Mahasiswa Unpad sudah pasti familiar dengan laman Padjadjaran Academics Information System (PAcIS) atau disebut juga Sistem Informasi Administrasi Terpadu (SIAT). PAcIS atau SIAT merupakan fasilitas berupa informasi akademik seperti transkrip nilai, kartu rencana studi (KRS), status her-registrasi, beasiswa, hingga jadwal dan absensi kuliah dalam satu laman website

Sebelum Unpad mengembangkan sistem pengisian presensi secara online di PAcIS, mahasiswa yang sedang mengalami transisi kegiatan perkuliahan dari luar jaringan (luring) ke dalam jaringan (daring) diwajibkan mengisi presensi melalui Google Form. Fathiya Alyssa, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) angkatan 2017 mengatakan, ia tidak pernah mengisi presensi di PAcIS saat perkuliahaan luring. 

“Aku dapatnya (saat perkuliahan hybrid) offline. Kalaupun online, absen dari GForm yang udah disediain sama dosennya. Tapi biasanya kalau online, selain dari GForm, dosennya screenshot Zoom (meeting)-nya. Jadi, bisa dibandingkan yang isi GForm sama nggak dengan yang hadir saat Zoom,” kata Alyssa.

Dengan adanya fasilitas pengisian presensi melalui website, seringkali terjadi mahasiswa lupa untuk mengisi presensi di PAcIS. Bismiarti, Sekretaris Program Studi (Prodi) Jurnalistik Fikom Unpad menerangkan, dalam satu minggu beliau bisa mendapatkan 3-5 laporan dari mahasiswa yang lupa mengisi presensi di PAcIS pada awal tahun ajaran baru. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah laporan tersebut terus berkurang.

Yosinta Dewi, salah satu mahasiswa yang sering lupa mengisi presensi di PAcIS menuturkan alasan ia sering lupa mengisi presensi, khususnya pada salah satu mata kuliah yang jadwal kelasnya berada pada jam terakhir perkuliahan.

“Sebenarnya aku sudah nyetel alarm untuk ingetin supaya absen, tapi kadang cuma matiin alarm saja, nggak lanjut ngisi absennya,” tutur Yosinta.

Yosinta mengaku, terlepas dari betapa seringnya ia lupa mengisi presensi di PAcIS, ia belum pernah mendapatkan ultimatum dari dosen tertentu yang dapat mengancam nilai akademiknya. Dosen Prodi Jurnalistik yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Publik (KKP) Unpad, Dandi Supriadi, memberikan tanggapannya terhadap fenomena mahasiswa yang lupa mengisi presensi di PAcIS.

Menurut Dandi, pengisian presensi di PAcIS bukan hanya berpengaruh terhadap nilai akademik mahasiswa, namun juga implementasi kedisiplinan dalam kehidupan mahasiswa setelah lulus dari Unpad kelak. Ketepatan waktu dalam mengisi presensi juga mengartikan bahwa seseorang tidak meremehkan waktu dan momen karena latar belakang Dandi yang seorang wartawan dituntut untuk tepat waktu ketika sedang melakukan peliputan. 

“Bagi jurnalis ketepatan waktu menjadi sangat penting. Bukan hanya sekadar masalah disiplin, tapi juga masalah karena kadang-kadang kita menganggap remeh waktu, kita kehilangan momen, kita kehilangan kesempatan, kita kehilangan pekerjaan bahkan. Maka, kita harus melatih diri kita untuk teliti dan disiplin. Kalaupun dia (mahasiswa) ikut kuliah dari pagi sampai selesai, tapi karena dia nggak absen, ya berarti dia nggak ikut kuliah,”  kata Dandi.

Dandi juga menjelaskan, mahasiswa tidak perlu khawatir bila lupa mengisi presensi paling banyak 3 kali karena tidak berpengaruh terlalu banyak terhadap nilai mahasiswa. 

“Kecuali, kalau 4 pertemuan berturut-turut lupa absen, itu dianggap tidak ikut,” jelasnya.

Terlepas dari nilai, beliau juga ingin melatih mahasiswa untuk menghargai waktu serta disiplin aturan  melalui aturan pengisian presensi yang tegas.

Bagi mahasiswa yang lupa mengisi presensi, Bismiarti memberikan beberapa saran agar mahasiswa tidak lagi kebingungan mencari solusi dari presensinya yang ‘bolong’. Hal paling pertama untuk dilakukan ialah, hubungi dosen terkait terlebih dahulu. Mahasiswa mungkin tidak akan diberi kesempatan kedua, tetapi mahasiswa juga mungkin akan diarahkan untuk menghubungi Sekretaris Program Studi (Sekprodi) masing-masing. 

Fenomena mahasiswa lupa mengisi presensi ini juga berkaitan dengan bagaimana website PAcIS bekerja. Yosinta mengaku bahwa saat mengakses website melalui ponselnya, kolom penilaian berupa lima bintang saat mengisi presensi sering kali tidak bekerja sehingga website harus dimuat ulang beberapa kali.

Zidane Mochamad Rasheed, seorang mahasiswa Unpad, turut memberikan sarannya untuk pengembangan website yang menjadi kebutuhan mahasiswa sehari-hari itu. Menurutnya, sistem notifikasi saat dosen telah membuka presensi di PAcIS akan menekan kemungkinan mahasiswa lupa mengisi presensi.

“Desain (situs web)-nya dibuat lebih simpel aja supaya memudahkan mahasiswa, terus dibuat sistem notifikasi,” tutup Zidane. 

Reporter : Zulfa Salman 

Editor : Fahmy Fauzy Muhammad

 34 total views,  2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.