(sumber foto: https://www.freepik.com/free-vector/colorful-plagiarism-concept-illustration_6587052.htm)

Pertengahan Maret lalu, rapper ternama Indonesia, Young Lex, tersangkut kasus plagiarisme karena salah satu karyanya yang digadang-gadang memiliki kemiripan yang identik dengan video musik artis K-Pop Lay ‘EXO’ yang berjudul Lit. Young Lex menuai banyak kritikan dari penggemar grup idol EXO sehingga ia pun turun tangan untuk meminta maaf dan melakukan klarifikasi terkait ketidak tahuannya. Meski begitu, komentar dan cibiran tetap berdatangan sampai menargetkan kehidupan pribadi musisi pelantun ‘Slow’ itu.

Pasalnya, tindakan plagiarisme bukanlah hal yang bisa dianggap remeh, tindakan tersebut merupakan bentuk non apresiasi terhadap karya yang telah diciptakan oleh orang lain, dan ironisnya para plagiator–sebutan untuk pelaku plagiarisme–justru yang biasa menjadi pihak yang mendapat keuntungan lebih banyak.

Itu mengapa plagiarisme merupakan tindakan yang harus ditindak tegas. Plagiarisme tidak hanya berlaku untuk karya seni saja, dunia pendidikan pun juga memiliki kode etik terkait sumber-sumber pengetahuan yang harus selalu disertakan. Hal ini penting untuk diperhatikan, terutama bagi kita yang masih berstatus mahasiswa.

Apa itu Plagiarisme?

Agar dapat menilai sebuah karya mengandung plagiarisme, kita harus memahami betul pengertian dari plagiarisme itu sendiri.

Mengutip Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010; Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.

Menurut Soelistyo (2011), plagiarisme dapat tergolong pada plagiarisme kata, sumber, kepengarangan, dan self plagiarism.

Penyebab Terjadinya Plagiarisme

Banyak faktor yang membuat plagiarisme dapat terjadi, mulai dari keterbatasan waktu, rendahnya minat baca, keterbatasan pemahaman dalam mengutip suatu karya, dan minimnya sanksi pelanggaran plagiarisme di lingkungannya. Namun, apapun alasan terjadinya plagiarisme bukanlah suatu pembenaran atas tindakan tersebut.

Turnitin, salah satu aplikasi pendeteksi plagiarisme, melakukan sebuah survei terhadap tugas mahasiswa. Selama 1 tahun (Agustus 2019 – Oktober 2020) dari 75 berkas mahasiswa yang dianalisis, 27 di antaranya mendapatkan 30% – 83% tingkat plagiarisme. Data ini bisa menjadi pembuktian bahwa plagiarisme pada mahasiswa masih tinggi, tetapi masih dibutuhkan adanya pembuktian lanjut karena indikasi plagiarisme tidak dapat dianggap remeh. Maka dari itu, plagiator harus diberi arahan agar plagiarisme dapat diminimalisasi.

Bagaimana Cara Menghindari Plagiarisme?

Nah, untuk Sobat Warta yang masih bingung, berikut ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari plagiarisme:

1. Cantumkan sumber referensi yang jelas (sitasi/pengutipan);

2. Gunakan teknik parafrase;

3. Jangan mengutip dari sumber website yang illegal;

4. Lakukan interpretasi dan sumbangan gagasan pada karya tulismu;

5. Gunakan aplikasi atau web antiplagiarisme/ plagiarism checker.

Mengurangi Plagiarisme Dalam 5 Menit!

Untuk Sobat Warta yang terburu-buru karena dikejar dateline, namun saat dicek menggunakan plagiarism checker, tingkat plagiarisme masih tinggi, coba lakukan hal berikut ini!

1. Blok kalimat/paragraf yang akan diparafrase;

2. Buka web smodin.me;

3. Copy paste dan klik rewrite;

4. Lalu cek hasilnya di plagiarism checker.

Meski begitu, jangan terlalu bergantung pada kecanggihan teknologi ya Sobat Warta, tetap lakukan pengecekan kembali hasil tulisan yang telah dibuat untuk menghindari adanya perubahan makna, diksi dan kata.

Kecanggihan di era modern ini tentu sangat membantu kita untuk terhindar dari plagiarisme, tetapi cara terampuh untuk menghindari plagiarisme, Sobat Warta hanya perlu memahami isi bacaannya, kemudian cukup menginterpretasikannya dengan bahasa sendiri. Dengan begitu, hasil tulisan akan lebih mudah dimengerti dan plagiarisme pun dapat dihindari. Selamat mencoba, Sobat Warta!

Penulis: Widi Suryati

Editor: Malika Ade Arintya dan Alya Fathinah

Leave a Reply

Your email address will not be published.