(Postingan Open Recruitment Staff Padjadjaran Education Festival 2022, sumber: instagram BEM Kema Unpad)

Halo Sobat Warta! Sebagai mahasiswa, tentunya dalam keseharian kita tak akan terlepas dari bidang akademik dan non akademik yang biasanya diikuti mahasiswa, yaitu UKM, organisasi, dan kepanitiaan. Sobat Warta tahu nggak sih, Unpad memiliki lebih dari 30-40 UKM dan organisasi, serta ratusan kepanitiaan, baik dalam lingkup universitas maupun fakultas. 

Setiap bidang non akademik yang ada di kampus memiliki latar belakang dan budaya kerja yang berbeda-beda sehingga proses adaptasi mahasiswa terhadap bidang non akademik juga menjadi tantangan tersendiri. Jangka waktu dan rangkaian program yang seringkali berbenturan atau berdekatan dengan masing-masing UKM, organisasi, atau kepanitiaan yang diikuti menjadi masalah baru yang dihadapi.

Allison Dara Dharmawan, mahasiswi yang mengikuti beberapa kegiatan non akademik juga pernah mengalami kejadian seperti acara yang diikutinya berjalan pada hari yang sama, walaupun di waktu atau jam yang berbeda.  

 “Jadi, pernah-lah mengikuti beberapa kegiatan UKM atau kepanitiaan dalam satu waktu. Aku juga ‘kan jadi staf PLEADS di Biro Debat, waktu itu sempet ada acara eventual (Debate Upgrading). Pas lagi mengurus acara PLEADS, aku mengurus Diksi karena memang timing-nya bareng, di hari yang sama,” ungkap Dara.

Rupanya, alasan mengapa para mahasiswa Unpad sering mengikuti banyak kegiatan non akademik dalam satu waktu juga beragam. Beberapa mahasiswa memang berpartisipasi dalam banyak UKM dan kepanitiaan berdasarkan keinginan dan kemauan sendiri, seperti yang dijalani Mohammad Ichsan Abdillah.

“Kalau UKM (ikut berpartisipasi dalam UKM), karena ingin berkontribusi di dua ranah yang berbeda. Misal di himpunan, kebetulan di bagian Sosial dan Pengabdian Masyarakat, jadi lebih dekat dan sering bersosialisasi dengan masyarakat. Sedangkan di DKM FISIP, ingin lebih dekat dengan agama karena menurutku ini bagian penting untuk menyeimbangkan hidupku baik urusan dunia maupun akhirat. Kalau untuk kepanitiaan biasanya aku lebih melihat kepada unsur manfaatnya yang bisa aku dapetin dari mengikuti kegiatan tersebut,” ujar Ichsan.

Beberapa mahasiswa Unpad memiliki alasan unik di balik partisipasi mereka dalam kegiatan non akademik. Seperti yang dialami oleh Khairunnisa Maharani, ia mengatakan ada beberapa tawaran atau ajakan kepanitiaan yang tidak terprediksi. Sehingga, partisipasinya dalam suatu kegiatan kepanitiaan juga tidak direncanakan sebelumnya. 

“Sebenernya aku tuh awal-awal tahun ingin membatasi buat (mengikuti) proker-proker (program kerja) gede. Awal-awal (tahun), aku daftar Kolaborasi (PMB Fakultas Hukum) sama PLCD (Padjadjaran Law Career Days), itu (Kolaborasi dan PLCD) ‘kan yang ada sistem oprec, wawancara, dan segala macam. Sisanya, rata-rata ditawarin dan direkrut sih, jadi susah nolak juga, nggak enak,” kata Khairunnisa.

Salah satu alasan utama mahasiswa Unpad mengikuti banyak UKM dan kepanitiaan adalah luasnya relasi yang nanti mereka dapat. Dara menambahkan alasan dirinya mengikuti banyak UKM dan kepanitiaan adalah supaya ia bisa lebih mengenal banyak orang karena dalam angkatannya sendiri di prodi Ilmu Hukum 2021, mahasiswanya mencapai ratusan orang. 

Di tengah kesibukan kegiatan non akademik, tentunya mahasiswa harus dapat mengatur waktu antara kegiatan akademik dan non akademik. Hal tersebut pastinya bukanlah hal yang mudah, menurut keterangan ketiga narasumber. Mereka menyatakan sanggup untuk mengikuti banyak kegiatan non akademik dalam satu waktu, tetapi memang ada beberapa hal yang dikorbankan dan menjadi tidak maksimal. 

Meskipun diliputi kesibukan, setiap mahasiswa memiliki cara masing-masing dalam mengatur waktu antara belajar dan kegiatan lain. Mahasiswa harus dapat membagi waktu antara belajar, istirahat, dan kegiatan kemahasiswaan lainnya dengan seimbang seperti yang dilakukan Ichsan dalam mengatur waktu akademik dan non akademik. 

“Ini adalah bagian teruniknya di mana aku dituntut untuk terampil dalam membagi waktu dan menentukan skala prioritas. Sebagai mahasiswa, tentu kuliah adalah prioritas utama, organisasi bisa nomor sekian. Walaupun terkadang tertinggal mata kuliah, biasanya aku menyiasati itu dengan membaca PPT (presentasi) yang disiapkan oleh dosen di saat waktu luang,” tutur Ichsan.

Selain harus mengatur waktu belajar dan kegiatan UKM, organisasi, dan kepanitiaan, mahasiswa Unpad juga menerima banyak tekanan atau pressure yang harus diatasi dalam berkegiatan di UKM, organisasi, dan kepanitiaan.

Walaupun pernyataan dari beberapa narasumber mahasiswa Unpad yang aktif dalam kegiatan UKM, organisasi, dan kepanitiaan terkesan ‘horor’ dan banyak ups and downs, aktif dalam kegiatan non akademik memiliki banyak kelebihan dan manfaat. 

Ichsan Abdillah menerangkan manfaat dan kelebihan dari mengikuti banyak kegiatan non akademik, yaitu dapat melatih kepemimpinan, melatih berbicara di depan umum, belajar mengatur waktu, relasi pertemanan menjadi luas, dan berlatih untuk memecahkan masalah. 

Dara yang mengikuti tiga UKM, yaitu BEM FH Unpad, PLEADS, dan Gamasis FH Unpad, menuturkan, mengikuti banyak UKM dan kepanitiaan dapat mendatangkan relasi dan mempelajari bagaimana berhadapan dengan orang lain. 

Menimpali perkataan Dara, Khairunnisa yang juga merupakan staf BEM FH Unpad dan staf ALSA LC Unpad mengatakan, dengan bergabung di UKM dan kepanitiaan membuatnya mengenal banyak orang di berbagai lingkup serta belajar mengatur waktu dengan baik sebagai seorang mahasiswa. 

Reporter: Soraya Firmansjah

Editor : Fahmy Fauzy Muhammad

 19 total views,  1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.