Kolase berbagai kegiatan Unpad Awards pada hari Sabtu (03/12) (Foto: Jeania Ananda Malik)

Ajang apresiasi tertinggi untuk Kema Universitas Padjadjaran, yaitu Unpad Awards telah dilaksanakan pada hari Sabtu (03/12) di Basket Hall Bale Santika. Sebelum acara dibuka oleh MC, dilakukan penayangan video trailer terlebih dahulu. Kemudian, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan, lalu pembacaan nominasi. 

Tema Unpad Awards tahun ini adalah ‘Padjadjaran Glorious Empire Appreciation Night’ yang bermakna seperti kerajaan. Project Officer Unpad Awards 2022 Abeby Thalassa pun menjelaskan makna dari tema tersebut saat diwawancarai oleh Warta Kema. 

“Kita ada tema main event-nya sendiri, yaitu ‘the empire stage’, di mana itu sebenernya tentang kerajaan. Kita pengen nunjukin ke orang-orang kalo misalnya satu kesatuan Unpad itu punya kerajaan-kerajaan yang berdiri dengan luar biasa,” ujar Abeby.

Untuk kerajaannya sendiri terbagi menjadi 3, yaitu kerajaan winter, pesisir pantai, dan garden. Setiap kerajaan tersebut terdiri dari Lembaga Kemahasiswaan yang berbeda, baik BEM,Hima, UKM, Paguyuban, maupun BSO/Komunitas. Kemudian dalam setiap sesi kerajaan tersebut akan dibacakan sekitar 8 sampai 10 nominasi dari berbagai Lembaga Kemahasiswaan, event of the year maupun mahasiswa berprestasi. 

Agar semakin memperkuat suasana awarding, acara dikonsepkan sedemikian rupa, yaitu salah satunya dengan gala dinner. Abeby juga menyampaikan alasannya mengenai konsep gala dinner, yaitu untuk memperkuat hubungan antar Lembaga Kemahasiswaan, serta menjadi ajang silaturahmi bagi mereka. 

Putra Padjadjaran 2022, Gaizzka Metsu menyampaikan tanggapannya mengenai acara Unpad Awards sendiri. 

“Menurut aku sendiri sih acara-acara kaya gini tuh memberikan makna bahwa kalau kita berada di Unpad, usaha, potensi, dan bakat kita pasti diapresiasi gitu jadi aku merasa di Unpad ini potensi kita bisa lebih dieksplor lebih baik dan diapresiasi jadi salut banget buat Unpad Awards 2022,” ucap Gaizzka. 

Tak hanya pembacaan nominasi, di acara Unpad Awards sendiri juga terdapat penampilan-penampilan yang semakin meramaikan suasana acaranya yaitu modern dance dari Raihan Putra Zhafran, solo vocal dari Jacky Nevo, dan violin performance dari Nadia Mulyadi. Bahkan, Beby selaku Project Officer pun turut tampil menyanyikan beberapa lagu. 

Indikator penilaian dalam acara awarding seperti ini tentu menjadi pertanyaan. Abeby pun menuturkan mengenai cara penilaian Unpad Awards dalam pemilihan pemenang. 

“Kita disini ngelakuin penilaiannya enggak mau yang subjektif ya, kita mau yang objektif. Kita juga ga nilai sendiri, bukan dari anom (divisi asesor nominasi) doang, tapi kita juga ada expert yang menilai, mereka berpengalaman lah, at least mereka ngerti bidang yang mereka nilai. Untuk sistem penilaian juga kita objektif dari data yang mereka kumpulkan, bukan cuma ngeliat aja, tapi kita minta mereka untuk mengumpulkan data yang real yang bisa kita jadikan bahan penilaian. Itu berlaku untuk semua kategori,” tutur Abeby. 

Pembaca nominasi kerajaan garden yang juga merupakan Putra Fakultas Kedokteran Gigi, Muhammad Hafizh Baihaqi juga turut menyampaikan pendapatnya mengenai pembagian kategori nominasi di Unpad Awards kali ini. 

“Untuk nominasi Unpad Awards 2022 menurut saya sangat variatif dan tamu undangannya banyak juga yang hadir, kita semakin excited juga untuk membacakan nominasi,” ucap Hafizh. 

Abeby juga menyampaikan kendalanya dalam persiapan maupun pelaksanaan acara Unpad Awards, di antaranya adalah sulitnya mencari SDM, transisi dari online ke offline, pencarian dana, serta cara untuk menumbuhkan sense of belonging dari panitianya sendiri. Namun, kendala tersebut berhasil diatasi sehingga acara pun berjalan dengan lancar. Feedback dan saran untuk kedepannya pun disampaikan oleh Putri Fakultas Ilmu Budaya 2022, Almas Fatin Hanan Darien, dan salah satu pemenang nominasi dari Kulawargi Mahasiswa Cianjur Universitas Padjadjaran (Kwaci Unpad), Dewi Widiawati. 

“Untuk tahun depan, karena tahun ini udah keren, semoga tahun depan lebih keren lagi, bisa di-improve lagi, dari teknis acara, venue, apabila tahun ini ada beberapa yang masih dirasa kurang, tahun depan bisa ditambah lagi. Pastinya semoga dapet dukungan yang lebih lagi dari pihak Unpad,” tutur Darin.

“Acara Unpad Awards 2022 kemarin merupakan acara yang berkesan bagi aku pribadi. Selain karena menangnya KWACI sebagai Paguyuban School on the Road Terbaik, juga karena di acara ini aku bisa bertemu dengan banyak orang hebat di Kema Unpad. Oleh karena itu, aku ucapkan banyak terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam acara Unpad Awards,” ucap Dewi. 

Reporter: Jeania Ananda Malik

Editor: Alya Fathinah

Foto: Jeania Ananda Malik

 193 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *