(Postingan Musyawarah Mahasiswa, sumber: Instagram.com/Bem.Unpad)

Musyawarah mahasiswa yang dilaksanakan BEM Kema Unpad pada Jumat (26/11) yang membahas tindak lanjut pasca-kekosongan calon Ketua BEM, BPM, dan MWA – WM masih belum terlihat titik terang penyelesaian masalahnya.

Terhambatnya rangkaian pemilu Kema Unpad menjadi catatan dan evaluasi penting bagi badan penyelenggaraan pemilu kema Unpad. Ketua BEM Koorda PSDKU Unpad Muhammad Fauzan Nabil mewakili Kema PSDKU menyampaikan kekecewaan terkait hasil dari musyawarah mahasiswa Unpad. Fauzan menuturkan PSDKU merasa tidak dilibatkan sama sekali di dalam rangkaian pemilu. 

“Bagaimana bisa forum musyawarah yang dihadiri ratusan mahasiswa, mereka (Prama) sama sekali tidak menyebutkan nama PSDKU, kami merasa tidak dihargai dan kami bukan tidak mungkin menyatakan sikap untuk memboikot penyelenggaraan pemilu.”

“Mereka hanya menyebutkan (rumpun) saintek dan soshum sementara kami (PSDKU) tidak bisa digabungkan pada keduanya,” tuturnya.

“Kampus (PSDKU) kami ini terpisah sehingga kami tidak dapat mengaitkan permasalahan tersebut dengan rumpun saintek dan soshum,” tambah Fauzan.

Ketua BEM Koorda PSDKU Unpad itu mengungkapkan ada kegagalan dalam mengurusi setiap permasalahan rangkaian pemilu dan dugaan kegagalan dalam mengurusi nasib PSDKU selama rangkaian pesta demokrasi.

“Kami meminta Prama untuk menyesuaikan penyelenggaraan pemilu ini dengan sistem yang ada misalnya dengan sistem online atau offline sesuai pernyataan yang kalian katakan (saat musyawarah).”

“Dimana-mana pihak yang menyelenggarakan yang datang ke Fakultas harus menyesuaikan dengan (aturan) fakultas itu sendiri, sebagai contoh Fakultas Farmasi mereka pun tidak bisa menyesuaikan itu apalagi dengan kami (PSDKU Pangandaran),” tegas Fauzan.

Fauzan juga berpesan agar Prama bisa lebih baik lagi dalam mengurusi persoalan pemilu ini, ia berharap seharusnya prama seperti KPU Fapet mendatangkan calonnya ke PSDKU.

“Mereka (Prama) harus belajar dengan KPU Fapet yang bisa mendatangkan calonnya ke PSDKU dan haram bagi kami berkompromi bila ini merugikan PSDKU.”

Jika tidak ada titik terang dari permasalahan yang sedang terjadi saat ini dan terpaksa keluar dari perpolitikan Unpad, bukan hal yang tidak mungkin dilakukan oleh PSDKU menurut Fauzan.

“Jika tidak ada titik terang dan jika terpaksa (angkat kaki) dari perpolitikan (Unpad) Jatinangor, bukan tidak mungkin kami lakukan. Tapi balik lagi setiap kebijakan pasti memiliki pertimbangan dan langkah kami pasti (dilaksanakan secara) tegas.”

Selain itu, Fauzan menyampaikan pandangan terkait arah politik PSDKU selama gejolak panas politik kampus Unpad.

“Kami jelas masih mengkiblat ke arah politik yang sama sampai hari ini. Bila permasalahan bodoh ini tidak diselesaikan, kami (jelas) akan pindah (arah politik).”

“Dan sikap kami jika memiliki pemimpin yang dapat menyelesaikan permasalahan ini, kami akan mendukung penuh dan memilih duduk bersama di kampus kita, rumah bersama Universitas Padjadjaran,” tambah Fauzan. 

Kendati demikian, Prama mengungkapkan komitmen penyelenggaraan pemilu yang profesional dan transparan bagi masa depan kema unpad.

Reporter : Rafly M. Pasha

Editor : Fahmy Fauzy

 74 total views,  2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *