(Sumber: Freefik)

Perkembangan teknologi pada era globalisasi melaju begitu pesat. Hal ini membuat berbagai inovasi teknologi mulai bermunculan. Misalnya saja jenis teknologi yang mengandalkan Intelegensi atau kecerdasan buatan yang hampir menguasai  seluruh aspek kehidupan manusia.

Saat ini kita telah memasuki sebuah peradaban baru yang dinamakan revolusi Industri 4.0 atau “Cyber Physical System”. Revolusi Industri 4.0 adalah sebuah konsep yang menyatukan antara teknologi siber dengan teknologi otomatis. Singkatnya  konsep ini berhasil mengubah sistem kerja  yang awalnya  mengandalkan tenaga  manusia kini beralih menjadi tenaga mesin.

Konsep ini sendiri pertama kali muncul pada abad ke-21, dicetuskan oleh Profesor Klaus Scwab yang merupakan seorang ahli ekonomi terkenal asal Jerman. Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan adanya penggabungan antara informasi serta teknologi komunikasi ke dalam bidang industri.

Revolusi Industri 4.0 merupakan tahapan ke-4 dari perjalanan revolusi industri. Dilansir dari laman History, “revolusi industri  dimulai pada abad ke-18, ketika masyarakat pertanian sudah menjadi lebih maju dan berurbanisasi”. Diawali dengan revolusi industri 1.0 yang ditandai dengan penemuan mesin uap, lalu 2.0 yang ditandai dengan kemunculan listrik, dan revolusi industri 3.0 yang ditandai dengan adanya pemakaian komputer.

Dikutip dari laman detik finance istilah Industri 4.0 pertama kali diperkenalkan pada kegiatan Hannover Fair, 4-8 April 2011. Istilah ini digunakan oleh pemerintah Jerman untuk memajukan bidang industri ke tingkat selanjutnya, dengan bantuan teknologi.

Dengan adanya Revolusi industri 4.0 membawa perubahan pada segala sektor, baik sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Dalam perkembangannya terdapat beberapa jenis teknologi di dalam Revolusi Industri 4.0, diantaranya:

1.      Internet of Things atau IoT

Internet of Things atau IoT merupakan sebuah konsep dimana sebuah objek yang memiliki kemampuan mentransfer data melalui jaringan tanpa diperlukannya interaksi antar manusia

Sumber: pixabay

2.      Big Data

Big data adalah kumpulan data yang bervolume besar, yang bersifat kompleks dan akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Baik data yang terstruktur maupun yang tidak terstruktur dan data tersebut dihasilkan dari aktivitas internet yang sering dilakukan.

Sumber: freepik

3.      Augmented Reality

Dikutip dari laman Solmet, Augmented Reality atau AR adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut secara realitas dalam waktu nyata.

Sumber: freepik

4.      Cyber Security

Menurut CISCO, “Cyber Security adalah praktik melindungi sistem, jaringan, dan program dari serangan digital. Cyber Security biasanya ditujukan untuk mengakses, mengubah, atau menghancurkan informasi sensitif, memeras uang dari pengguna, atau mengganggu operasional proses bisnis”.

Sumber: freepik

5.      Artificial Intelligence atau AI

 Menurut John McCarthy teknologi Artificial Intelligence memiliki definisi sebagai kegiatan atau teknologi  memodelkan suatu proses berpikir manusia dan mendesain suatu mesin supaya bisa menirukan perilaku dari manusia tersebut.

Sumber: freepik

6.      Additive Manufacturing

Additive Manufacturing  merupakan sebuah terobosan baru yang ada di bidang industri manufaktur dan sering dikenal menggunakan printer 3D. Dengan adanya teknologi tersebut membuat desain ataupun gambar terasa lebih nyata.

Sumber: Google

7.      Simulation

Simulation yang merupakan bentuk perwakilan dari operasi waktu ke waktu. Simulation seringkali digunakan untuk berbagai konteks, seperti dalam simulasi teknologi yang digunakan untuk optimalisasi kinerja, teknik keselamatan, pengujian, serta pelatihan.

Sumber: freepik

8.      System Integration

System integration atau sistem integrasi yang merupakan sebuah rangkaian proses untuk menghubungkan beberapa sistem komputer dan software baik secara fisik maupun fungsional.

Sumber: freepik

9.      Cloud computing

Menurut Laudon dan Loudon (2015) “Cloud Computing adalah sebuah model komputasi dimana objek tersebut berdiri. penyimpanan, perangkat lunak dan layanan lainnya disediakan layaknya sumber virtual terpadu pada suatu jaringan yang umumnya adalah internet. Sumber daya komputasi dari komputasi awan yang tersebar dan dapat diakses berdasarkan kebutuhan dari perangkat apapun dan terhubung”.

Sumber: freepik

ltulah beberapa hal yang harus sobat warta ketahui mengenai Revolusi lndustri  4.0. Semoga apa yang sudah disampaikan dapat bermanfaat bagi kalian dalam  menghadapi era digitalisasi.

Penulis: Fitri Fauziah 

Editor: Fahmy Fauzy Muhammad

Leave a Reply

Your email address will not be published.