(instagram.com/putraputri_padjadjaran)

Ajang Putra Putri Padjadjaran telah rampung pada akhir Agustus kemarin. Setelah melalui sejumlah rangkaian dan seleksi selama beberapa bulan, akhirnya Putra Putri Padjadjaran tahun ini terpilih tahun ini diraih oleh Yudhis Salvania dari Fakultas Ilmu Komunikasi dan Sindy Setiawati dari Fakultas Kedokteran yang diumumkan dalam gelaran Grand Final pada 28 Agustus lalu.

Kepada Warta Kema, Yudhis mengaku bahwa ia pernah aktif dalam sejumlah ajang pendutaan sebelumnya. 

“Kalau untuk ajang pemilihan duta seperti ini, sebelumnya aku udah pernah ikutan Duta Remaja Sumatera Barat 2018 waktu masih SMA, terus juga pernah ikut Duta Wisata kota Bukittinggi, jadi aku ngerasa punya passion di bidang ini,” ujarnya. 

Sementara itu, keinginan untuk menambah relasi dari berbagai fakultas jadi saah satu alasan Sindy mengikuti pemilihan Putra Putri Padjadjaran.

“Aku merasa kalo di Fakultas Kedokteran itu orangnya gitu-gitu aja, Aku belajar non-akademik melalui kegiatan ini. Jadi Putri Padjadjaran itu bonus banget buat aku, ” katanya.

Yudhis dan Sindy mempersiapkan banyak hal dalam mengikuti pemilihan Putra Putri Padjadjaran. Menurut mereka, penilaian pada ajang pendutaan itu tidak hanya dilihat dari beauty (kecantikan) saja, melainkan juga brain dan behaviour

“Tentunya aku mempersiapkan khususnya tentang misi yang aku bawa, terus mendalami materi seputar mental health, isu-isu yang ada di Unpad, aku sendiri mengangkat isu mengenai keadaan teman-teman di PSDKU Pangandaran,” jelas Yudhis. 

Tahun ini  ajang Putra Putri Padjadjaran membawakan tiga tema utama, yakni self improvement, indonesia recovery, dan mental health. Ketiga tema tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi para duta kampus agar bisa mengembangkan diri lebih baik, berkontribusi untuk pemulihan indonesia, dan peka akan isu yang ada di masyarakat. 

Putra Putri Padjadjaran sendiri terdiri dari tiga tahap utama, yakni Karantina, Unjuk Kabisa, dan Grand Final. Pada tahapan karantina, setiap finalis mendapatkan sejumlah manfaat tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga orang lain. Sindy mengatakan pada tahap karantina, ia belajar bagaimana tata krama yang baik, belajar bahasa sunda, juga isu di dalam dan luar kampus, khususnya mental health. 

Selanjutnya, peserta harus mengikuti tahapan unjuk Kabisa. Pada tahapan ini, masing-masing finalis diminta untuk menunjukkan kebolehan bakatnya. Saat itu, Yudhis memilih untuk unjuk bakat dengan bernyanyi, hal itu dipilih karena sejak SMP ia sudah aktif berkecimpung di dunia musik. Sedangkan Sindy memilih untuk menari. 

Dalam prosesnya, terdapat sejumlah tantangan yang mereka hadapi. Bagi Yudhis, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan dalam berbahasa sunda. Hal ini karena tuntutan duta kampus Unpad yang berlandaskan budaya sunda. 

Nantinya, Putra Putri Padjadjaran terpilih akan tergabung dalam sebuah paguyuban. Menurut Yudhis, kedepannya di paguyuban Putra Putri Padjadjaran akan melaksanakan sejumlah program. 

“Nantinya kita akan nyebarin isu-isu soal Unpad, utamanya terkait mental health dan indonesia recovery yang jadi program utama, kalo dari aku sendiri lagi coba membangun campaign di instagram konsennya juga mengenai mental health,” jelas Yudhis.

Sementara itu, Sindy mengatakan fokus Putra Putri Padjadjaran bukan hanya Kema Unpad, tapi juga lapisan masyarakat lain di dalam maupun luar kampus. 

“Kedepannya kita akan berbagi lebih banyak, memberikan edukasi bukan hanya untuk Kema Unpad tapi juga warga Unpad lainnya serta masyarakat sekitar Jatinangor,” tuturnya.

Cerita Pengalaman Pemenang Ajang Putra Putri Padjadjaran 2021

 

Putra Putri Padjadjaran merupakan sebuah ajang dalam mencari duta kampus. Acara ini diadakan setiap tahunnya di Unpad. Nantinya, para duta kampus akan berperan dalam melakukan branding baik di dalam maupun di luar kampus Unpad melalui media sosial dan ruang publik. Kompetisi ini dibuka sejak bulan April dan baru rampung di akhir Agustus kemarin. 

Para finalis Putra Putri Padjadjaran merupakan perwakilan dari 16 fakultas yang ada di Unpad. Setiap fakultas mengirimkan dua orang perwakilannya untuk berkompetisi hingga akhir acara. Rangkaian acara Putra Putri Padjadjaran diawali dengan karantina, lalu unjuk kabisa, dan grand final yang disiarkan secara langsung via youtube pada tanggal 28 Agustus 2021. 

Putra Putri Padjadjaran tahun ini dimenangkan oleh Yudhis Salvania dari Fakultas Ilmu Komunikasi dan Sindy Setiawati yang berasal dari Fakultas Kedokteran. Mereka yang dinobatkan menjadi Putra Putri Padjadjaran terpilih 2021 itu yang nantinya akan mengemban tugas dan amanah selama satu tahun kedepan. 

