Sesi kultum pada acara Serangga, sumber: dok. pribadi

Jatinangor, WARTA KEMA– Sabtu (16/4), BEM Gama FIB kembali menyelenggarakan kegiatan secara luring untuk pertama kalinya setelah pandemi melanda. Bertepatan dengan Bulan Ramadhan, kegiatan bertajuk Serangga atau Semarak Ramadhan bareng Gandiva ini diadakan di Saung Budaya (Sabusu) Sumedang. Serangga mengusung dua tema, yakni berbagi dan bersilaturahmi.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kolaborasi Departemen Sosial, Kemasyarakatan, dan Lingkungan (SKL) BEM Gama FIB Unpad dengan pihak Sabusu. Sebelumnya, BEM Gama FIB telah mengajukan agar dapat mengisi salah satu rangkaian Ramadhan Culture Festival (RCF) yang menjadi agenda rutin di Sabusu.

“Cuman ada beberapa permintaan juga dari mereka, salah satunya ga boleh bawa makanan dari luar, harus beli dari sini. Karena kan sebenernya tujuan mereka bikin acara ini juga pengen ngebangun UMKM warga Jatinangor,”  kata ketua pelaksana kegiatan Serangga, Faqih Nur Farabi.

Kegiatan kali ini tidak hanya ditujukan untuk Gama ataupun himpunan yang berada di FIB saja, melainkan melibatkan semua elemen termasuk Paguyuban Putra-Putri FIB, aliansi BEM se-Unpad, serta masyarakat di sekitar Jatinangor. Beberapa rangkaian acara di antaranya bincang budaya, kultum, pertunjukkan seni dan sastra, dan ditutup dengan buka bersama. 

Rangkaian acara tersebut turut dimeriahkan oleh para peserta yang saling bertemu sapa ditambah dengan kedatangan narasumber bincang budaya, Drs. Taufik Ampera, M.Hum. Bincang budaya merupakan rangkaian acara sejenis talkshow yang membahas mengenai eksistensi budaya Sumedang. 

Pada kesempatan itu, Taufik sempat menyinggung terkait slogan SPBS atau Sumedang Puseur Budaya Sunda sebagai identitas Sumedang yang memiliki keberagaman budaya. Keberagaman budaya tersebut tercermin pada seni tari seperti tari cikeruhan, seni reak, seni karinding hingga kuliner khas Sumedang seperti tahu sumedang dan ubi cilembu.

Bapak Taufik pun berpesan kepada para peserta bahwa keberagaman tersebut merupakan suatu kebanggaan serta PR bersama untuk senantiasa melestarikan dan melakukan inventarisasi kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Sumedang.

Kemudian acara dilanjutkan dengan rangkaian pertunjukan seni dan sastra “Gama Unjuk Bakat” yang dimeriahkan oleh penampilan akustik dari Departemen Seni BEM Gama FIB 2022. Tentunya acara ini memiliki kesan tersendiri bagi para Gama FIB.

“Menurutku, acara ini keren banget karena aku angkatan 2020 jadi aku baru pertama kali ikut acara offline kaya gini. Rasanya seneng bisa ketemu temen-temen dari jurusan lain bahkan tadi ada dari fakultas lain juga. Dengan adanya acara ini, bisa silaturahmi sekalian kenalan sama banyak temen baru. Pokoknya apresiasi buat BEM Gama FIB 2022,” ucap salah satu peserta yang tidak ingin disebutkan namanya.

Tak hanya diapresiasi peserta dari kalangan mahasiswa, Ketua Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Sumedang Sopyan pun memberikan tanggapan terkait acara ini.

“Sangat bagus ya, apalagi menggali karakteristik dan budaya Sumedang. Kalau saya perhatikan, berdirinya SPBS ini sudah lama, tapi bukti real-nya sampai saat ini saya rasa hanya sebatas wacana. Tapi alhamdulillah ada temen-temen dari Unpad yang menginisiasi kegiatan serupa ini. Harapan kita bisa betul-betul menyentuh dan sampai kepada tataran masyarakat Sumedang,” ujar Sopyan pada (16/4).

Sementara itu, misi untuk berbagi juga telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya oleh Departemen SKL BEM Gama FIB 2022 dengan mengadakan galang dana yang ditujukan kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitar Jatinangor.

“Harapannya apa yang kita bawakan ini bisa bermanfaat untuk para peserta terutama dari aspek silaturahmi dan bisa jadi pelopor lah untuk acara-acara offline seperti ini. Juga bisa semakin kenal lagi dengan Jatinangor karena apa yang ingin kita angkat disini itu bagaimana supaya budaya masa lalu, masa kini, dan masa depan bisa lestari,” kata Faqih.

Dengan terselenggaranya acara ini, Ketua BEM Gama FIB 2022 Brian Jevon Tanuwijaya berharap dapat merekatkan hubungan dengan masyarakat, khususnya di Jatinangor. 

Reporter: Shofwatul Auliya
Editor: Alya FathinahFoto: Dokumen Pribadi

 14 total views,  1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.