 238000590

article 7700291

article 7700292

article 7700293

article 7700294

article 7700295

article 7700296

article 7700297

article 7700298

article 7700299

article 7700300

article 7700301

article 7700302

article 7700303

article 7700304

article 7700305

article 7700306

article 7700307

article 7700308

article 7700309

article 7700310

article 7700311

article 7700312

article 7700313

article 7700314

article 7700315

article 7700316

article 7700317

article 7700318

article 7700319

article 7700320

article 7700321

article 7700322

article 7700323

article 7700324

article 7700325

article 7700326

article 7700327

article 7700328

article 7700329

article 7700330

article 7700331

article 7700332

article 7700333

article 7700334

article 7700335

article 7700336

article 7700337

article 7700338

article 7700339

article 7700340

article 7700341

article 7700342

article 7700343

article 7700344

article 7700345

article 7700346

article 7700347

article 7700348

article 7700349

article 7700350

article 7700351

article 7700352

article 7700353

article 7700354

article 7700355

article 7700356

article 7700357

article 7700358

article 7700359

article 7700360

article 2000481

article 2000482

article 2000483

article 2000484

article 2000485

article 2000486

article 2000487

article 2000488

article 2000489

article 2000490

article 2000491

article 2000492

article 2000493

article 2000494

article 2000495

article 2000496

article 2000497

article 2000498

article 2000499

article 2000500

article 2000501

article 2000502

article 2000503

article 2000504

article 2000505

article 2000506

article 2000507

article 2000508

article 2000509

article 2000510

article 2000511

article 2000512

article 2000513

article 2000514

article 2000515

article 2000516

article 2000517

article 2000518

article 2000519

article 2000520

article 2000521

article 2000522

article 2000523

article 2000524

article 2000525

article 2000526

article 2000527

article 2000528

article 2000529

article 2000530

article 2000531

article 2000532

article 2000533

article 2000534

article 2000535

article 2000536

article 2000537

article 2000538

article 2000539

article 2000540

article 2000541

article 2000542

article 2000543

article 2000544

article 2000545

article 2000546

article 2000547

article 2000548

article 2000549

article 2000550

article 2990581

article 2990582

article 2990583

article 2990584

article 2990585

article 2990586

article 2990587

article 2990588

article 2990589

article 2990590

article 2990591

article 2990592

article 2990593

article 2990594

article 2990595

article 2990596

article 2990597

article 2990598

article 2990599

article 2990600

article 2990601

article 2990602

article 2990603

article 2990604

article 2990605

article 2990606

article 2990607

article 2990608

article 2990609

article 2990610

article 2990611

article 2990612

article 2990613

article 2990614

article 2990615

article 2990616

article 2990617

article 2990618

article 2990619

article 2990620

article 10000451

article 10000452

article 10000453

article 10000454

article 10000455

article 10000456

article 10000457

article 10000458

article 10000459

article 10000460

article 10000461

article 10000462

article 10000463

article 10000464

article 10000465

news-1701
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

content-1701