Sebagai pemenang putra padjadjaran 2021, Yudhis Salvania mengaku bahwa kegiatan seperti ini bukan yang pertama kali ia ikuti. Sebelumnya, ia juga aktif dalam beberapa ajang pendutaan. 

“Kalo untuk pemilihan duta-duta gini, sebelumnya aku udah pernah ikutan di tahun 2018 waktu masih sma, pernah jadi duta remaja Sumatera Barat, terus aku ikutan jadi duta wisata kota Bukittinggi, jadi alasan aku mengikuti Putra Putri Padjadjaran karena ngerasa aku passion di bidang ini.” ujarnya. 

Selain itu, Sindy Salvania selaku putri padjadjaran 2021 menjelaskan alasan ia mengikuti pemilihan Putra Putri Padjadjaran karena ingin menambah relasi dari berbagai fakultas. 

“Untuk jadi seorang putri padjadjaran itu bonus banget buat aku, aku merasa kalo di Fakultas Kedokteran orangnya gitu-gitu aja, jadi aku seneng belajar banyak hal selain akademik, aku belajar non-akademik melalui kegiatan ini,” katanya.

Pada tahun ini, kegiatan Putra Putri Padjadjaran membawakan tiga tema utama mengenai self improvement, indonesia recovery, dan mental health. Ketiga tema tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi para duta kampus agar bisa mengembangkan diri lebih baik, berkontribusi untuk pemulihan indonesia, dan peka akan isu yang ada di masyarakat. 

Yudhis dan Sindy keduanya mempersiapkan segala hal dalam mengikuti pemilihan Putra Putri Padjadjaran ini. Menurutnya, penilaian pada ajang pendutaan itu tidak hanya dilihat dari beauty (kecantikan) melainkan juga brain dan behaviour. 

“Tentunya aku mempersiapkan khususnya tentang misi yang aku bawa, terus mendalami materi seputar mental health, isu-isu yang ada di Unpad, aku sendiri mengangkat isu mengenai keadaan temen-temen kita di PSDKU Unpad Pangandaran,” ucap Yudhis. Sedangkan menurut Sindy, selain mempersiapkan materi, sebagai seorang finalis juga harus bisa mengatur waktu dan tetap menjaga kesehatan.

Pada tahap karantina, setiap finalis mendapatkan banyak sekali manfaat tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga orang lain. Sindy mengatakan, karantina itu mengajarkan kita bagaimana memiliki tata karma yang baik, belajar bahasa sunda, global warming, juga isu lingkungan dalam kampus dan luar kampus khususnya mental health. 

Tahun ini mereka juga dihadapkan pada tema indonesia recovery yang diambil berdasarkan keadaan Indonesia saat ini. Mereka diharapkan untuk bisa memberikan kontribusinya dalam memulihkan keadaan di masa pandemi ini. 

“Yang membedakan dengan tahun kemarin adalah adanya sebuah konsep indonesia recovery, tentunya ini tidak menjadi sebuah wacana aja, tapi jadi acuan untuk kita membuat inovasi bagaimana cara membantu khususnya keluarga mahasiswa misalnya mengenai masalah ukt,” ujar Sindy. 

Selanjutnya, mereka juga harus mengikuti tahapan unjuk kabisa. Pada kesempatan kali ini, masing-masing finalis diharuskan untuk menunjukkan bakatnya. Yudhis memilih untuk unjuk bakat dengan bernyanyi, hal itu dipilih karena sejak smp ia sudah berkecimpung di dunia musik. Sedangkan Sindy, pada unjuk bakat kali ini memilih untuk menari. 

Tantangan yang dihadapi oleh para finalis tentunya berbeda-beda. Yudhis mengatakan bahwa ia merasa memiliki keterbatasan dalam berbahasa sunda. Menurutnya, untuk bisa belajar bahasa itu tidak bisa belajar dari orang saja, tapi kita harus mempraktekannya. Hal ini menjadi tantangan baginya sebagai duta kampus Unpad yang berlandaskan budaya sunda. Selain itu, menurut Sindy tantangan dalam mengikuti kegiatan ini ialah membagi waktu.

Nantinya, pemanang Putra Putri Padjadjaran akan tergabung dalam sebuah paguyuban. Menurut Yudhis, kedepannya di paguyuban Putra Putri Padjadjaran akan melaksanakan program. 

“Nantinya kita nyebarin isu-isu soal Unpad, utamanya tema kita tahun ini mengenai mental health dan indonesia recovery yang jadi program utama, kalo dari aku sendiri lagi coba membangun campaign di instagram konsennya juga mengenai mental health,” ujar Yudhis.

Sindy juga mengatakan bahwa fokusnya Putra Putri Padjadjaran ini ialah membantu masyarakat di dalam maupun luar kampus. “Kedepannya kita akan berbagi lebih banyak, memberikan edukasi bukan hanya untuk kema Unpad tapi dampaknya bisa dirasakan oleh warga Unpad lainnya dan masyarakat sekitar Jatinangor. 

Bagi Yudhis dan Sindy, terpilih menjadi Putra Putri Padjadjaran ini memberikan kesan tersendiri untuknya. Mereka berharap untuk para peserta yang ingin mendaftarkan diri menjadi Putra Putri Padjadjaran tahun depan harus bisa mengenali diri sendiri, mengetahui passion kalian, dan jangan pernah takut atau merasa insecure.

“Apabila kalian memiliki karakter yang kuat, punya keinginan belajar, jangan pernah takut untuk bergabung karena yang dilihat adalah prosesnya, ketika kamu mau maju kamu udah menjadi juara untuk diri kamu sendiri,” ucap Sindy. 

 

Reporter: Nabila Riskha

Editor: Hatta Muarabagja

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.